JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Mensuplay Pil


__ADS_3

Mbah Jena turut gembira mendengar kabar tersebut dan memberikan Gus Mukhlas sumber daya untuk meningkatkan kemampuannya, setelah mendapatkan sumber daya dan mengetahui Asrul juga mendapatkannya, Gus Mukhlas memutuskan melakukan latihan tertutup lebih lama.


Kondisi Siti Adawiyah semakin membaik berkat Ginseng Air dan bantuan Taimiyah. Meskipun kehilangan dukungan padepokan Tapak Suci, Mbah Jena merasa semua menjadi lebih baik dari sebelumnya.


"Asrul, Mbah Jena membutuhkan lebih banyak sumber daya secepatnya." Taimiyah kembali mendatangi Asrul pada suatu malam sambil membawa uang kertas senilai dua ratus ribu keping emas, jumlah yang mengejutkan Asrul.


Taimiyah menjelaskan selama seminggu terakhir berkat kemunculan sumber daya di tangan Mbah Jena secara tiba-tiba membuat Padepokan Teratai dan Padepokan Budi Suci memberikan dukungan sebesar yang mereka bisa.


"Padepokan Teratai memiliki cukup banyak pendekar yang bekerja di bawah mereka, sementara padepokan Budi Suci juga sering menyewa jasa pendekar pengelana. Mereka bersedia memberikan uang sebanyak ini selama sebagian sumber daya diberikan pada mereka." Taimiyah menambahkan.


Mbah Jena sedang mengumpulkan lebih banyak dana juga untuk mendapatkan sumber daya, ke depannya ada kemungkinan Padepokan lain akan memberikan dukungan berbentuk uang sebagai ganti sumber daya.


"Sumber daya yang kau bawakan sebelumnya sudah hampir habis, kira-kira berapa lama kau bisa menukarkan semua uang ini menjadi sumber daya?" tanya Taimiyah.


Asrul menarik nafas yang dalam, sumber daya yang dibelinya dari Asosiasi kitab suci sebelumnya cukup untuk kebutuhan sebuah padepokan kecil selama dua sampai tiga tahun, menghabiskan semuanya dalam waktu kurang lebih seminggu sungguh sulit dipercaya.


"Ketua, aku tidak bisa menjanjikannya. Jika uang ini untuk membeli selain sumber daya seperti senjata, pusaka dan lainnya mungkin bisa lebih cepat aku mendapatkannya." Jawab Asrul.

__ADS_1


"Selama benda tersebut memiliki nilai bagi pendekar, tidak masalah." Taimiyah sedikit terkejut mendengar Asrul bisa mendapatkan benda-benda seperti itu juga, "Mbah Jena juga sedang membujuk Zeni mengulurkan bantuannya."


Selama ini kota Mallorca memiliki banyak emas tetapi tidak menemukan orang yang bisa menjual cukup sumber daya bagi mereka. Andaikan kota Mallorca bersedia menyerahkan uang yang seharusnya membeli sumber daya pada Mbah Jena maka posisi Mbah Jena akan semakin kuat.


"Saat ini ada tiga padepokan baru yang memberikan dukungan pada Mbah Jena, ada lima Padepokan lain yang akan segera bergabung juga. Meskipun secara sendiri, tidak satupun padepokan ini yang sekuat Padepokan Tapak Suci namun jika kekuatan delapan padepokan ini digabungkan, mereka akan jauh lebih kuat daripada padepokan tersebut." Taimiyah menjelaskan pentingnya peran sumber daya yang didapatkan oleh Asrul untuk menarik padepokan-padepokan ini.


"Ketua, aku akan melakukan yang terbaik." Asrul memahami semua maksud Taimiyah.


"Gus Mukhlas telah pulih dari lukanya, pil darimu sungguh ajaib. Aku akan memilihnya sebagai penerusku dan mengajarkan ilmu pedang terkuat padepokan kita padanya. Andaikan kau masih akan tinggal seterusnya di bukit Siguntang, aku juga akan mengajarkannya padamu setelah kita kembali dari Mallorca."


"Ketua, aku selamanya akan berada di bukit Siguntang."


Asrul sama sekali tidak tertarik menjadi ketua Padepokan Kun-Billah, dia hanya merasa lebih lega karena salah satu harapannya telah tercapai yaitu menyembuhkan Gus Mukhlas sepenuhnya. Sekarang dirinya bisa memusatkan seluruh perhatiannya untuk bertambah kuat dan menghentikan bencana yang akan tiba pada Era Kekacauan nanti.


Selepas berbincang dengan Taimiyah, Asrul kembali meninggalkan istana. Beberapa penjaga mulai mengenalinya karena telah beberapa kali keluar masuk istana, belum lagi aura tasawuf yang memancar dari tubuhnya membuat orang lain ter sugesti untuk merasa hormat pada Asrul,.


Asrul melangkahkan kakinya cepat menuju Asosiasi kitab suci.

__ADS_1


"Tuan Asrul, aku sudah menunggumu." Anita menyambut Asrul seperti biasanya namun kali ini gadis tersebut menunjukan rasa hormat yang lebih daripada biasanya.


"Tuan Muda Asrul, berkat informasimu kami berhasil merekrut empat puluh pendekar ahli tanpa masalah dan informasi tentang ketiga tambang juga telah kami konfirmasi kebenarannya." Anita mengeluarkan surat yang menunjukkan Asrul adalah pemilik dari 5% saham Asosiasi kitab suci Mallorca.


Anita juga memberikan Asrul sebuah benda berbentuk tabung berukuran segenggam tangan serta memiliki sumbu, "Tuan Muda, karena sekarang anda merupakan bagian dari pemegang saham asosiasi kami maka aku akan memberikan ini padamu, saat dalam bahaya, arahkan benda ini ke langit dan nyalakan sumbunya. Kami akan memberikan bantuan padamu."


Asrul tersenyum puas, alasan utama dia bersikeras menginginkan saham Asosiasi kitab suci bukan hanya tentang koin emas yang bisa dihasilkan tetapi benda yang sekarang ada ditangannya ini. Membuat Asosiasi kitab suci mendukung Mbah Jena secara langsung sangatlah sulit, tetapi dengan benda ini selama Asrul berada di kediaman Mbah Jena, Asosiasi Kitab Suci akan mengulurkan tangan jika bahaya menyerang.


"Terima kasih Nona Anita, Aku datang kemari untuk membeli lebih banyak sumber daya." Asrul mengeluarkan uang kertas senilai dua ratus ribu keping emas.


Anita menahan nafasnya, Asrul baru saja membeli sumber daya senilai seratus ribu keping emas sekitar seminggu yang lalu, tidak disangka dia akan kembali membawa lebih banyak uang. Biarpun Anita sudah mengetahui Asrul membeli ini untuk Mbah Jena setelah mendengar kabar sumber daya mereka digunakan untuk mencari dukungan namun tetap saja uang ini mengejutkan Anita.


"Dia masih begitu muda tetapi mampu membuat orang mempercayainya sejauh ini, jumlah uang sebesar ini cukup membuatnya hidup mewah seumur hidup jika dia membawanya kabur. Mengingat dia mampu membuatku tidak berdaya dan Asosiasi kitab suci bermain dalam genggaman tangannya, sepertinya ini tidak berlebihan." Pikir Anita sambil tersenyum tipis, memandang Asrul dengan kagum.


Dengan pembelian ini, Asrul sudah mengumpulkan enam puluh ribu keping emas dari dua ratus lima puluh ribu keping emas yang dia butuhkan demi mendapatkan 5% saham Asosiasi kitab suci lainnya. Asrul sendiri tidak yakin bisa mencapainya, dia hanya berharap Mbah Jena bisa mengumpulkan lebih banyak dana.


"Tuan Muda Asrul kami memiliki cukup sumber daya untuk ditukarkan denganmu tetapi butuh waktu untuk menyiapkan semuanya. Sambil menunggu, silahkan nikmati teh galaksi ini." Anita menuangkan teh yang berwarna hitam ke cangkir Asrul, aroma wangi yang kuat memenuhi ruangan.

__ADS_1


Asrul mengetahui Teh Galaksi adalah teh terbaik di Mallorca, setiap gramnya lebih bernilai daripada emas karena membuat orang yang meminumnya mendapatkan ketenangan pikiran dan meningkatkan konsentrasi, sangat berguna ketika ingin mendalami sebuah ilmu serta mencari pencerahan.


__ADS_2