JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Asosiasi Kitab Suci


__ADS_3

"Tuan Muda Asrul pastinya sudah mengetahui pil ini begitu langka, hanya ada satu Padepokan di seluruh kota Sekayu yang mampu membuatnya. Selain barang-barang yang dibutuhkan sulit didapatkan, proses membuatnya juga sangat rumit. Dalam satu tahun padepokan tersebut hanya mampu membuat dua sampai tiga pil saja." Anita tidak banyak menjelaskan karena berpikir Asrul sudah memahaminya.


"Saat ini hanya ada satu Pil Bulan Emas di seluruh kota Mallorca yaitu yang berada di hadapan Tuan Muda Asrul." Anita tersenyum lebar, "Dengan pil ini seharusnya luka dalam separah apapun yang Imam Gus Mukhlas alami bisa disembuhkan."


Asrul mengangguk pelan, sebelumnya dia berpikir harus meminta bantuan Taimiyah, untuk mengurangi luka dalam yang dialami oleh Gus Mukhlas tetapi dengan pil ini seharusnya gurunya bisa pulih sepenuhnya.


"Nona Anita berhasil membuatku tertarik, berapa harga dari pil ini?"


"Tuan Muda Asrul, anda mengetahui sendiri khasiat dan nilai pil ini. Paling murah, aku bisa melepasnya dengan harga dua puluh triliun."


Asrul menarik nafas dalam-dalam, dia sudah menebak harga yang akan disebutkan oleh Anita tidak akan murah tetapi dia tidak menduga setinggi ini. Bagi Padepokan sebesar Kun Billah sekalipun ini bukan angka yang kecil, nilainya setara dengan pendapatan mereka selama setengah tahun.


"Biarpun Kun Billah mampu membelinya, aku ragu ketua akan mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sebuah pil." Asrul menggelengkan kepalanya pelan.


Meskipun sekarang Taimiyah memiliki hubungan dengan Asrul tetapi mengeluarkan uang sebesar ini, Asrul tidak memiliki kepercayaan diri untuk memintanya.


"Dengan uang yang sama bisa membeli sumber daya yang cukup untuk mendapatkan seratus lingkaran tenaga dalam atau lebih serta dapat dibagi ke beberapa orang namun kegunaan Pil Bulan Emas yang utama terdapat pada kemampuan penyembuhannya." Anita menyadari angka yang dimintanya sulit dipenuhi oleh padepokan manapun di kota Mallorca, bahkan di kota Sekayu tidak banyak Padepokan yang bisa membeli pil ini.


"Aku mengerti Nona Anita, aku bukan tidak tertarik tetapi aku tidak memiliki uang sebanyak itu." Asrul menggelengkan kepalanya, "Lagipula aku juga membutuhkan bantuan Asosiasi kitab suci untuk hal lainnya."


Melihat Asrul merasa kesulitan justru membuat Anita merasa lebih lega, menandakan Asosiasi kitab suci masih memiliki nilai di depan Asrul.

__ADS_1


Sebelumnya Anita khawatir jika asosiasinya tidak bisa duduk pada posisi setara ketika menjalin hubungan kerja sama dengan Asrul. Sekarang Anita merasa ketakutannya tidak akan terjadi.


"Bantuan apa yang Tuan Muda Asrul butuhkan dari asosiasi kami?" Anita bertanya dengan antusias.


"Nona Anita tentu sudah mendapatkan informasi tentang alasan kedatanganku ke Mallorca bukan?"


Sederhananya Asrul membutuhkan Asosiasi kitab suci memberikan dukungan pada Mbah Jena untuk mendapatkan tahta. Raut wajah Anita langsung berubah ketika mendengarnya.


"Tuan Muda Asrul, maafkan aku. Kita bisa menjalin kerja sama dan bisnis tetapi masalah politik... Asosiasi kami punya aturan ketat soal politik." Anita menolak permintaan tersebut tanpa menutupinya.


Anita menambahkan kalau Asrul terlalu memandang tinggi Asosiasi kitab suci, andaikan mereka ingin ikut campur sekalipun mereka tidak bisa. Alasannya sederhana, saat ini kekuatan mereka tidak memadai.


Jika Asosiasi kitab suci dengan kekuatan mereka sekarang berbenturan dengan Organisasi Silver Hawk saja, mereka harus angkat kaki dari kota Mallorca. Apalagi jika harus berhadapan dengan kelompok seperti Asosiasi Intelijen Mafia ataupun Markas Mentari Senja.


"Aku mengerti jika asosiasi kalian tidak bisa memberikan bantuan tenaga fisik tetapi bersediakah memberikan bantuan lain? Aku jamin asosiasi tidak akan dirugikan dalam hubungan ini." Asrul tersenyum lebar. "Masalah ini..." Anita sama sekali tidak bisa membaca maksud Asrul, "Selama Tuan Muda tidak meminta kami menggerakkan pendekar yang kami miliki maka masih ada ruang untuk negosiasi."


Asrul merasa cukup puas dengan jawaban tersebut, dia mengatakan akan memberikan penjelasan tentang bantuan yang dimaksud ketika waktunya tiba.


"Sekarang untuk Pil Bulan Emas ini. Bagaimana aku bisa mendapatkannya jika tidak memiliki uang yang cukup?" Asrul membawa pembahasan kembali ke pil di hadapan keduanya.


"Sederhana, selama Tuan Muda memberikan informasi yang membuat kami mampu merekrut para pendekar ahli maka pil ini akan menjadi milik Tuan Muda."

__ADS_1


Anita menawarkan seribu keping emas untuk setiap pendekar ahli yang berhasil mereka rekrut menggunakan informasi Asrul. Selama Asrul memberikan informasi untuk seratus pendekar ahli, Pil Bulan Emas akan menjadi miliknya.


"Nona Anita sedang bercanda denganku?" Asrul tertawa pelan, tetapi nadanya dingin. Cukup dingin untuk membuat Anita merasakan ketakutan, "Tidak semua pendekar ahli memiliki kemampuan yang sama, seperti itu juga nilai informasi tentang mereka."


Anita diam cukup lama sebelum merapatkan giginya dan mengangkat dua jarinya, "Dua ribu keping emas untuk setiap pendekar ahli."


Kini giliran Asrul yang terlihat berpikir, sebelumnya dia telah memberikan informasi yang membuat Asosiasi kitab suci mendapatkan sepuluh pendekar ahli tetapi sebagai bayarannya Asrul hanya mendapatkan pil yang senilai enam sampai tujuh ribu keping emas, mungkin itu yang membuat Anita berpikir seribu keping emas untuk setiap pendekar ahli adalah harga yang mengiurkan bagi Asrul.


"Dua ribu lima ratus, aku akan memberikan informasi yang membuat Asosiasi kitab suci mendapatkan empat puluh pendekar ahli dalam waktu satu minggu." Asrul menawarkan.


Ditambah dengan sepuluh sebelumnya, Asrul akan membuat Asosiasi kitab suci mendapatkan lima puluh pendekar ahli. Ini jumlah yang tidak sedikit, selain keluarga bangsawan Mbah Jena, Asrul yakin tidak ada keluarga bangsawan yang memiliki pendekar ahli sebanyak ini.


"Tuan Muda..." Anita sulit menerima harga yang ditawarkan Asrul.


"Nona Anita, andaikan kalian berhasil merekrut seratus pendekar ahli dalam waktu singkat. Mereka hanya akan mendatangkan masalah daripada bantuan." Asrul tersenyum lebar, "Aku yakin Asosiasi kitab suci tidak kekurangan sumber daya tetapi pengeluaran kalian terutama untuk koin emas akan meningkat pesat, sedangkan kalian belum mendapat konsumen yang besar bukan?"


"Ini..." Anita kesulitan berkata-kata.


Benar yang Asrul katakan, selain sumber daya, para pendekar yang bekerja di Asosiasi pastinya akan mendapatkan gaji berupa koin emas dan jumlahnya tidak sedikit.


Asosiasi kitab suci baru beberapa bulan berada di kota Mallorca, mereka masih mengumpulkan informasi sebelum mulai menjual produk mereka pada umum, namun semua itu membutuhkan proses yang panjang dan rumit.

__ADS_1


Anita tidak akan begitu terkejut jika semua ini keluar dari seorang pedagang ahli ataupun sesepuh yang sudah memiliki banyak pengalaman. Tetapi bahkan analisa setajam ini datang dari pemuda biasa tentu membuat Anita merasa kacau.


__ADS_2