JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Rahasia Petinggi Mallorca


__ADS_3

"Jika kalian mencari informasi, Silver Hawk belum lama ini gagal menjalankan misi mereka untuk membunuh keturunan keluarga bangsawan Teratai. Aku terlibat dalam masalah tersebut dan mendapatkan semua senjata ini dari sana." Asrul tetap tenang dan menjelaskan.


Anita menatap Asrul cukup lama sebelum menyuruh penjaganya mundur, "Tuan Muda Asrul, aku minta maaf atas ketidak nyamanan ini. Kuharap kau mengerti kesalahpahaman ini..."


Asrul tidak mengambil hati karena tindakan Anita sangatlah wajar. Jika gadis ini tidak waspada di dunia persilatan dengan posisi yang dimilikinya sudah pasti dirinya terbunuh dalam waktu dekat.


"Sebagai permintaan maaf, aku memberikan ini..." Anita mengeluarkan sebuah kartu yang terbuat dari perak bertuliskan nama Asosiasi Kitab Suci.


"Bukankah ini berlebihan? Nona Anita tidak perlu sungkan."


Asrul mengenali kartu tersebut karena dia memilikinya juga di kehidupan sebelumnya, seseorang yang memiliki kartu itu akan menjadi pelanggan penting bagi Asosiasi Kitab Suci dan mendapatkan beberapa fasilitas bahkan perlindungan sampai tahap tertentu.


"Tuan Muda Asrul mengenali kartu ini?" Anita menatap pemuda di hadapannya dengan ragu.


"Seharusnya aku menjadi pelanggan penting dengan kartu ini bukan? Mendapatkan diskon sebesar 20% untuk setiap pembelian di masa depan adalah salah satu keuntungannya."


Tangan Anita bergetar hebat, dia semakin sulit menjaga ketenangan di depan Asrul. Hanya ada satu kata yang sesuai untuk menggambarkan Asrul dipikiran Anita, mengerikan!


Kartu di tangan Anita sejauh ini hanya pernah diberikan pada lima orang saja, itupun di kota Sekayu. Asrul seharusnya menjadi orang pertama di kota Mallorca yang mendapatkannya, lebih tepatnya termasuk orang pertama yang melihat kartu ini.


Anita mengeluarkan kartu ini sebagai hadiah karena tidak bisa membaca latar belakang Asrul serta merasa pemuda di hadapannya begitu misterius.

__ADS_1


Sekarang Anita menjadi begitu penasaran tentang siapa sebenarnya Asrul di hadapannya yang bisa mengetahui begitu banyak tentang Asosiasi Kitab Suci padahal mereka belum lama berada di Kota Mallorca.


"Tuan Muda Asrul, Apakah anda dikirim oleh salah satu kelompok terkuat di kota Mallorca untuk memperingati kami?" Anita mulai berpikir dirinya sedang dipermainkan oleh Asrul atau sosok di belakangnya.


Asrul menggelengkan kepalanya pelan, "Nona Anita salah paham, sekali lagi aku datang hanya untuk membeli beberapa pil."


Suasana menjadi hening selama beberapa saat karena Anita tidak mengetahui caranya bersikap pada Asrul. Akhirnya Anita memanggil seorang pelayan untuk membawakan sebuah buku.


Anita menyerahkan buku tersebut pada Asrul, "Buku itu berisi daftar informasi yang dibutuhkan oleh Asosiasi Kitab Suci agar dapat berkembang di kota Mallorca, kami akan membayar mahal untuk setiap informasi yang kami butuhkan." Asrul membuka halaman demi halaman, di sana tertulis tentang resep pil, lokasi sumber berharga, kelemahan siluman tertentu, informasi tentang seseorang dan banyak lagi.


Buku tersebut juga menuliskan keinginan Asosiasi Kitab Suci terhadap informasi penting yang dapat digunakan untuk merekrut beberapa pesilat tingkat tinggi. Asrul mengetahui sebagian besar pesilat ini memang akhirnya bergabung dengan asosiasi ini di masa depan.


"Saat ini yang paling dibutuhkan oleh Asosiasi Kitab Suci adalah cara merekrut pesilat-pesilat ini bukan? Alasan kalian belum mengumumkan toko ini menjual sumber daya yang dibutuhkan pendekar karena belum cukup kekuatan untuk melindunginya." Asrul tersenyum lebar. Jantung Anita berdetak cepat, dia berpikir cukup lama sebelum akhirnya mengangguk pelan.


"Tuan Muda Asrul, Jika informasi yang anda berikan benar maka Asosiasi Kitab Suci akan menjadikan anda Pelanggan Kehormatan yang mendapatkan potongan harga 30% setiap kali berbelanja di semua cabang toko kami. Selain itu semua pil yang ini akan kuberikan secara gratis padamu." Anita berkata dengan serius.


Asrul mengangguk pelan, Anita tidak akan langsung menghadiahkannya karena mereka harus memeriksa kebenaran informasi yang diberikan. Asrul mulai menuliskan informasi penting yang berguna untuk merekrut sepuluh orang ini.


Anita mengerutkan dahinya saat membaca informasi yang diberikan oleh Asrul.


"Hm? Apakah ada yang salah Nona Anita?" tanya Asrul sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Anita menggelengkan kepalanya, jika informasi yang diberikan oleh Asrul benar maka pasti sepuluh pesilat ini dapat direkrut dengan mudah namun informasi ini seharusnya hanya bisa diketahui oleh orang-orang terdekat mereka. Jika bukan karena usia Asrul yang begitu muda, Anita curiga pemuda di hadapannya mengenal dekat sepuluh pesilat ini.


Sebenarnya Asrul bisa memberikan lebih banyak informasi yang dicari oleh Asosiasi Kitab Suci tetapi dia ingin melihat lebih jauh dahulu cara kerja sama dengan asosiasi ini. Anita menyerahkan kartu perak pada Asrul dan memberikan diskon 20% untuk pembelian pil yang dilakukannya sekarang.


Setelah mendapatkan barang yang diinginkannya, Asrul berniat pamit.


"Tuan Muda Asrul, Jika semua ini berjalan sesuai yang diinginkan. Kuharap kita masih bisa bekerja sama di masa depan." Anita menemani Asrul keluar dari ruangan tersebut.


Asrul tersenyum lebar, Anita tidak bertanya tentang cara menghubunginya. Semua itu berarti Asosiasi Kitab Suci mulai menyelidiki dirinya atau tidak berniat membayarnya atas informasi yang telah dia berikan karena Asrul masih begitu muda dengan kekuatan yang terbatas.


Asrul memilih diam, tidak mengeluhkannya sedikitpun dan memilih melihat perkembangan situasinya. Anita menemaninya sampai pintu gerbang kemudian Asrul perlahan menghilang dari pandangan gadis tersebut.


"Nona, aku akan mengikutinya." pesilat tangguh yang menjaga Anita buka suara.


Anita mengangkat tangannya, menghentikan niat pesilat tersebut, "Kita harus mencaritahu kebenaran semua informasinya dulu. Jika semua informasi tersebut benar, kita harus semakin hati-hati bersikap agar tidak menyinggungnya."


Tidak sekalipun Anita memandang Asrul sebagai orang yang jauh lebih muda darinya setelah menyadari Asrul mengetahui begitu banyak rahasia Asosiasi Kitab Suci yang seharusnya tidak diketahui orang luar. Sebab itulah Anita cukup yakin informasi yang diberikan Asrul padanya benar-benar akurat.


Anita segera mengatur anggotanya untuk merekrut sepuluh pesilat menggunakan informasi yang diberikan oleh Asrul.


"Aku curiga Tuan Muda Asrul ini mengetahui lebih banyak tentang informasi yang kita butuhkan tetapi dia ingin melihat apakah kita pantas bekerja sama dengannya atau tidak."

__ADS_1


"Nona, Mengapa anda berkata demikian?"


"Sepuluh pesilat yang dipilihnya semua sedang berada di dekat Mallorca, menggunakan informasi yang dia berikan seharusnya kita bisa merekrut mereka semua dalam waktu paling lama tiga hari. Ini menandakan dia sengaja memilih informasi yang dapat kita buktikan kebenarannya dalam waktu singkat." Anita menghela nafas panjang, dia baru menyadari ini setelah membaca ulang nama-nama pendekar tersebut.


__ADS_2