KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#petir disiang bolong


__ADS_3

"apa..,mama bercanda kan?"


"Al..mama ga pernah becanda kalo menyangkut masa depan cucu mama"


bu Retno masih menjelaskan tanpa terlepas dari sorot tajam mata gadis didepannya.sedang lawan mainnya begitu terkejut hingga bibir manisnya masih tertahan sediki menganga.


"tapi ma,Alisya masih 21 tahun..Alisya juga masih kuliah dan lagi mempersiapkan koas dirumah sakit.lagi pula Alisya kan ga begitu mengenal kak Aldo.ga mungkin bisa ma,ini jauh dari pemikiran Alisya.Bukan,bukan..malah ga pernah kepikiran sama sekali..!"gadis itu masih tidak percaya dengan rencana mamanya.Benar-benar kabar yg sangat mengejutkan,entah dari mana ide itu yang menurut alisya sangat gila.Menikah dengan mantan kakak iparnya yang statusnya duda beranak 1,tidak ada yg salah dengan status itu,toh itu bukan kehendak Aldo.Aldo harus menyandang status duda sejak istrinya yang kakak dari Alisya meninggal dunia saat melahirkan Tasya.Tapi yang membuat Alisya tak percaya pasalnya Alisya tak begitu mengenal sosok Aldo,dia hanya tau klo Aldo adalah laki-laki dengan sejuta misteri yang tak akan pernah berbagi misterinya kepada siapa pun.Cuek dan sedingin es batu,itulah yang Alisya kenal.


Pantas saja Alisya tidak begitu kenal dengan Aldo sebab sejak SMP hingga kuliah Alisya hidup dipesantren,pun ketika kakaknya Annisa menikah dengan Aldo,Alisyah memilih tidak menghadiri pernikan kakaknya dengan alasan pernikan itu bersamaan dengan kegiatan ujian disekolah dan pesantrennya.Entah apa yang membuat Alisya betah hidup di lingkungan pesantren ketimbang hidup bebas dirumah mewahnya,tapi dia selalu beralasan bahwa dipesantren lebih tenang dan damai karena lebih khusyuk untuk beribadah.

__ADS_1


"Al..Tasya harus segera mempunyai sosok ibu,usianya sudah mau genab 5 tahun dan itu ada dalam diri kamu.Orang tua Aldo bu Yuni dan pak Yusuf secara langsung melamar kamu.Mereka menginginkan kamu yang jadi ibu pengganti Tasya karena mereka menganggap kamu pantas."Wanita paruh baya itu menjelaskan alasannya yang sarah akan hiba.Sedikit menghiba pada anak sendiri tak masalah baginya,demi kebaikan bersama.


"Tapi ma..banyak wanita lain kenapa harus Alisya?"


"Bu Yuni dan pak Yusuf gak pengen cucunya dirawat wanita lain yg belum tentu baik.kalau kamu kan beda,bu Yuni dan pak Yusuf yakin pasti kamu sebaik kakakmu.toh keluarga Aldo kan sudah kenal baik dengan keluarga kita."penjelana Retno semakin menyudutkan Alisya.Tp bukan Alisya namanya klo ga mempunyai berbagai alasan.


"Emangnya usia bisa menjamin kedewasaan apa?enggak kan?kamu dari kecil hidup dipesantren Al,mama yakin kamu lebih faham itu." sedikit mengeluarkan nada ketegasan disana.


Raut wajah Alisya masih tidak percaya dengan keputusan mamanya.bukan, mamanya bukan wanita yang suka memaksa,tapi entah mengapa Alisa merasa dalam hal ini ada paksaan dari mamanya.begitu berpengaruhkah masa depan Tasya dalam hidup mamanya..Alisya membisu seribu bahasa,mendengar kata Tasya sebenarnya membuat hatinya iba.Tasya yang dari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu,ditambah lagi dia adalah keponakan kandungnya.sungguh keputusan yang sangat sulit jika menyangkut dengan malaikat kecil itu.Jari-jari Alisya masih saling mnggenggam diraih oleh bu Retno, sulit dipercaya dengan obrolannya bersama mamanya.

__ADS_1


"Sayang...kamu pikir lagi ya,jangan sampai keputusanmu akan merugikan. Mama akan datang minggu depan,mama mau dengar keputusanmu.Tunaikan sholat Istikhoroh agar petunjukmu lebih diperjelas.mama tau kamu sayang banget sama Tasya.Ingat Al,madrasah pertama seorang anak adalah Ibunya,kamu mengertikan.oh..ya,tadi mama baru aja beliin kamu gamis.semoga kamu suka ya."Bu Retno menyerahkan tas plastiknya pada Alisya yang masih betah dengan kebisuannya.


Alisya menarik nafas dan membuangnya dengan kasar sebagai tanda bahwa ada beban berat yang sedang berada di pundaknya.


Bersamaan mereka berdiri dari tempat duduk masing-masing. Bu Retno memegang dan menepuk - nepuk ringan pundak Alisya sambil berjalan menuju tempat parkir mobilnya.Ada wajah ketegangan pada Alisya yang masih shock,tapi bu Retno mengabaikan itu seolah ini adalah keputusan paling baik bagi Alisya,Aldo dan tentunya Tasya.


***


"Jika memang ini sudah menjadi takdirku,sesuai dengan petunjuk - petunjuk yang Engkau berikan ya Alloh,maka Bismillahirrohmaanirrohim aku akan menikah dengan kak Aldo..

__ADS_1


__ADS_2