KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Masa masa indah


__ADS_3

Senja memang tak penah meninggalkan sore,lantas kenapa harus resah akan ketetapanNYA


Sudah hampir pukul 12.00 siang belum ada tanda-tanda Aldo keluar dari persidangan.Persidangan yang begitu pelik tidak hanya menguras tenaganya tapi juga pikirannya.Ditambah lagi pikirannya juga harus terpecah karena harus memikirkan kondisi Alisya yang berada dirumah.Ingin rasanya ia cepat-cepat menuntaskan pekerjaannya dan segera berkumpul dengan keluarganya.Tampak ia sering menatap jam tangan mahal yang melingkar pada pergelangan tangannya setelah sebuah pesan terkirim pada ponsel Aldo.


Kak babynya minta buah kecapi...bisa?


Ibu hamil itu kini sering merepotkan suaminya,padahal sebelumnya Alisya adalah tipe wanita yang tak pernah meminta apapun yang memberatkan Aldo Mengingat pekerjaan Aldo sudah cukup sangat melelahkan tapi entah kenapa akhir-akhir ini Alisya sering meminta hal-hal aneh pada suaminya itu.


Kehamilannya sudah menginjak bulan kelima dan kondisi Alisya sudah semakin membaik.Tidak seperti trimester pertama,kini tubuh Alisya lebih berisi dan nafsu makannya sering membeludak tanpa terprediksi.Seperti siang kemarin tiba-tiba menginginkan makan mie ayam yang sekaligus terdapat gerobaknya.Itu tak seberapa dibanding dengan permintaannya makan jagung bakar hangat pada tengah malam.Siapa yang tidak repot karena ditengah malam seperti itu mustahil ada orang berjualan jagung bakar.Kalau saja bukan permintaan wanita tercintanya,mungkin Aldo takkan sudi berangkat ke puncak Cisarua hanya sekedar mencari jagung bakar.


Tapi tak bisa dipungkiri,inilah masa terindah bagi Aldo karena ia bisa melaksanakan langsung proses ngidam yang dialami Alisya.Dia sangat menikmati karena wanita yang dicintainya kini bersikap sangat manja karena kehamilannya,mengingat Alisya tak pernah memiliki sifat manja sedikitpun walau sejak kecil ia dilingkupi oleh harta yang cukup melimpah.


***


Disebuah minimarket terdekat tampak Aldo memilah-milah barang yang dipesan oleh istrinya.Sesekali ia juga menatap serius layar diponselnya hanya untuk memastikan semua pesanan Alisya sudah didapatkan.Sedikit merepotkan karena ia tak begitu mahir untuk memilih mana yang baik dan yang tidak.Mengamati setiap inci buah apel dan jeruk yang akan ia beli,juga meneliti buah semangka yang terbaik.Sungguh merepotkan,tapi ini dilakukan semata-mata karena istri tercinta yang memintanya sebab Alisya lebih suka makanan yang dibeli langsung oleh tangan Aldo ketimbang pembelian bi Marni.Memang sangat aneh,tapi Aldo mencoba menikmati masa-masa ini mungkin masa seperti ini tak akan terulang lagi.


Saat ia masih focus dengan buah-buah yang ada dihadapannya terdengar ponsel yang berada dalam saku celananya berdering.


"Assalamualaikum sayang..."


"Waalaikum salam,kakak masih supermarket kan..?"


"Iya honey...ada apa..?"


"Kak...mmzz..dirumah bawah bombai habis,aku gak suka baunya.bisa beliin sekalian..?"


Seketika Aldo sedikit melebarkan mata coklatnya.Baru saja ia merasa legah karena acara belanjanya hampir selesai tapi sang nyonya kembali menginginkan sesuatu yang membuatnya repot.

__ADS_1


"Tentu bisa sayangg..buat kamu apa sih yang ga bisa asal kamu dan baby kita seneng.Tapi tentunya tidak ada yang gratis..!"


"Kaakkk.." Pekik Alisya.


Alisya yang mengetahui gelegat mesum suaminya menjadi sedikit jengkel langsung mengucap salam sebelum menutup panggilannya.


"Sudah ya..Assalamualaikum.."


"Waalaikum salam...emmuuaahh.."


Aldo tersenyum dengan senangnya seolah ia baru merasakan sebuah kemenangan karena berhasil menggoda istrinya.


Tanpa disadari ada seorang ibu-ibu paruh baya sedang memerhatikan tingkah Aldo dengan senyuman manisnya.Aldo menjadi sedikit canggung saat mengetahui ibu itu memerhatikan dirinya.


"Istrinya lagi ngidam ya mas..?"


"Ini bawang bombai yang bagus.."


Ibu itu menyodorkan beberapa biji bawang bombai dengan ukuran besar dan berkualitas baik.


"Terima kasih bu.."


"Wanita hamil memang seperti itu,kadang yang dia suka dulu berubah jadi menjijikkan saat mengalami hamil,yang tidak ia suka menjadi kesukaannya.Memang terdengar aneh,tapi sebagai suami tugas kamu hanya mendengarkan perangainya saja,bukan begitu.?"


Aldo tersenyum mendengar sedikit nasehat dari ibu-ibu itu sebelum berlalu dari hadapan wanita setengah baya itu dan mengucapkan salam.


***

__ADS_1


Hampir 1 jam mobil Aldo berputar-putar disekitar wilayah Jakarta.Iya...sudah menjadi rutinitasnya sekarang mengantar ibu hamil itu untuk menikmati suasana sorenya hanya dengan mengitari seluruh wilayah Jakarta walaupun tanpa tujuan yang pasti.Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore,tanpak Alisya tertidur pulas disamping Aldo yang sedang mengendari mobilnya.Sedikit menunggingkan senyumannya saat memandang wajah ayu Alisya yang mungkin sedang menikmati mimpi-mimpinya.Tanpa ada niat untuk membangunkan,Aldo meraih tangan Alisya yang sedang mengelus halus perutnya yang semakin membuncit.Diciumi jemari Alisya,menyadarkan dia bahwa ia semakin menyayangi wanita itu.Tiba-tiba terdengar ponselnya berdering,tanda sebuah pesan masuk.


"Nak,kamu lagi ga sibuk kan?tolong kemarilah,kakak Alisya baru pulang dari tugasnya ibu ingin kita berkumpul sejenak.."


Aldo membaca sejenak pesan yang dikirim oleh ibu mertuanya itu sebelum ia memutar balikkan arah mobilnya untuk menuju rumah bu Retno.


Hanya butuh waktu 30 menit mobil Aldo sudah sampai dihalaman rumah Alisya,ada rasa tak tega jika harus membangunkan istrinya itu sebab tanpak wajah damai Alisya sangat menikmati mimpinya.Diusapnya pipi halus Alisya dengan lembut walau itu dilakukan agar Alisya segera terbangun.


"Kakk..kita sampai dimana..?"


Alisya mencoba mengembalikan kesadarannya dengan mengusap-usap mata indahnya.


"Kita sudah sampai dirumah.."


Alisya melebarkan kedua matanya tak percaya bahwa mereka kini sudah berada didepan rumahnya dahulu.


"Kenapa kesini kak,mama menyuruh kita..?"


"Iya..Azham baru pulang dari tugas.Mama ingin kita berkumpul sejenak.."


Selanjutnya Aldo turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu samping Alisya untuk membantu istrinya turun dari mobil.Ada perasaan tak sabar saat mengetahui niat mamanya untuk menyuruh Alisya kerumahnya,sebab ia sangat merindukan kakaknya itu.Sudah hampir 11 bulan tepatnya setelah akad nikah Alisya tidak bertemu dengan saudara satu-satunya itu lagi.Tugas negara yang mewajibkan ia pergi Kalimantan membuatnya tak bisa bersama dengan keluarganya.Tentu itu juga membuat persaan Azham sangat merindukan adik satu-satunya.


Alisya dan Aldo langsung berjalan memasuki rumah itu dengan tangan Alisya yang menggandeng erat lengan suaminya.Usia kandungannya yang memasuki bulan ke 8 membuatnya sedikit kelelahan jika harus berjalan agak jauh.Aldo dengan telaten selalu mensejajarkan langkahnya untuk tetap menyeimbangkan tubuh Alisya.


Benar memang,baru saja Alisya membuka pintu rumah itu tampak Azham bersama ibunya sedang duduk santai menunggu kedatangaan Alisya dan Aldo.Senyuman hangat dari bu Retno menyambut keduanya,tapi tidak dengan Azha.Gurat ketegangan tampak jelas pada wajahnya.Entah apa yang dipikirkannya,hingga membuat laki-laki itu menatap tajam pada Aldo.Sedikit ada khawatir yang dirasakan Aldo,karena tidak seperti biasanya Azham memandang Aldo dengan tatapan seperti penuh kemarahan.


Tampak bu Retno mulai berdiri dan memeluk lalu mengusap perut Alisya dengan penuh kasih sayang.Tapi tidak dengan Azham,ia terus melancarkan aksi teorisnya dengan menunjukkan tatapan tajamnya kepada Aldo.

__ADS_1


Allohumma sholli 'alaa sayyidina muhammada.Terus dukung Author ya..


__ADS_2