KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Beban


__ADS_3

Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhanmu dan surga yang luas seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang beriman kepada Alloh SWT dan rosul-rosulNya.Itulah karunia Alloh yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki.Dan Alloh mempunyai karunia besar.


Pagi terasa indah dan hangat walau semalam suntuk langit mengguyur bumi dengan hujan.Tampak disudut ruangan dapur sudah ada Alisya yang masih berkutat dengan makanan yang dibuatnya.Suasana hati sangat bepengaruh pada pekerjaannya,dibuatnya berbagai macam menu makanan disana.Hampir semua makanan favorit Tasya sudah dihidangkan.Ia ingin berbagi kebahagiaan dalam hatinya dengan memuaskan perut putrinya itu.


Dengan pakaian yang sudah rapi dan siap untuk memulai kegiatannya dirumah sakit,Alisya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya didapur.Belum ada tanda-tanda kalau putrinya sudah bangun.Tapi saat ia masih sibuk dengan kegiatannya didepan kompor tiba-tiba dari arah belakang ada sebuah lengan kekar yang memeluk perutnya,kepalanya bersandar pada pundak Alisya,aroma maskulin menyeruak menyaingi aroma rendang yang sedang ia buat.


"Aku kira masakanmu yang tercium harum,ternyata kamu yang mendominan keharuman ini..!" Pujian Aldo sontak mengagetkan Alisya dan membuatnya tersipu malu.


"Kak..jangan seperti ini..nanti dilihat orang.."


"Siapa..?bi marni sedang keluar kan..?"


"Ia...tapi tetap saja ini diluar kamar kan,nanti kalau ada yang lihat bagaimana..?"


"Kita ga sedang mesum Sya..aku hanya ingin mencium aroma kamu saja.Lagian siapa suruh kamu seharum ini dan membuatku tak mau jauh darimu.." Pembelaan Aldo membuat Alisya menyunggingkan senyum manisnya hingga membuat Aldo semakin bergairah dibuatnya.Diciuminya tengkuk leher hingga pundak Alisya yang tertutup oleh hijabnya.Alisya tak pernah menyangka kalau suami dinginnya dulu bisa juga berbuat romantis seperti ini dan membuatnya merasakan kehangatan yang menyeruak melebihi hangatnya sinar fajar.


"Eheemm..!" Deheman bi Marni membuyarkan segala keromantisan yang tercipta saat itu.Tangan Aldo yang melingkar pada perut Alisya otomatis langsung ditarik dan menjauhkan tubuhnya dari Alisya.Keduanya reflek menoleh kearah deheman itu.Dengan wajah yang sudah merona saking malunya Alisya mencoba menetralkan suasana disana.


"Hmz..Bi..gimana.?ada ga bawang bombainya..?"


"Hah..bawang bombai..?Bukannya mbak Alisya tadi nyuruh beli bawang goreng..?"


"Iy..iy..iya..maksudku bawang gorengnya ada..?"


Aldo menjadi tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang mencoba menenangkan hatinya.Tampak jelas disana wajah Alisya memerah karena sedang menahan malu.


"Iya mbak..ini.." Alisya meraih sebuah plasik yang ada ditangan bi Marni,tapi pandangannya tertuju pada Aldo yang masih berdiri disampingnya.Sidikit melebarkan matanya dan memberi isyarat agar Aldo segera pergi dari tempat itu.


Aldo yang menangkap isyarat dari istrinya itu langsung beranjak pergi meninggalkan dapur dengan sejuta senyum kemenangan disana menuju meja makan yang sudah tersedia kopi hitam untuknya.


***

__ADS_1


Tak butuh waktu lama mobil Aldo sudah sampai tepat didepan gerbang sekolah Tasya.Sebelum Tasya turun dan masuk kedalam sekolah,ia terlebih dahulu berpamitan pada Aldo dan menyalaminya.Seperti biasa Tasya akan diantar Alisya sampai pintu gerbang sekolahnya dan membuat gadis kecil itu selalu merasa bahagia dengan tindakan Alisya.


"Mama nanti jemput Tasya kan..?" Alisya yang mulai merapikan tas ransel Tasya jadi merasa tidak enak karena harus memberi kekecewaan pada putrinya itu.


"Maaf sayang..mama kan sekarang ada kegiatan dirumah sakit dan pulangnya sore.Jadi nanti mama..?"


"Hmm..pasti mama ga bisa jemput lagi kan..?"


diraihnya tubuh gemuk Tasya ke dalam pelukan Alisya.Dengan sejuta rasa kecewa yang ada,Alisya bisa merasakan itu juga.


"Maaf ya sayang..tapi mama janji kalau mama ga sibuk lagi pasti mama akan selalu jemput Tasya.."


"Janji..?"


"Iya...mama janji.Sekarang Tasya masuk ya biar ga telat.."


"Ok..Assalamualaikum mamaku sayang.."


Ada rasa penyesalan dalam hati Alisya saat memandang gadis kecilnya itu mulai berlalu dari pandangannya.Entah mengapa ini membuat Alisya merasa belum bisa menjadi ibu yang baik untuk Tasya.Rasanya seoalah ia enggan meninggalkan bayangan Tasya yang mulai menghilang dari balik pintu gerbang sekolahnya dan disambut teman-teman kecinya.Kalau saja klakson mobil Aldo tak berbunyi,mungkin Alisya akan betah terus memandang putrinya itu dari jauh.


Alisya langsung bergegas masuk kedalam mobil,ia juga takut kalau telat sampai dirumah sakit dan membuat temannya yang sudah standbay disana menunggunya.


"Sya...nanti aku jemput ya..?" Saat mobil yang dikendarai Aldo dan Alisya muali meluncur kearah rumah sakit.


"Ga usah kak..nanti ngerepotin..lagian aku juga belum tau pasti pulang jam berapa.Takutnya nanti tiba- tiba ada kegiatan tambahan.."


"Kan kamu bisa ngasih tau dulu..?aku juga ga langsung jemput kamu kan..?"


"Ya sudah..nanti aku kasih kabar dulu ya kak.."


Aldo menatap Alisya sejenak dan bisa dilihat dari jawaban Alisya kalau dia sedikit terasa berat diucapkannya.

__ADS_1


Aku tau Sya..mungkin kamu belum siap jika temen kamu tahu kalau kamu sekarang sudah bersuami dan mempunyai anak.


***


Baru saja Alisya sampai diruang perawat ia sudah dikejutkan oleh suara sahabatnya,Sita.


"Sya...dr.Reymond mencari kamu.Beliau menenggumu diruang kerjanya..!"


"Ada apa ya..?"


"Ya ga tau..mungkin ia pengen khitbah kamu kali.Secara dr Reymond kan suka perhatian sama kamu..!"


"Huh..dasar kamu Sit...emang ga ada jawaban lain apa..?"


"Hahaa...hahaa..."


Sita seorang sahabat memang jeli dalam penglihatannya.Ia selalu memerhatikan gerak gerik dr.Reymond yang terkesan memberi perhatian lebih pada Alisya.Seolah Alisya adalah mahasiswa istimewa baginya.Tidak menutup kemungkinan juga karena dr.Roymond juga menyandang status duda beranak 2.Mungkin saat ini ia sedang mencari pendamping untuk hidupnya.


Alisya langsung bergegas pergi ke ruangan dr.Reymond,ia mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan itu.Terlihat ada patung Yesus terletak diatas meja kerjanya yang menandakan ia orang yang religius.


"Selamat pagi pak...bapak mencari saya..?"


"Selamat pagi juga Sya..iya hari ini saya ingin ngajak kamu untuk mengecek beberapa pasien yang dibawah tanggung jawab saya..!"


dr.Reymond menghentikan kegiatannua dan langsung berdiri mengajak Alisya segera keluar dari ruangan itu.


"Dengan senang hati...mari pak.."


Alisya berjalan mengikuti dokter Reymond menuju kamar demi kamar pasien.Terlihat dr.Reymond sangat mahir dibidangnya,tampak ia juga sering memberi motifasi pada pasien-pasiennya.Tak ayal itu membuat pasien- pasien sangat bersemangat untuk sembuh.


Sampailah mereka pada sebuah kamar pasien yang dihuni oleh ayah Ghisel.Tampak pasien itu masih sangat lemas,jarum infus tertancap dipunggung tangan kirinya,alat bantu pernafasan juga masih terpasang.Alisya tampak sedikit terkejut dengan keberadaan pasien itu,pasalnya disamping pasien ada Ghisel yang sedang menjaganya.Ghisel pun tak kalah terkejutnya dengan keberadaan Alisya bersama dr.Reymond.

__ADS_1


Ya Alloh..kenapa dengan keadaan seperti ini kami dipertemukan lagi...


__ADS_2