KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Pesimis akhirnya


__ADS_3

Bodohnya kamu Alisya..bagaimana mungkin kamu bisa beranggapan kalau Aldo sudah mulai menerimamu.Mustahil..memangnya kamu itu siapa..? kamu tuh cuma perempuan yang dinikahi Aldo hanya sebagai perawat anaknya semata.Gak kurang dan ga lebih..buang simpatimu padanya.,toh dia tidak pernah menganggapmu ada dalam hidupnya..


Seolah setan mulai berpihak padanya dan mulai menyuarakan segala isi hatinya.Marah..kecewa..hancur..semua bercampur aduk dalam hati Alisya.Sungguh teganya Aldo berbuat seperti itu padanya..apa dia tak pernah menyadari bahwa tindakannya semalam sudah membuat Alisya termotifasi akan pernikahannya ini. Dan sekarang jelas sudah bahwa Aldo memang tak pernah menganggap pernikahan ini ada.


Alisya kembali kerumah dengan hati yang remuk redam,pikirannya masih ingat betul akan kejadian dikantin rumah sakit tadi.Tapi dia bukan gadia egois yang hanya mementingkan perasaannya dan mengacuhkan nasib anak tirinya ini.


"Mama tadi kenapa lama sekali..?"


" Hh..maaf sayang tadi mama banyak urusan dan harus diselesaikan hari ini juga.."


" Hmmz...padahal tadi aku dan papa sempat jemput mama dikampus.Tapi kata pak satpam mama udah pulang.." Gadis polos itu bercerita pada Alisya dan hanya dibalas senyum olehnya.


Cukup kak..jangan bertingkah seolah aku adalah orang yang penting dalam hidupmu


***


Menjelang malam Aldo belum juga menampakkan dirinya dirumah.Alih - alih berusah membuang pikiran jeleknya Alisya malah terlihat banyak melamunkan tentang kejadian tadi siang.Tak ingin terus berlarut - larut ia mencoba menyibukkan diri dengan bermain dan membacakan buku dongeng untuk Tasya dalam kamarnya.Semua sudah mereka lakukan dari mulai makan malam,nonto TV dan mengawali tidur dengan minum segelas susu hangat sudah dikerjakan.Kini tinggal Alisya harus membacakan buku dongeng pengantar tidur seperti biasa.


Mungkin karena terlalu lelah memikirkan hubungannya dengan Aldo,Alisya sampai ikut tertidur disamping Tasya putrinya.Aldo yang pulang kerumah tepat pukul 22.00 sedikit kawatir saat tidak mendapati bayangan Alisya dalam kamarnya,pun ketika sakelar lampu kamar sudah dinyalakannya Alisya memang tak ada disana.Penampakan Aldo yang sudah melepas jas nya,lengan panjangnya ditekuk agak keatas,dasi teronggok entah kemana begitu jelas ada kelelahan dimata Aldo.


Dengan sedikit berjalan cepat ia mulai memasuki kamar Tasya.Ada rasa damai menyeruak dalam dadanya,melihat anak dan istrinya sudah tertidur pulas.


Ia mulai mendekati tubuh Tasya dan membetulkan selimutnya yang sudah mulai terkoyak dengan gerakannya.Membelai rambut panjang putrinya lalu mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang.


Lalu ia beralih kearah Alisya yang tampak tertidur pulas memeluk Tasya.Menyelipkan tangan kirinya dibawah tengkuk Alisya dan tangan kanannya sudah berada dibawah lutut Alisya.Aldo menggendong Alisya dan membawanya ke kamar mereka dengan lembut.Tidur dengan memeluk tubuh Alisya mungkin akan menjadi kegiatan rutinnya setiap malam,karena ia tak mau berbagi dengan siapa pun walau itu anak kandungnya sendiri.Direbahkan tubuh Alisya dengan hati - hati pada tempat tidur mereka berusaha agar Alisya tak sampai terbangun.Dipandangi wajah cantik Alisya bak bidadai surga yang sengaja diutus Alloh untuk menyempurnakan imannya.


Mengecup kening Alisya seolah kegiatan wajib bagi Aldo sebelum beranjak tidur.Ada rasa manis disana hingga Aldo merasa candu dibuatnya sebelum Aldo pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Alisya tak sepenuhnya tertidur pulas,ia merasakan saat Aldo membopong tubuhnya kekamar mereka lalu mencium keningnya.Tapi ia tak menolak,ia hanya ingin mengikuti apa yang menurutnya itu semua hanya kebohongan Aldo semata.Dengan mata masih terpejam,seolah tak perlu meminta izin terlebih dahulu air mata mulai mengalir disudut matanya indah Alisya..

__ADS_1


Sebegitu pentingnya kah Ghisel bagimu kak..


***


Tak seperti biasanya..subuh ini Alisya tidak membangunkan Aldo.Ia mengerjakan shalat tahajjud yang dirangkai shalat subuh dengan linangan air mata.Tentu itu tanpa isak tangis,sebab Alisya mengerjakan shalat didalam kamarnya dan Aldo.


Aldo yang merasa sedikit heran dengan sikap Alisya yang tidak membangunkanya untuk shalat subuh meraih jam walker yang ada diatas nakas.Mulai mengumpulkan nyawa seutuhnya dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu bersiap dengan pakaian kerja yang sudah disiapkan Alisya diatas sofa.


Candaan Alisya dan Tasya sungguh indah didengar,Aldo yang mendengarkan sejak ia mulai menuruni tangga ikut menyauti mereka saat tiba dimeja makan.


"Seneng banget kayaknya..papa ga dibagi nih..?" Alisya sedikit terkejut dengan kedatangan Aldo secara tiba - tiba.Pasalnya baru saja ia berniat naik keatas kamar dan ingin membangunkan Aldo.


"Ih...papa apaan sih.Laki -laki dilarang kepo..!"


Seketika Aldo tertawa atas jawaban putrinya itu,sedang Alisya hanya mebalas dengan seuntas senyum saja.


"Oia Sya...hari ini hari pertama kamu koas kan..?"


Mungkin ia merasa tegang karena menghadapi koas pertamanya.


"Berapa lama Sya..?"


"4 hari dalam 1 minggu dan itu selama kurang lebih 2 bulan.." Alisya menjawabnya dengan tidak menghentikan kegiatannya menyiapkan bekal untuk Tasya.


Sekitar 10 menit setelah Aldo sarapan,mereka akhirnya berangkat bersama.Tujuan pertama mengantar Tasya kesekolah.


"Hati - hati ya sayang,jangan nakal.maaf ya nanti mama ga bisa jemput.."


"Terus nanti aku dijemput siapa..?"

__ADS_1


"Nanti kamu dijemput pak Rahmad ya karena papa masih ada kerjaan.."


" Ok ma.."


Tasya menjulurkan tangannya untuk bersalim pada Alisya.Sebelum Tasya masuk kedalam halaman sekolah Alisya masih sempat membenarkan rambut poni Tasya yang mulai keluar dari keningnya dibalik jilbab mininya Pemandangan itu sungguh membuat hati Aldo diliputi perasaan damai yang hanya memandang dari balik kemudi mobilnya.Ia memang tidak mengantar Tasya masuk sampai halaman sekolah,cukup Alisya saja untuk mempersingkat waktu.


Setelah yakin Tasya masuk kesekolah dengan selamat,Alisya melanjutkan perjalanannya bersama Aldo.Kini tujuannya bukanlah kampus melainkan rumah sakit tempatnya melakukan kegiatan koas.Jarak yang tak begitu jauh dari sekolah Tasya membuat perjalanan mereka tak perlu lama untuk menempuhnya.


Sampai rumah sakit Alisya langsung berpamitan pada Aldo dan menyalaminya.


"Kak..aku berangkat dulu ya,Assalamualaikum "


"Nanti aku jemput ya Sya..?"


Alisya yang sudah bersiap membuka pintu mobil tiba - tiba menghentikannya.


"Ga usah kak..bukannya kakak banyak kerjaan..?"


"Iya sih..tapi nanti aku usahakan untuk menjemput kamu..?"


"Jangan memaksakan kak..karena suatu yang dipaksakan selalu berakhir dengan tidak baik..!".Seolah penolakan Alisya mengandung banyak makna.Tapi Aldo masih berperasangka baik dan ingin memahami kondisi Alisya karena kegiatan ini sepertinya menguras tenaga dan pikiran Alisya.


Dengan sejuta niat baik Aldo menahan bahu Alisya dan mendaratkan ciumannya dikening Alisya.Harusnya itu bisa membuat Alisya bersemangat pagi itu,tapi mengapa seperti ada penolakan dalam hatinya.


"Hati - hati dan semoga sukses ya Sya.."


Aldo memberi sedikit amunisi setelah melepaskan ciumannya.


Alisya hanya bisa membalas dengan senyuman saja.

__ADS_1


Teganya kamu memperlakukan seperti ini kak..


__ADS_2