
Disudut ruangan yang nyaman tampak seorang gadis kecil sedang bergelayutan manja dalam pangkuan sang ayah.
"Papa jadikan menikah sama tante Alisya ?"celetuknya yg membuat ayahnya sedikit terkejut.
"Memangnya Tasya ga bahagia apa hidup sama papa aja? "
"Tasya bahagia ko pa,cuma Tasya pengen aja punya keluarga yang sempurna kaya temen - temen disekolah.Punya papa,punya mama,dan punya adek yang bisa Tasya ajak main..!"binar - binar matanya sangat nampak dengan jelas.Tidak diragukan lagi,pasti sebentar lagi gadis kecil itu akan merengek-rengek untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Sayang...kalau menurut papa walau pun kita hanya hidup berdua tapi selalu saling menyangi itu sudah bisa dikatakan keluarga sempurna kok. Gak harus menambah anggota keluarga kita.Papa sudah sangat bersyukur memiliki kamu nak,papa sudah ga butuh yang lain." Aldo mulai memberi penjelasan.
"Tapi Tasya pengen punya mama pa,biar bisa diajak maen bareng,becanda bareng,tidur bareng,dan punya adek..." belum menyelesaikan rayuannya Aldo sudah memotongnya.
"Emangnya Tasya ga suka ya klo maen bareng sama papa?"
__ADS_1
"Suka sih pa,tp lebih suka lagi kalau ada mama.Tasya pengen dianter dan dijemput sekolah sama mama kayak temen - temen Tasya pa.Tasya iri sama reihan,chika,chelsi..semua dijemput mamanya.sedangkan Tasya..."sedikit lagi air matanya jatuh.Seperti ada tombak yang runcing sedang menghujam jantungnya Aldo.Ya Tuhan,kenapa tanpa sadar keegoisannya begitu menyakiti hati putrinya.Diraih tubuh mungil putrinya itu,membelai rambut panjangnya dan sesekali mencium pucuk kepalanya.
"Cukup ya sayang,nanti papa bicara sama eyang Retno"
"ga mau pa,Tasya ga mau dititipin ke eyang Retno"
Protes putrinya itu membuat sedikit menggelitik pendengarannya,yang menimbulkan gurat senyum pada bibirnya.
"Bukan nitipin kamu sayang,papa mau ngomong sama eyang Retno mau ga tante Alisya menikah dengan papa ?"
"Iya sayang,memangnya papa pernah bohong sama kamu?ga kan..?sekarang jangan sedih lagi ya?"
"Asiikkk...janji ya pa?" Gadis itu mengacungkan jari kelingking kehadapan Aldo.Dan Aldo pun membalas dengan mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking putri.
__ADS_1
"Iya..papa janji" ucapan Aldo.Namun jauh di dasar lubuk hatinya tak pernah sedikitpun punya niatan untuk serius memulai bahtera rumah tangga yang baru.Rumah tangganya yang lalu benar - benar membuatnya seperti jatuh tersungkur dari atas tebing kedasar lautan.Bagaimana tidak,kisah cintanya dengan Annisa berawal dari sebuah perjodohan hingga akhirnya mereka menikah.Pada awalnya Aldo tidak menyetujui perjodohan itu,namun pada akhirnya ia menyadari bahwa Annisa adalah istri pilihan orang tuanya yang terbaik dan juga tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta padanya.Annisa gadis yang cantik nan santun penuh dengan kasih sayang,ia bisa sabar menjalani pernikahannya dengan Aldo walau tergambar jelas bahwa cinta Aldo yang hanya diberikan pada Ghisel,wanita yang ia pacari dari bangku kuliah.Tapi niatnya untuk menikahi Ghisel harus pupus,dengan alasan mereka berbeda keyakinan.Orang tua Aldo dan Ghisel sangat menentang dan tidak mentolerir hubungan mereka.sampai akhirnya mereka menyerah dengan hubungan mereka dan Aldo pun menerima perjodohan antara dia dan Annisa.
1 tahun kemudian tepatnya pada tanggal 10 maret Annisa akan melahirkan anak pertamanya dengan Aldo.Semua keluarga menyambut dengan bahagia dan mengantar Annisa ke tempat persalinan.Tp tidak dengan Aldo,ia masih berada diluar kota sebab ada urusan pekerjaan yang harus diselesaikan.Sebisa mungkin Aldo berusaha agar cepat pulang ke Jakarta supaya bisa menemani Annisa melahirkan.Namun sayang,apa mau dikata takdir perkata lain.Sebelum Aldo sampai diJakarta ia harus merasakan manisnya madu pernikahan hanya dirasakan Aldo sampai hari itu saja,sebab Annisa mengalami pendarahan hebat saat melahirkan hingga team Dokter pun tidak bisa menyelamatkan nyawa Annisa.Annisa meniggal dan meninggalkan seeorang gadis cantik yang mereka beri nama Tasya.
***
"Mama sudah ngomong kan sama Alisya? " Aldo memulai obrolanya.
"Iya do,mama sudah bicara dengan Alisya.Tapi mama gak bisa kalau terlalu memaksa Alisya.Mama harap kamu mengerti ya?"
"Aldo mengerti ma..sebenarnya Aldo juga merasa berat harus menjalankan pernikahan dengan Alisya.Mama tau kan kalau saya masih menyayangi Annisa.?saya merasa bahwa Annisa tidak pernah meninggalkan kami." Bibir Aldo bergetar saat menyebut nama Annisa.Mengenang kebersamaannya bersama Annisa walau cuma sebentar.
"mama mengerti Aldo,tapi kalau mama boleh berpendapat coba lah membuka hati mu.Hidup lah untuk masa depanmu,jangan melihat kearah belakang yang bisa merusak semua impianmu." Bu Retno menarik nafas dalam - dalam.Ia menyadari bahwa tidak lah muda bagi Aldo untuk meninggalkan kenangannya bersama Annisa."jadikan pernikahan ini sebagai ladang ibadahmu nak,bahagiakan istri dan anak - anakmu kelak sebagai pengantarmu menuju surgaNYA."
__ADS_1
"Iya ma, saya akan berusaha."
sebuah senyum tercipta dibibir wanita itu.Entah apa yang mendasarinya hingga wanita ini yakin bahwa Aldo adalah laki - laki yang pantas untuk kedua putrinya,Annisa dan Alisya.