KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Cahaya itu


__ADS_3

Benar memang,cinta terbaik itu terkadang datang disaat kita lebih memilih pasrah atas segala ketetapan Alloh dan berhenti berharap pada manusia..


Aldo tergolek lemah diatas kasur perawatan disebuah rumah sakit dengan jarum infus yang masih menancap di punggung telapak tangan kirinya.


Kejadian semalam benar - benar menguras tenaganya.Obat perangsang itu merasuk hingga sistem syaraf terkecil sekalipun.Tidak ada penangkalnya melainkan harus terjadi sebuah pelepasan dari jiwa Aldo.Jika saja Aldo ingin melakukannya dengan Alisya tentu tidak akan menimbukan dosa sebab Alisya sudah menjadi istri sahnya.Tapi tidak dalam keadaan seperti saat itu yang pastinya akan menciptakan kekecewaan mendalam pada Alisya.


Aldo meraih sebuah gunting yang ada di atas meja lalu menggoreskannya pada lengan kanan tepat diatas nadinya.


"Kak..apa yang kakak lakukan..?"Alisya terperanjat dengan tindakan Aldo.Aldo membutuhkan sebuah pengalihan untuk meredakan efek obot perangsang itu.Tak lama setelahnya tubuh Aldo ambruk kedasar lantai dan tak sadarkan diri.


***


Alisya membaca ayat demi ayat surat Al Mulk disamping tubuh Aldo yang masih berbaring lemah.Hingga siang ini Aldo belum juga menunjukkan tanda - tanda kesadarannya.Bekas luka dilengannya tidak begitu parah menurut dokter,tapi efek dari obat perangsang itu jelas akan memberi efek tertentu pada cara kerja syaraf Aldo dikemudian hari.


Alisya yang sudah selesai dengan Muroja'ah nya mengambil tissu basah yang ada dinakas dan mulai mengusapkan dibagian wajah Aldo yang terlihat mulai kusam.Dilapnya wajah Aldo dengan lembut dan hati - hati.Terlihat jelas disana bahwa Alloh menciptakan segala sesuatunya dengan begitu sempurna.Ditatapnya wajah Aldo yang masih terpejam dengan perasaan yang mendalam.


Apa yang sebenarnya ada dalam fikiranmu kak yang membuatmu kadang sulit untuk berlaku jujur pada dirimu sendiri..


Kamu mendengarkanku Aldo syahputra?apa yang sebenarnya terjadi pada mu sampai kamu merasa kesakitan sepanjang malam..


"Sya.."


Rintihan Aldo membuat Alisya terperanjat dan menjatuhkan tissu basah yang ada ditangannya.


"Kak..Alhamdulillah..kakak uda sadar.."


"Dimana aku Sya..?"


"Kakak ada dirumah sakit.Tangan kakak terluka,sebaiknya kakak banyak istirahat.."

__ADS_1


Aldo terdiam dengan keterangan dari Alisya.


"Sya..maaf..?"


"Maaf untuk apa kak?jangan meminta maaf untuk kejadian semalam.Karena aku tau itu bukan kemauan kakak..!" Ada rasa lega dalam hati Aldo saat Alisya mengucapkan kalimat itu.Sejenak Aldo berusaha merangkai sebuah kata indah untuk Alisya.Tapi Aldo bukanlah tipe laki - laki yang mudah mengobral rayuan untuk para wanita.Kebisuanpun tak bisa dihindari.


"Sya..kamu adalah perempuan yang selalu bercahaya setiap bersamaku yang gelap ini.Rasanya aku seperti sebuah kotoran yang nampak diair yang jernih saat bersamamu.Tidakkah kamu ingin menjauh dari makhluk yang hina ini..?"


Asya menajamkan penglihatannya pada mata Aldo tang tak henti memandang wajah ayu itu.


"Justru aku yang melihat sosok pemimpin yang 'Arif dalam diri kakak..!Sejak kapan kakak peninggalkan shalat.."


Kalimat terakhir Alisya seolah membuka kartu kejujuran Aldo.


"Aku sudah lupa Sya.."


"Tapi aku masih melihat bekas sinar cahaya itu dimata kakak.."


"Bahkan tampak jelas dengan mudahnya kakak mentadzabburi dan meresapi setiap kalimat - kalimat AlQur'an.."


"Tapi aku meninggalkanNya dan Dia pun meninggalkan aku..!"


"Tidak kak..sejatika Alloh tidak pernah meninggalkan kita.Kakak hanya perlu sedikit demi sedikit menyirami iman itu agar tumbuh subur sampai keakar - akarnya.."


"Lalu apa kamu sanggup berbagi air itu denganku..?"


"Maka jadilah imam pada shalat dzuhurku kali ini.."


***

__ADS_1


Setelah hampir dua hari dirumah sakit akhirnya Aldo diizinkan untuk pulang dan beristirahat.Rasanya Aldo sudah bosan hanya ada diatas tempat tidur,bosan dengan aroma rumah sakit,bosan dengan obat dan makanan rumah sakit.Ah..bagaimana dengan Alisya yang nantinya akan selalu berhubungan dengan itu semua setelah ia menyandang gelar dokternya.Tentu saja itu akan menjadi candu untuk Alisya karena ini adalah jalan yang sudah ia pilih.Menjadi seorang Dokter adalah cita - citanya sejak kecil.Bagaimana mungkin ia akan bosan dengan hal - hal yang berhubungan dengan rumah sakit sedang itulah yang selalu ia harapkan setelah sekian lama.


"Kakak mau mandi sekarang..aku sudah siapakan air hangatnya.."


Alisya menawarkan pada Aldo yang masih berbaring diatas tempat tidur kamarnya dan langsung disetujui olehnya.


Aldo langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.Belum sempat Aldo membuka pintu kamar mandi,terdengar suara Tasya yang tiba - tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Paaaa...maaa..."


" Eh..anak mama udah pulang.."


"Iyo dong ma,abisnya Tasya uda kangen banget sama mama dan papa.."


Alisya yang melihat Tasya merajuk langsung membukukkan badannya agar bisa memeluk putri tercintanya itu.


"Oh...maaf ya sayang uda ninggalin Tasya dirumah eyang..mama sama papa juga kangen banget ko sama princess cantik ini"Alisya mengelus - elus rambut halus Tasya.


"Oh iya ma..tadi aku dianter sama eyang Yuni sama eyang Yusuf.Mereka sekarang ada dibawah.."


"Oh ya....kalau begitu kita harus kebawa.Biarkan papa mandi dulu karena sudah 2 hari papa ga mandi.." Alisya melirik kearah Aldo dan dan menutup hidungnya.Sontak saja perbuatan Alisya membuat Aldo tersenyum geli melihatnya.


"Ih...papa bau.."


Keduanya langsung tertawa bersama.


"Hmmzz jadi papa bau nih..?ya uda papa mau peluk Tasya aja sekarang.." Aldo menggoda Tasya dan mulai mendekatinya dengan gaya ala monster yang ingin memangsa musuhnya.Tasya yang melihat itu merasa takut tapi tertawa dan mulai berlari- lari kecil mengelilingi tubuh Alisya sambil menarik ujung baju Alisya.


Lama - lama Alisya merasa kerepotan juga dengan tingkah bapak dan anak satu ini.Kedua - duanya terus melakukan aksi kejar - kejarannya disekitarnya dan itu membuat tubuh Alisya terus terpontang - panting dengan tarikan tangan Tasya pada ujung bajunya.Dan akhirnya pertahanan Alisya runtuh juga.Alisya sedikit terpental karena tidak sengaja Tasya menarik baju Alisya agak kuat.Untung saja dengan sigab lengan Aldo menahan tubuh Alisya agar tidak sampai jatuh kelantai.Otomatis tangan Alisya langsung bergelayut pada pundak Aldo,jadi persis seperti adegan difilm bollywood.Dua pasang mata itu bertemu,Aldo mengunci nya dan tidak memberi kesempatan pada Alisya untuk mengalihkan pandangannya.Agak lama mereka melakukan kontak mata itu,kalau saja suara dan dorongan tangan Tasya tidak menyadarkannya mungkin kegiatan itu masih bisa dilakukan lebih lama lagi.

__ADS_1


"Ihh..awas monster jelek...!!!Maaa..ayo turun..eyang udah nunggu.."


__ADS_2