
Sebuah kendaraan roda empat melaju dengan tenang ke sebuah daerah Pondok Indah,didalamnya terdapat seorang wanita berkebaya putih lengkap dengan hijabnya sedang memangku anak kecil yang sudah tertidur pulas dalam pangkuannya.Pandangannya lurus kedepan seolah pemandangan didepan lebih menarik dari pada seorang yang disampingnya yang sedang sibuk mengendalikan laju mobil itu.
Keduanya tak ada yang bersuara,hening seketika saat gadis dipangkuan Alisya tertidur.
Sebelum Tasya tertidur tampak mereka seperti keluarga harmonis pada umumnya,ngobrol,bercanda,tertawa bersama sampai akhirnya Tasya tertidur.Tidurnya Tasya seperti memberikan efek lakban pada bibir mereka masing - masing,tak ada yang bicara atau sekedar bertanya..dua insan yang begitu aneh padahal mereka sudah diikat dalam sebuah pernikahan.Dan sampailah mereka pada tujuannya,dikediaman Aldo.Rumah tampak mewah dari luar,dikelilingi pagar besi yang indah gaya eropa semakin menguatkan bahwa pemilik rumah itu bukanlah orang sembarangan.Pintu gerbang terbuka otomatis dan mobil pun bisa langsung masuk dan melesat dibalik gerbang itu.
Tanpa aba - aba Aldo langsung turun dari mobilnya dan langsung menuju pintu disamping Alisya dan putrinya dan membukanya.
" Sini,biar Tasya aku yang bawa saja.Kamu ambil koper kamu dibelakang".Itu adalah kalimat pertama yang diucapkan Aldo pada Alisya.sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat itu,hanya saja Aldo mengucapkan dengan nada yang sangat datar seolah - olah takut Alisya akan menculik Tasya.
Alisya tak menjawab apa - apa,dia hanya membalas senyum yang sama sekali tidak dihiraukan Aldo.
Tuhan...beginikah pernikanku
Alisya merapikan barang - barang yang ia bawa tadi,memang tak banyak karna Alisya berfikir akan sering - sering berkunjung kerumah orang tuanya dan bisa membawa barang - barangnya dengan berskala.
Tanpa disadari Alisya,ternyata Aldo sudah ada dalam satu kamar dengan dirinya.Jas hitamnya tadi sudah tak terpakai,dasi yang mengait dilehernya sudah tak ada,lenganya sedikit ditekuk keatas.sungguh pemandangan alamiah dari seorang Aldo Syahputra.
" Kalau kamu sudah selesai beres - beres aku tunggu kamu diruang keluarga.Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Tanpa menunggu jawaban Alisya,Aldo sudah langsung keluar kamarnya.Alisya masih termangu dengan ucapan Aldo yang secara tiba - tiba,dipandangi punggung suaminya itu yang keluar kamar dengan santainya.Tanpa sadar ia menjatuhkan sebuah lipatan hijab yang akan dimasukkan kedalam lemari didepannya.Entah perasaan apa yang dialami Alisya,awalnya ia bersimpati dengan keadaan Aldo yang ditinggal oleh kakaknya Annisa sejak tragedi melahirkan Tasya,tapi lama - lama dia resah dengan sikap dingin Aldo yang membuat ketidak nyamanan pada dirinya.
Ya Alloh...kiranya apa yang akan dibicarakan suamiku yang hatinya dingin sedingin es batu itu
"Sya..maaf kalau aku merepotkanmu ".sedikit terasa indah kalimat Aldo pada pendengaran Alisya yang sedang duduk tepat berhadapan dengan Aldo dalam sebuah ruangan keluarga yang terdapat beberapa sofa yang menghadap sebuah layar televisi yang sangat lebar.
__ADS_1
" Kamu pasti sudah tau kalau aku belum bisa memaafkan diriku sendiri atas kematian Annisa.Apalagi untuk memulai hubungan yang baru dengan wanita baru,itu tidak pernah terlintas dalam fikiranku."
Deg..kenapa harus diucapakan denga jujur dan jelas.
" Ya kak...aku juga tau dari mama.Kakak menikahiku semata - mata hanya ingin membahagiakan Tasya saja kan..?"
"Syukur kalau kamu memahami itu Sya,tapi bagiku pernikahan adalah sebuah hal yang sakral jadi jangan pernah berharap ada perpisahan dalam pernikahan kita ini". Dengan suara tegas Aldo mempertegas prinsipnya pada Alisya.Tentu saja kalimat itu membuat jari - jari Alisya secara otomatis sedikit meremas - remas ujung kebaya pengantinnya yang belum sempat ia lepaskan.
"Baiklah kak..kalau kak Aldo masih memegang kuat prinsip kakak,maka jangan pernah melarang aku untuk melakukan tugas - tugasku sebagai istri kakak dan mama dari Tasya.Biar kan aku mencurahkan kasih sayangku kepada Tasya yang juga keponakan kandungku tanpa batasan - batasan tertentu.Aku tidak mau suatu saat kakak memberi jarak antara aku dan Tasya,karena memang pernikahan ini harus berjalan dengan tidak semestinya."
Kepasrahan Alisya seolah seperti angin segar bagi Aldo yang percaya pada keyakinannya bahwa ia tak akan bisa jatuh cinta pada Alisya.
"Baiklah Sya..aku sependapat denganmu.Jalani saja pernikahan ini dengan atau tanpa cinta.bagiku sama saja ."
Apakah dirinya hanya sebagai tumbal untuk mencapai kebahagiaan Tasya,terlalu sadiskah ini.Tentu saja tidak..Tasya adalah keponakan yang sangat ia sayangi dan kini statusnya menjadi anaknya.Jangankan hanya sebuah pernikahan tanpa cinta,nyawa pun ia rela korbankan demi kebahagiaan Tasya semata.
Aldo masih fokus menghadap layar televisi yang ada dihadapannya,sedang Alisya sudah mulai beranjak dari tempat itu meninggalkan sejuta kepedihan dalam relung jantungnya menuju kamar untuk berganti pakaian.
***
Alisya kini sudah berada dalam kamar Tasya yang kebetulan posisinya tidak terlalu jauh dari kamar Aldo dan Alisya.Ia sudah mengganti pakaian kebayanya tadi dengan gamis sederhana ala rumahan yang berwarna mustard dan dipadukan dengan hijab pasmina berwarna coklat tua yang dibentuk sederhana tanpa aksesoris.Ia duduk disamping Tasya yang masih tertidur pulas lalu memandangnya dengan dalam sambil merapikan dan membelai rambut panjangnya.
Sayang..walaupun papamu tidak pernah mengharapakan kehadiran tante,tapi tante akan selalu menyayangimu apa pun yang terjadi.
__ADS_1
" Sayang...bangun yuk...sudah sore.."
"...."
"Ayo sayang..nanti keburu malam.mandi dulu lansung minum susu yuk.. "
"Hmmzz...maaa..Tasya masih ngantuk"
"Ih...bau asemm.kalau gitu mama ga mau ah dipeluk sama Tasya." Rayu Alisya sambil iseng menutup hidungnya sendiri seolah - olah menggoda gadis kecil itu.
" Mamaaa..."
Tasya menggelayutkan tangannya kearah pundak Alisya yang membuatnya otomatis memeluk anak sambungnya itu.Alisya merasa geli sendiri dengan kemanjaan putrinya itu dan langsung mencium pipi gembil Tasya.
"Tasya minta digendong mama,dimandiin mama juga"
"Ok siap tuan putri..mari kita lakukan kegiatan mandi sore hari ini dengan menaiki pesawat."
Tanpa jeda lagi Alisya langsung menggendong tubuh Tasya sambil terus menciumi rambut Tasya yang lebat menuju kamar mandi.Tasya terkekeh mendapati tubuhnya yang langsung digendong Alisya dan semakin menguatkan pelukannya pada Alisya.
ngengg...ngengg
Tanpa disadari ada sepasang mata yang mengawasi kegiatan mereka dengan senyum mengembang dibibirnya.
__ADS_1