
Pagi yang dingin membekukan hati kedua insan itu,walaupun belum tanpak fajar dari balik tirai kamarnya tapi waktunya sholat Subuh sudah hadir.Alisya yang sejak pukul 3 tadi sudah terjaga dan menunaikan rutinitasnya yaitu sholat tahajjud dan dilanjutkan membaca kalam Alloh merasakan perbedaan suasanya.Ia biasa menunaikan kegiatannya itu bersama teman - teman seperjuangannya di pondok pesantren dan mengerjakannya sholat subuh tanpa sebuah beban dipundaknya.Yah...ia merasakan bahwa sudah kewajiban seorang istri untuk mengajak pasangannya berjalan kearah yang lebih baik secara bersama - sama.Tapi tidak dengan Aldo,pun ketika Alisya sudah selesai melaksanakan sholat subuh Aldo masih tak beranjak dari tempat tidurnya.
" Kak...bangun..udah subuh.Kakak ga sholat"
Alisya mencoba membangunkan Aldo dengan suara khasnya yang lembut sambil menggoyang - goyangkan kaki laki - laki itu.
"..."
"Ayo kak,sholat dulu nanti kakak bisa tidur lagi"
" Sya...aku masih mengantuk.Nanti saja.."Jawab Aldo seenaknya.
"Tapi kak ini sudah mau pagi.Nanti keburu habis waktunya ."
"Tolong jangan ganggu ak Sya..aku masih ngantuk"
Alisya menarik nafas panjang dan membuangnya sedikit kasar,ia merasakan sedikit kekecewaan atas perilaku Aldo yang dengan mudah meniggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim.Ia gagal mengajak Aldo beribadah bersama seperti yang biasanya dilakukan orang tuanya setiap hari sebagai bentuk tanggung jawab seorang suami sebagai pimpinan sebuah keluarga.
Memang Aldo yang sekarang sangat lah berbeda dengan Aldo yang dulu pernah dinikahi kakanya, Annisa. Sebenarnya Aldo adalah laki - laki sholeh yang taat akan perintah - perintahNYA,karena sewaktu kecil ia pernah mengenyam pendidikannya disebuah pesantren.Yaah...walau pun cuma 3 tahun hidup dipesantren,kirannya itu sudah cukup untuk membekalinya sebuah ilmu agama dalam rumah tangga.Alisya memang sangat berbeda dengan Annisa,Alisya wanita yang berpegang teguh dengan keimanan yang diajarkan kedua orang tua nya sewaktu kecil.Sedangkan Annisa adalah wanita baik yang sulit dikendalikan orang tuanya agar mengenyam pendidikannya dipesantren,akan tetapi hanya Aldo lah yang mampu menunjukkan jalan keimanan Annisa.Aldo membimbingnya untuk belajar menjadi muslimah sejati.Ia pun mulai mengikuti kegiatan Aldo seperti sholat dan tadarrus bersama.Namun 1 keinginan Aldo yang belum diwujudkan Annisa yaitu mengenakan hijab penutup rambutnya yang merupakan aurot bagi wanita muslimah dengan dalih Annisa belum siap jika harus mengenakan hijab dan menyembunyikan rambut indahnya.Aldo tidak bisa memaksanya,karena Annisa memberikan janji pada Aldo jika selesai melahirkan Annisa akan istiqomah mengenakan hijab.
Namun kini keadaan sudah berubah..semenjak kematian Annisa,Aldo selalu merasakan kekecewaan yang mendalam.Terlebih disaat - saat terakhir Annisa sangat membutuhkan kehadiran Aldo,Aldo tidak bisa melakukanya.Sifat dan sikapnya berubah drastis,kekecewaan yang ia rasakan ia lampiaskan kepada imannya.Ia tak pernah melaksakan sholat maupun tadarrus lagi,ia tenggelamkan imannya bersama dengan kesibukannya yang semakin menggila untuk mencapai sebuah prestasi.Suara merdu adzan tak pernah terdengar lagi dalam hatinya,kalimat indah Alqur'an tak dapat lagi menyentuh nuraninya.Aldo sangat egois yang hanya mengutamakan ambisinya,mengalahkan semua lawan - lawannya didalam sebuah persidangan.Tapi walau begitu tak pernah sekalipun Aldo memenangkan kasusnya dengan licik atau pun curang.
__ADS_1
***
"Sayang..ini bekalnya mama taruh di dalam tas ya..,jangan lupa nanti dimakan.Ok ?"
"Pasti dong ma...Tasya akan menunjukkan ke teman - teman Tasya kalau Tasya dibuatkan bekal sama Mama Tasya.Tasya jadi ga sabar ma pengen cepat berangkat sekolah" ucapan Tasya dipagi itu secara otomatis menciptakan senyum yang indah dibibir Alisya.
"Hehehe...anak mama bisa aja.Ya uda sekarang kamu berangkat dulu ya karena papa sudah menunggu.nanti keburu terlambat"
"Siap bu bos.."jawab Tasya yang membuat Alisya semakin melebarkan senyumannya.
Digandengnya tangan mungil Tasya menuju halaman depan rumah yang disana tampak Aldo sudah siap untuk memasuki mobilnya.Sesampai disamping mobil Alisya langsung menciup pipi gembil Tasya dan mengajaknya bersalam dengan ibu sambungnya itu.
"Jangan nakal ya.."
Sadar jika Aldo masih berdiri disampingnya dan masih menatap Tasya,dengan lembut Alisya meraih tangan Aldo.Diciumnya punggung telapak tangan laki - laki itu.Aldo yang terkejut dengan perlakuan Alisya reflek langsung memandang tanganya yang masih dicium Alisya.
"Hati - hati kak.,oia nanti siang aku ada acara sebentar dikampus.Aku minta izin kekampus sebentar ya kak ?"
Permohonan Alisya hanya dijawab dengan sebuah anggukan saja.Tanpa sepatah kata Aldo langsung berjalan menuju mobil dan membenamkan tubuhnya di balik pengendalianya.Dipandanginya mobil itu yang berjalan semakin menjauh dari pandangan Alisya,tampak tangan kecil muncul dari balik kaca mobil dan melambai - lambaikan kearah Alisya.
"Da..da...mama"
__ADS_1
"iya sayang..Assalamualaikum"
***
Tepat pukul 08.00 Alisya sudah sampai didepan kampusnya.Suasana kampus tampak sedikit lengah,mungkin karena ini terlalu pagi menurut Alisya.
Alisya berjalan menuju sebuah Lab yang sudah dibuat janji bertemu dengan teman - temannya disana.Mereka akan mengadakan rapat sejenak mengenai persiapan koas untuk Fakultas kesehatan pada minggu depan.
Baru sampai didepan pintu Laboratorium,tiba - tiba pundak Alisya ditepuk sebuah tangan dan di barengi nafas yang engos - engosan dari si penepuk itu.
"Aku gak terlambatkan sya..?" suara Sita memkakkan telinga Alisya karena saking kerasnya.
" Hemm...dasar kamu.pasti kamu bangun kesiangan lagi kan ?"
"Hehe...maklum Mahasiswa sibuk selalu bangun kesiangan.." Jawab Sita yang tak nampak keseriusan dalam ucapannya.Alisya hanya mengulum senyumnya mendapati penampilan Sita yang berantakan persis penampilan khas orang yang baru bangun kesiangan.
"Asal kamu ga lupa mandi aja sit..kasian temen - temen kalau kamu ga sempat mandi.pasti mereka langsung pingsan kalau mencium baumu "
" Ya enggak lah Sya.,walaupun aku bangun telat dan ga sempat mandi tapi aku ga lupa pakai deodorant dan parfum biar ga ad yang curiga..!"
" What..dasar kamu Sita...Sita "
__ADS_1
Mereka pun melangkah bersama masuk kedalam ruangan yang ad dibalik pintu.Sita memang sahabat baiknya dikampus,walauoun penampilannya selalu berantakan dan sedit agak tomboy, tapi Sita adalah sahabat terbaik untuk Alisya.Mereka tak pernah sungkan walau dalam hal ejek - ejekan,masuk telinga kanan keluar telinga kiri.Tak pernah sedikitpun candaan mereka terbawa sampai kedalam hati mereka.Tak pernah ada rahasia bagi mereka berdua. " Duka mu dukaku juga,sukamu sukaku juga"
Tapi tidak dengan status Alisya kali ini yang sebagai istri mantan kakaknya.Ia belum siap membaginya dengan sahabatnya ini,ada rasa sedikit malu bila Sita mengetahui kalau Alisya sekarang menyandang status Ny.Aldo.Ditambah lagi pernikannya ini belum berjalan sesuai yang diinginkan pasangan suami istri pada umumnya.Takut - takut kalau sampai Sita merasa prihatin dengan nasi sahabatnya ini.Oh..ini sungguh sangat membebani Alisya