KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Kampus


__ADS_3

"Ok teman - teman sampai disini rapat kita kali ini.Dan sudah diputuskan ya,bahwa Khoirul menjadi ketua dikegiatan Koas kita"


Rapat mereka selesai tepat puku 10.30 pagi,semua mahasiswa yang terlibat terlihat mulai bersiap - siap untuk keluar dari ruangan itu.Tak terkecuali Alisya dan Sita,mereka terlihat berjalan bersama - sama keluar dari ruangan laboratorium menuju kantin yang merada di ujung paling barat.


Sampai disana mereka langsung duduk ditempat bangku yang sudah disediakan,mengobrol dan menikmati minuman yang mereka pesan.


"Kamu enak sya,dapat dosen pembimbing seperti pak Reymond pada koas mu nanti.Dia kan juga dokter ahli bedah.Tentu ilmunya tidak hanya sampai pada teori semata,dia pasti sering melakukan oprasi besar yang nantinya lebih muda menyalurkan pada mahasiswa bimbingannya"


Sita terlihat sedikit mengerutkan dahinya sambil memutar - mutar sedotan yang ada digelas dihadapannya.Tapi tentu saja itu bukan berarti Sita merasa iri pada sahabatnya.


"Wahai sahabatku yang paling cantik,kamu tidak bisa membanding - bandingkan seperti itu,bukankah matahari dan bulan juga sama - sama bersinar sesuai masanya.Jadi jangan khawatir,Insha Alloh semua akan mendapakan ilmu yang sama sesuai usahanya ."Alisya menjawab dengan sedikit mencupit pipi sahabatnya itu.Sedang Sita meringis seolah - olah cubitan Alisya sangatlah sakit.


"Iya...iya bu Ustazda..."Alisya merasa geli sendiri melihat ekspresi sahabatnya itu.


Sedang dari arah belakang terlihat Khoirul sedang berjalan kearah mereka.Sudah bisa dipastikan,tujuan Khoirul kearah mereka pasti hanya ingin bertemu Alisya.Yah..Khoirul adalah putra dari KH.Sya'roni pengasuh dari pondok pesantre tempat Alisya menimba ilmu.Bukan rahasia lagi kalau Gus Khoirul itu sudah lama menaruh hati pada Alisya.Entah karena kepolosannya atau tidak ada ketertarikan baginya hingga Alisya tak pernah mempedulikan perasaan Khoirul.Pun Khoirul tak pernah sekalipun mengutarakan perasaannya pada Alisya.Ia beranggapan bahwa belum waktunya ia menyatakan cinta mada Alisya,sebab Alisya tampak masih serius dengan kuliahnya.Tapi gerak - gerik Khoirul menunjukkan seorang yang hanya satu kali pandang pasti mengetahui kalau Khoirul memang menaruh hati pada Alisya.


"Masha'ul khoir.."


"Eh..gus Khoirul"


"Aduh Sya,kalau dikampus jangan panggil gitu dong.Aku disini juga mahasiswa.Jadi sama kayak kamu"


"Tapi kan Gus Khoirul itu putra dari pengasuh pondok pesantren tempat aku menimba ilmu.Jadi wajar aja kan.."Alisya membantah tentunya dengan nada yang sopan dan sedikit bercanda.


"Jangan dong Sya,kalau kamu panggil aku Gus kesannya kayak aku uda tua banget."


"Iya deh Khoirul.." Sita menyaut diantara perdepatan dua temannya itu.Dilanjut gelak tawa mereka bersama - sama.


"Oia Sya,kamu kok jarang terlihat dipesantren ?" Tanya Khoirul

__ADS_1


"Ehm..aku sekarang uda ga dipesantren lagi."


"Loh emangnya kenapa Sya?" Sita yang merasa terkejut dengan jawaban Alisya.


" Ada sedikit urusan keluarga Sit yang mewajibkan aku harus pulang kerumah"


"Kamu ga lagi dikawinin kan sama orang tua kamu ?" Sita bertanya dengan asal,tapi pertanyaan itu terasa seperti anak panah yang lepas dari busurnya tepat mengenai dadanya. Alisya tersedak oleh minumannya yang baru saja ia rasai,tangan Sita otomatis menepuk - nepuk punggung Alisya.


"Kamu ada - ada aja Sit" Elak Alisya dengan ragu dan membuah pandangannya asal.Tapi bisa dilihat dari sudut pandang Khoirul bahwa saat ini Alisya memang sedang berbohong.Oh..Alisya.,sesempurnakah itukah kamu.Hingga saat melakukan dosa pun kamu tak mampu.


"Kamu kalau minum hati - hati dong Sya ?"


Ting


Terdengar Hp Alisya berdering tanda panggilan masuk.Ia mengambil Hp nya yang ada disaku gamisnya,sedikit mengerutkan dahinya karena tak mengenal siapa yang sedang menelphonnya.


"Hallo..Tasya ingin kamu yang menjemput sekolah,dia keluar sekolah pukul 11.30" Sudah dipastikan itu suara Aldo.Seolah tak ingin berbasa - basi saat menelphon.


"Aku pulang malam,kalian boleh makan tanpa menunggu aku pulang.Aku jaga mama,mama sedang dirumah sakit"


"Tut..tut..tut.."


Tanpa menunggu jawaban dari Alisya,Aldo sudah menutup sambungan telphonnya.Sebenarnya itu permintaan Aldo sangatlah indah dipendengaran Alisya jika saja Aldo mengucapkan dengan lemah lembut.


***


Ditempat Tasya sekolah,Alisyah sudah menunggu didepan pintu gerbang.Tampak dari kejauhan seorang gadis kecil dengan kerudung yang sudah berantakan khas anak TK melambai - lambaikan tangannya kearah Alisya.Suara cempreng Tasya saat memanggil - manggil nama Alisya sangatlah merdu bagi Alisya.


"Maaaa..aku seneng deh dijemput mama"

__ADS_1


Tanpa komando Tasya langsung menghampiri dan memeluk Alisya dengan kuat.


"Iya sayang..kalau mama ada waktu pasti mama yang akan selalu jemput kamu "


"Memangnya papa kemana ma"


"Papa masih ada dirumah sakit nak,jaga eyang Yuni yang lagi sakit"


"Kalau begitu kita kerumah sakit aja ma ?"


"Kamu kan baru pulang sekolah,pasti capek.Kita pulang dulu aja yah..?"


"Ga mau ma,Tasya pengen nengokin eyang ma.."


"Tapa sayang,jangan sekarang.."


"Ga mau maa,sekarang aja"


Rengekan Tasya semakin tak terkendali.Gamis Alisya ditarik - tarik hingga Alisya merasa kerepotan dengan tingkah bocah itu.


"Iya uda deh...iya..iya..kita langsung berangkat kerumah sakit aja sekarang"


"Terima kasih maa"


Tasya bergelayutan manja dipinggang Alisya sambil menunggu kendaraan OnLine yang dipesan Alisya sebelumnya.


***


Tasya tertidur saat diperjalanan menuju rumah sakit,tak tega untuk membangunkan dengan terpaksa Alisya menggendong gadis lucu itu yang memang bertubuh agak gemuk menuju kamar rawat bu Yuni.Alisya merasa sedikit kerepotan dengan adanya tas ransel dipunggungnya.Ia terus berjalan menuju lift yang akan membawanya kelantai 3.Tampak pintu lift yang akan dinaikinya terbuka dan tanpa sengaja Alisya melihat sosok Aldo keluar dari pintu lift yang berbeda dengannya.Sontak Alisya ingin menyapa Aldo agar Aldo tau bahwa ia dan putrinya sedang ada disana.Tapi niatnya itu diurungkan saat ia melihat sesosok wanita cantik nan anggun berwajah oriental sedang berada disamping Aldo.Mereka nampak telibat perbincangan yang sangat seru,hingga mereka tak sungkan untuk berbagi tawa bersama - sama.Sejenak Alisya terkejut , tapi sadar bahwa dia sekarang dalam keadaan menggendong Tasya hingga ia tak ada nyali untuk menyapa.Dan juga pintu lift yang ia naiki sudah mulai tertutup pintunya.Dipandanginya bayangan Aldo dari balik pintu lift yang sedikit - sedikit mulai merapat.

__ADS_1


Beruntung hanya Alisya dan Tasya dalam lift itu,hingga tidak perlu ada yang tau jika raut wajah Alisya benar - benar pucat karena memikirkan hal yang begitu tabu baginya.


Siapa wanita yang bersama kak Aldo tadi..?mungkinkah temanya atau kliennya..?tapi mengapa mereka terlihat sangat akrab sekali seolah menunjukkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih


__ADS_2