
Allohumma inni asaluka min khoirika wa khoiri maa jabaltaha alaihi. Wa a'udzu bika min syari waa syarri maa jabaltaha alaih..
Aldo terpesonah dengan pemandangan yang ada didepannya,dibelainya rambut Alisya yang panjang dan hitam hingga aroma bunga lily menyeruak dari rambut itu.
Kumudian ia beralih kekening Alisya lagi dan mulai menciumnya.Beralih turun ketulang hidung Alisya yang mancung dan dilanjut mencium kedua pipi Alisya.Alisya mencoba mengontrol detak jantungnya yang seakan tidak mau diajak kompromi.
Pandangan Aldo beralih kebawah..bibir Alisya yang terlihat masih tertutup mulai dijamah Aldo.Aldo pun ******* bibir Alisya dengan lembut,belum ada reaksi disitu.Aldo menyadari ini hal pertama bagi Alisya,jadi harus penuh rangsangan.
Aldo mulai memanipulasi Alisya saat ciumannya yang tak kunjung terbalas ia beralih untuk menyusuri rahang Alisya sampai dibelakang cupinganya.Alisya yang tak terbiasa dengan hal itu sedikit merintih dan membuka sedikit bibirnya.tentu saja kesempatan itu takkan dilewatkan olehnya.Bibir Alisya yang sedikit terbuka langsung merasakan bibir Aldo sudah menembus pertahanannya.Lidah Aldo sudah bisa bergerilya didalamnya dan terus menikmati bibir Alisya.Awalnya bingung..lama-lama Alisya pun mulai bisa menyeimbangi ciuman Aldo.Ia juga mebalas dengan menghisap lembut bibir Aldo.Sadar akan balasan Alisya,Aldo pun semakin meperdalam lagi ciumannya itu. Bersamaan itu tanpa diperintah tangan Alisya mulai bertumpuh pada pundak Aldo.Seolah pundak itu mampu menopang segala masalah yang akan mereka hadapi nantinya.
"Kak.." Alisya yang sudah mulai kehabisan nafas menyudahi ciumannya.
Aldo yang merasa jiwanya sudah porak poranda tak kuasa untuk tak melanjutkan kegiatannya.Dengan mata yang sayu dan tatapan penuh gairah ia mencoba mendengarkan kalimat yang diucapkan Alisya.
"Kak aku takut.."
Aldo mengusapkan jarinya pada ujung bibir Alisya yang terlihat agak bengkak akibat ulah Aldo.
"Sya..kita adalah pasangan suami istri,tentu tak ada yang bisa ditutup-tutupi sekalipun aku memandangmu walau tak ada sehelai benang yang melekat pada tubuhmu.."
Aldo sedikit memberi pengertian pada istrinya itu sebelum melanjutkan kalimatnya lagi.
"Awalnya memang sakit Sya..tapi aku pastikan,aku akan melakukan dengan lembut.."Alisya terdiam.Aldo mulai merebahkan tubuh Alisya diatas tempat tidur itu.Tangannya membuka satu per satu kancing baju Alisya yang ada didepan dan membuang baju itu kesegala arah.Dipandanginya tubuh halus nan mulus milik Alisya.
__ADS_1
Subhanalloh..sungguh ciptaan mu paling sempurna
Tak ingin hanya memandangnya saja,Aldo mulai melepaskan kaitan pada BH Alisya,dipandangi milik Alisya yang begitu indah dan putih lalu mulai menghisapnya disana.
Alisya merasa darahnya sudah mendidih tak kuasa untuk menahan desahan yang keluar dari bibirnya.
Entah sejak kapan pakain mereka sudah teronggoh kesegalan arah.Aldo yang mungkin lebih berpengalam selalu dibuat gemas oleh Alisya dengan tingkahnya yang begitu polos dan malu-malu.
Pun ketika Aldo mulai memasukkan miliknya,dengan malu-malu Alisya tak mau membuka pangkal pahanya.Aldo dengan telaten memberi pengarahan pada Alisya.
Alisya sedikit menjerit saat milik Aldo sudah menembus selaput penghalang milik istrinya,darah segar keluar dari situ.
"Kak...sakiiitt..."
"Tahan sebentar sayang..setelah ini kamu akan merasakan kenikmatannya..!"
Sudah agak lama Aldo terus menggerakkan bagian bawahnya yang membuat bibir Alisya terus mendesah.Aldo sudah tidak bisa menahan lagi,pelepasan terjadi sudah.Keringat membasahi tubuh mereka.Seluruh cairan itu sudah memenuhi dinding rahim Alisya.Bersamaan itu keduanya mulai mengontrol nafas mereka.Aldo yang lebih berdominan pada kegiatan itu,langsung ambruk dan menenggelamkan kepalanya pada rambut Alisya yang yang tergerai diatas bantal.Mencium keningnya kembali,seolah tanda terima kasih pada istrinya itu yang sudah mau menyerahkan miliknya yang paling berharga.Keduanya pun tertidur dengan tangan Aldo yang memeluk tubuh Alisya dari belakang.
***
"Sya...bangun..."
"Jam berapa ini kak.."
__ADS_1
"Jam 3,apa kamu tidak mau melaksakan shalat tahajjud..?"
"Tentu saja aku mau kak, tapi bukankah ini masih terlalu pagi kak.Kenapa sudah bangun..?"
"Tidak sadarkah kamu Sya..keberdaanmu membuatku selalu terbangun dan tak mau memejamkan mata.."suara serak Aldo seperti tak biasa.
Mendengar kalimat Aldo membuat Alisya merasa geli sendiri dan menyunggingkan senyumannya.Seperti semalam saat pipinya merah merona tak ada reaksi apa pun yang membuat Aldo menjadi gemas sendiri.Dengan tubuh polos yang hanya tertutup selimut Aldo meraih pinggang istrinya dan menegakkannya untuk duduk.Mata Alisya yang masih tertutup seolah tak mau nyadarkan dirinya,malah menyandarka kepalanya pada dada bidang Aldo yang ada didepannya.
"Sya..buka matamu aku tidak suka main sembunyi - sembunyi atau kamu menginginkan lebih dari semalam..?"
Terlepas dari itu Aldo memang sudah beberapa kali masuk kamar mandi hanya untuk mengambil wudlu lalu bercinta dengan Alisya lagi.
" Baiklah..kamu cukup merasakannya saja.."Aldo mencium puncak kepala wanita itu dengan lembut dan berkali-kali.Rambutnya sudah lengket dan basah tapi masih menyisakan aroma Lily disana.Rasa sayang dan cintanya sudah tumbuh berkali-kali lipat ternyata.
Wanita itu dengan lunglai mendorong pelan dada Aldo dan meraih selimutnya kembali.
"Aku atau kamu yang terlebih dulu Sya..?"
Tak ada jawaban dari balik selimut itu.Aldo langsung membuang selimut itu sembarangan dan menggendong tubuh polos Alisya.
"Mungkin jika melakukan bersama akan lebih baik untuk mempersingkat waktu..!"
Aldo mencuri satu ciuman dari Alisya lalu memboyong tubuh itu kekamar mandi.
__ADS_1
"Kaakkk...!!"
***