
" Kak...bangun udah subuh.."
"hmm..."
"Ayo kak..keburu waktunya abis.." Wanita itu mencoba membangunkan Aldo yang belum melepas mukenanya.
"Entar aja Sya..aku masih ngantuk.."
"Kalau imamnya aja malas...gimana anggota keluarganya..?"
" Sya..kamu tuh bisa ngerti ga sih kalau aku itu masih ngantuk..aku juga capek..!"
" Iya kak..semua juga tau kalau kakak capek.Tapi sholat juga wajib kita laksanakan dulu.."
Tangan Alisya masih mencoba menepuk - nepuk bahu Aldo.
Aldo yang mulai terganggu menjadi reflek membalikkan tubuhnya untuk menghadap Alisya.Alisya tidak menyadari kalau ujung mukenanya menjuntai ke balik punggung Aldo dan gerakan Aldo menyebabkan mukenanya mulai terinjak punggung Aldo dan membuat Alisya lansung tertarik mukenanya sendiri dan menjatuhkan tubuhnya diatas dada bidang Aldo.Wajahnya berhadapan langsung dengan wajah Aldo,
sangat dekat.Bahkan Alisya bisa merasakan hangatnya nafas Aldo yang keluar dari hidungknya,seketika keduanya terkejut.Aneh..seolaha bumi mulai berhenti berputar.Keduanya tak bergeming saling memandang wajah yang ada dihadapannya.Menelisik inci demi inci wajah masing - masing tanpa mengubah posisi mereka.
Bahkan tuhanpun menciptakan wanita se feminim ini..tidak ada kebosanan untuk memandangi hanya untuk sekedar mentamati wajah indahnya.Sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan..
Saat tatapan mata mereka mulai bertemu,disaat itulah kesadaran mulai menyeruak diantara mereka.Alisya mengembalikan posisinya seperti semula,berdiri dan mulai menjauh.Aldo pun dibuat canggung oleh peristiwa yang baru saja dialami,dan mendorongnya untuk langsung menuruni tempat tidur itu dan menjauh keluar dari kamarnya.
Ingin rasanya Alisya meminta maaf pada Aldo atas kejadian barusan,tapi seolah lidahnya kelu tak bisa berkata apa - apa setelah melihat gurat wajah Aldo yang seolah menolak untuk berbicara dengannya.Dan pada akhirnya ia hanya dapat memandangi punggung suaminya yang mulai hilang dibalik pintu kamarnya.
Kenapa kak Aldo nampak begitu marah..apakah karena aku sudah membangunkan tidurnya atau karena kejadian barusan.
***
" Sya...Alisyaaa....tunggu"
Alisya yang berjalan santai di koridor kampus dan membawa beberapa buku - buku tebalnya mulai menghentikan langkahnya dan menoleh untuk memastikan siapa yang memanggilnya.
Khoirul berlari hanya untuk mengejar Alisya.Ia masih mengatur nafasnya yang tersengal - sengal akibat larinya tadi dan mulai menyapa Alisya.
"Kamu kemana aja dari tadi,aku mencari mu Sya.."?
__ADS_1
"Gus Khoirul mencariku ? ada apa Gus.?"
Alisya sedikit melebarkan matanya karena merasa ada yang serius dengan apa yang akan disampaikan Khoirul.
"Al..tolong dong buang jauh - jauh kata Gus itu.Aku ngerasa ga nyaman dengan sebutan itu "
"Iya...iya..maaf Khoirul.Aku ga akan mengulangi lagi " Alisya mengangkat jari "peas" nya dan sedikit tersenyum agak tidak ada ketegangan disana.
" Gitu kan enak.."
" Ya udah..ada apa kamu mencariku ?"
"Aku ingin menyampaikan salam dari umik.Katanya beliau sangat merindukanmu dan kalau kamu tidak keberatan,umik meminta kamu maen kepesantren siang nanti.."
Alisya mengernyitkan alisnya dan mulai berfikir untuk menjawab pertanyaan Khoirul.
" Masha Alloh..bu nyai Halimah merindukanku..aku jadi GR sendiri loh Khoirul". Khoirul tersenyum simpul mendengar tingkah lucu Alisya. " Baiklah Khoirul..sungguh aku akan berdosa jika tidak melaksanakan keinginan bu nyai Halimah yang sudah banyak menyalurkan ilmu - ilmunya kepadaku"
" Jadi siang ini ya Sya..?" Khoirul mempertegas ucapan Alisya.
" Kamu bisa bareng aku kok kalau kamu mau ?"
"Kamu bawa kendaraan sendiri atau gimana ?"
" Aku bawa mobil Sya..kalau kamu merasa risih kamu bisa ngajak Sita biar kita bisa bareng - bareng ke pesantren.lagian gak ada salahnya ngajak Sita,siapa tahu dengan mengajak anak itu ke pesantren sedikit mengetuk jiwa brutalnya agar mau menutup aurot."
Membayangkan penampilan Sita memang sangat berbeda dengan Alisya yang santun.Sita begitu berantakan,bisa dibilang agak tomboy.Tapi sebenarnya dia suka merawat diri juga sih,tapi ga pernah sekalipun pergi kesalon.Disitulah persamaan Sita dan Alisya..sama - sama merawat diri tapi tidak ke salon seperti perempuan - perempuan pada umumnya.
" Baiklah Khoirul..nanti setelah selesai kelasku aku langsung menunggumu diparkiran saja ya ?"
"Baik Sya "
***
Sudah hampir 15 menit Alisya dan Sita menunggu Khoirul diparkiran kampusnya,tapi belum ada tanda - tanda penampakan Khoirul.Alisya sedikit khawatir dan mulai menekan nomer ponsel Khoirul dan menghubunginya.
Tapi tak ada jawaban disana.,mungkinkah Khoirul lupa akan janjinya.
__ADS_1
"Maaf ya teman -teman agak terlambat ada sedikit urusan dengan pak Reymond mengenai Koas kita.."
" Ya uda kita berangkat sekarang aja,sekalian sholat dzuhur disana."Ajakan Alisya langsung disetujui mereka dan Khoirul pun sudah siap dengan posisinya untuk mengendarai.
Sebelumnya Alisya sudah mengirim pesan untuk Aldo bahwa ia akan berkunjung ke pesantren atas permintaan bu nyai Halimah dan meminta Aldo untuk menjemput Tasya.Aldo tidak keberatan karena tugas menjemput Tasya memang sudah dipasrahkan ke pak Rahmad supir pribadi Aldo.
"Oh ya Khoirul..bisa kita mampir sebentar ke minimarket..aku ingin membeli sesuatu untuk nyai Halimah ?"
" Didepan itu ada Sya...apa kamu mau mampiri disitu aja ?"
Alisya mengangguk dan Khoirul pun mulai menepikan mobilnya.
Alisya keluar menuju minimarket itu tanpa ditemani oleh Sita maupun Khoirul dengan alasan untuk menyingkat waktu.
Alisya mulai mengambil kue - kue ringan kesukaan nyai Halimah,memang Alisya sangat hafal dengan selera gurunya itu karena mereka sangatlah dekat.Dengan cekatan dan agak terburu - buru Alisya memasukkan apa saja yang ia pilih dan tanpa sengaja tangan Alisya mengambil kue yang ternyata sudah dipilih orang lain.Saat menarik kue itu Alisa baru sadar bahwa kue itu juga sudah diraih oleh tangan seseorang.
"Eh..maaf saya ga sengaja.."
Pandangan mereka pun bertemu dan mereka pun sama - sama terkejut.
"Alisya..?"
"Ghisel..?"
" Kamu belanja disini..?sama siapa kamu kesini ? Tasya ya ?"
Alisya belum sempat menjawab pertanyaan demi pertanyaan Ghisel muncullah sosok Aldo dari belakang punggung gisel yang langsung membuat wajah Alisya sedikit berkeringat.Aldo pun sangat terkejut dengan keberadaan Alisya disana.,tapi mengapa seolah ia enggan menyapanya.
"A..a..ak..aku sama temenku.mereka nunggu diluar.."
"Oh...ya udah kita gabung aja yuk ?"
" Maaf aku harus pergi sekarang,aku sudah ditunggu ?". Alisya menolak ajakan Ghisel dan langsung berpamitan pada mereka berdua tentunya tatapan mata Alisya tak lepas dari keberadaan Aldo.
Aldo pun merasakan bahwa tatapan Alisya sarat dengan makan..entah apa yang dirasakan gadis itu.Dia berharap Alisya memahami situasinya, karena sudah jelas bahwa Aldo belum bisa menerima Alisya dengan sepenuh hati.
Tubuh Alisya sedikit gemetar..ada gelanyar aneh disana.Pun ketika ia mengantar barang - barang belanjaanya ke depan kasir pandangan Alisya seolah tak tertuju..pikirannya menerawang kemana - mana.Entah apa yang dirasakannya..yang jelas ia merasa hatinya sangat sakit.
__ADS_1