
Jika janji sudah terukir diatas jabal rahman,maka cinta yang dirajut dalam ikatan pernikahan adalah cinta yang hakiki..
Tidak pernah terlintas dalam benak Alisya bahwa dia akan menjalani hari pertama koasnya dengan suasana hati yang begitu buruk.Untung saja pekerjaan dirumah sakit yang begitu padat dapat sejenak membuyarkan kegundahan hati Alisya dan mulai berkonsentrasi dengan banyaknya pasien yang harus ditangani.
Alisya tampak sudah sangat pantas menyandang gelar dokter karena dia tau persis apa saja yang diperlukan oleh setiap pasiennya.Dengan keluesan dan cekatan ia bisa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan padanya.Dan itu membuat Khoirul semakin jatuh cinta pada gadis itu.Entah apa yang membuat Khoirul sering mencuri - curi pandang pada Alisya tanpa sepengetahuannya.Tapi itu tidak luput dari penglihatan seorang Sita,Sita yang dari awal menaruh hati pada Khoirul mengetahui bahwa cintanya hanyalah bertepuk sebelah tangan sebab Khoirul sudah menjatuhkan pilihan hatinya hanya pada Alisya.
Saking sibuknya...Alisya sampai tidak sempat makan siang.Dia hanya mengisi perutnya dengan sebotol air minum mineral dan satu lembar roti tawar.
Kesibukannya itu benar - benar menguntungkan bagi dia sebab dia benar - benar melupakan tentang masalahnya dengan Aldo.Sampai menjelang sore ia baru akan bergegas pulang,dia baru teringat dengan Aldo.Oh..itu sungguh memenuhi dadanya..
"Sya..kamu langsung pulang..?" Tanya Khoirul
"Iya..sepertinya aku langsung pulang.."
"Bagaimana kalau kita mampir ke caffe dulu,aku lihat kamu tadi belum sempat makan..?"
"Tapi aku belum lapar,maaf ya Khoirul aku langsung pulang saja.."
Gurat kecewa tergambar jelas pada wajah Khoirul.
"Yah...Sya kenapa menolak sih.Kita ga jadi deh dapat makan gratis.."Sita yang berada disebelah Alisya ikut menyauti.
"Tuh Sya..kasian kan temenmu juga belum sempat makan tadi.." Bujuk Khoirul.
"Ayo Sya kita ikut Khoirul,sebentar saja.Habis makan langsung pulang.."Rayu Sita dengan menyatukan kedua telapak tangannya berisarat memohon pada Alisya.
"Ya udah..tapi sebentar saja ya.Aku takut kesorean.."
"Ok.."
__ADS_1
Bertiga sepakat langsung menuju caffe yang sudah direncanakan.Mereka memesan makanan dan langsung menikmati.Diwaktu seperti itu membuat Alisya mulai teringat akan kegundahan hatinya.Itu membuat merasa tidak nyaman untuk berlama - lama disitu.
Awalnya Sita masih merengek - rengek untuk lebih lama lagi ngobrol dicaffe itu,tapi Alisya tidak bisa menuruti kemauan Sita lagi.Dengan berat hati akhirnya mereka keluar dari caffe itu lebih cepat dan langsung pulang kerumah masing - masing.
Sampai dirumah Alisya agak terkejut melihat mobil mewah Aldo sudah terparkir rapih dibagasi rumahnya.
Tumben baru jam 4 kak Aldo sudah pulang
Alisya langsung berjalan melewati pintu utama rumah itu dan masuk kedalamnya.Benar saja Aldo sudah duduk disofa ruang keluarga.Penampilannya begitu buruk,dasi yang tergantung dilehernya tampak sudah mengendor,lengan bajunya yang panjang sedikit dilipat keatas,serta terlihat jas kantornya sudah dilepas dan berada disandaran sofa itu.Dengan ragu Alisya menghampiri Aldo dan menyampaikan salamnya dengan nada yang begitu lembut.
"Assalamualaikum kak.."
Aldo yang sedang memainkan hp nya tiba - tiba melongok dan memandang keberadaan Alisya.
"Kenapa pesanku ga dibalas..?" Aldo bertanya tanpa menjawab salam dari istrinya.Alisya merogoh ponsel yang berada di tas pinggangnya.
"Batrainya habis kak..!"
"Setidaknya kamu bisa mengabariku Sya..aku tadi menjemputmu di rumah sakit,kata satpam rumah sakit kamu sudah pulang 1 jam lalu.Tapi kenyataannya sampai jam segini kamu baru sampai rumah.."
Mendengar nasihat dari Aldo membuat pikirannya semakin menegang.
Alisya yang sedang membawa jas putih khas para dokter dilengannya juga mulai mengambil jas Aldo yang tergeletak disandaran sofa.
"Tadi pagi kan aku sudah bilang kak jangan jemput aku kak,aku bisa pulang sendiri.."
Mendengar itu Aldo mulai menajamkan penglihatannya pada Alisya.
"Mengertilah sedikit Sya..aku menghawatirkanmu.Kamu istriku jadi wajar aku ingin memberi sedikit perhatian padamu kan..?"
__ADS_1
"Berhentilah bersikap seolah aku adalah orang penting dalam kehidupan kakak..!" Nada kasar Alisya membuat Aldo sangat terkejut.Tanpa sadar tangannya menarik lengan Alisya yang otomatis membuat Alisya menjadi dekat dengannya,tidak hanya dekat bahkan karena Alisya belum sempat menyiapkan gerakan penolakan itu membuat Alisya jatuh dalam pangkuan Aldo.Tentu saja kesempatan itu takkan disia - siakan oleh Aldo.Alih - alih ingin melepaskan Alisya,Aldo malah melingkarkan lengannya pada pinggang Alisya
"Apa maksud perkataanmu Sya..?"
" Lepaskan aku kak.."
"Tidak..jelaskan dulu apa maksud ucapanmu."
Alisya yang wajahnya mulai memerah karena malu mulai sedikit berani mengeluarkan semua isi hatinya.
"Jangan bersandiwara lagi kak..didepanku kakak berikap seoalah ingin memulai hubungan baik denganku,dan aku mempercayai itu.Tapi tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.Kakak malah dengan bangga memulai hubungan indah bersama Ghisel"
Aldo semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Alisya.
"Apa kamu masih marah soal kejadian dipesta itu.Aku sudah meminta maaf padamu Sya.Dan itu juga diluar kendaliku.."
"Sejujurnya mengenai pesta itu aku sudah melupakannya kak..,tapi untuk yang kemarin aku benar - benar bingung dengan sikap kakak yang sebenarnya.."
"Maksud kamu.."
"Aku melihat kakak sedang berada dikantin rumah sakit bersama Ghisel.Saling memandang,perpegangan tangan dan sesekali kakak mengusap halus pipinya.Dalam sekali pandang orang pasti tau kalau Ghisel adalah orang yang paling kakak cintai.."
"Kamu ada disana.."dengan suara lemah Aldo mulai melemahkan pelukannya,tentu saja Alisya langsung mengambil sikap berdiri dan pergi menjauh meninggalkan Aldo dengan sejuta rasa kekecewaan disana.
***
Sehabis shalat magrib Aldo tak melihat keberadaan Alisya dikamarnya.Tapi lantunan ayat al qur'an dari kamar Tasya meyakinkan Aldo bahwa Alisya sedang bersenandung indah disana.Benar memang setelah shalat magrib Alisya mengajak Tasya untuk belajar mengaji dan dilanjutkan Alisya yang muroja'ah dengan sedikit hafalan Alqur'annya.Aldo yang hampir membuka pintu kamar Tasya menjadi ragu dan berhenti didepan pintu itu.Aldo tak beranjak dari tempat itu dan mulai mendengar alunan suara merdu Alisya.Setetes embun tiba - tiba terasa menyejukkan jiwa Aldo yang tandus.Entah sejak kapan Aldo tidak pernah mendengarkan kalam - kalam Alloh lagi,dan saat kalam itu mulai melambung dapat langsung menusuk sanubarinya.
Diurungkan niatnya untuk mengajak Alisya bertemu dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Ghisel di kantin rumah sakit kemarin.Alisya sudah perfikir negatif akan dirinya dan itu membuat Aldo sangat tidak nyaman.
__ADS_1
Ini harus segera diselesaikan sekarang..