KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Kesabaran yang diuji


__ADS_3

**Eyang Supardi Djoko Darmono**


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu..


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..


Dua wanita sedang duduk berhadapan dikantin sebuah rumah sakit.Keduanya masih tampak hanya memutar -mutar sedotan yang ada digelas masing - masing tanpa menikmatinya.Tampak ada gurat kecemasan dimasing-masing wajah mereka.Ghisel memulai memecahkan keheningan itu.


"Alisya...maafkan atas perbuatanku kemarin."


"Dalam hal ini tentu kak Aldo lah yang paling tersakiti Ghisel.Alangkah baiknya jika kamu juga meminta maaf padanya.."


"Ya tentu saja Sya..tapi ini harus diawali dari pengampunanmu terlebih dahulu.Dan lagi sepertinya aku masih malu untuk bertemu dengan Aldo.."


"Ghisel..semua orang pasti mempunyai masalah.Tapi tidakkah kamu belajar dari kedewasaanmu saat menghadapi masalah yang menghampiri tanpa mendahulukan ego kita yang setahuku kamu 8 tahun lebih tua dariku tentu itu sudah bisa dianggap cukup dewasa..!" Alisya selalu mengucakannya dengan tutur kata lembut tapi terkesan tajam.


"Iya Sya..aku mengerti.Aku berjanji tidak akan mengganggu rumah tanggamu lagi.Aku hanya ingin bersahabat saja dengan Aldo.."


"Untuk urusan itu,sepertinya itu bukan kapasitasku memberikannmu izin untuk bersahabat dengan kak Aldo.."


"Maksud kamu..?"


"Aku tidak tau Ghisel apakah kak Aldo masih mau bersahabat denganmu atau tidak.."


"Lalu aku harus bagaimana..?"


"Saranku..berdamailah dengan masa lalumu terlebih dahulu agar tidak ada rasa dendam disana dan minta maaf pada kak Aldo.."


Ghisel terdiam sejenak lalu mulai menikmati minuman yang ada dihadapannya tanpa menjawab perkataan Alisya lagi.


***


"Sombong sekali kamu stone man.." seorang laki-laki berperawakan gagah tiba-tiba masuk keruang kerja Aldo tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.Aldo yang mengetahui itu langsung mengalihkan pandangannya dari labtop menuju sumber suara itu.

__ADS_1


"Kapan tiba..?" Aldo menjawab tanpa beranjak dari tempat duduknya.


"Kamu mengadakan pernikahan keduamu saat aku sedang menemani ayahku berobat keluar negri.Apa kamu sengaja tidak ingin mengundangku..?"


"Sudahlah..aku sudah menceritakan itu dari awal hingga akhir kan..?"


Laki-laki itu melangkah kearah sofa yang menghadap Aldo.


"Aku harap istrimu tidak tersiksa karena sudah menerima laki-laki tua dan sombong seperti kamu sebagai suaminya.." Ucapan Mike langsung mendapat lemparan bolpoint dari tangan Aldo.Sedang yang mendapat lemparan menjadi tertawa lebar dengan ulah sahabatnya itu.


"Kapan kamu datang dari singapore..?"


Aldo mulai berdiri dan menghampiri Mike yang sudah duduk diatas sofa.


"Kemarin..,aku jadi penasaran dengan istrimu Al.Apakah dia lebih tua dan jelek hingga dia mau menerima lamaranmu..?"


"Masih ngomong itu lagi aku pastikan tinjuku akan mendarat mulus di wajahmu.."


"Namanya Alisya.Dia cantik seperti bidadari yang turun dari syurga.Dan pastinya dia sholeha yang bisa mengajakku kejalan yang lebih baik.."Aldo menjelaskan dengan lembut dan pandangan menerawang seolah membayangkan wajah Alisya saat bercinta dengannya kemarin.


"Baiklah..aku tidak mudah percaya hal itu.Kapan kamu akan mengenalkan padaku..?"


"Aku tidak ada rencana sama sekali,khawatir jika jiwa jomblo akut mu akan merusak otakmu saat melihat kecantikan istriku.."


"Ya tuhan..aku meninggalkanmu hanya beberapa bulan.Apakah dua bulan ini kamu hanya mempelajari kata-kata itu..?"


Gelak tawa tak bisa terhindar..sesekali pukulan kecil menghantam bahu Mike dari tangan Aldo.


"Oh iya..aku masuk dalam tim penyelidikanmu.Apakah ini kasus berat..?" Mike mulai bicara serius.


"Iya..ini sedikit berat mengenai korupsi."


"Ku dengar kamu belum melakukan penyelidikan,bagaimana kalau sekarang kita lakukan..?"

__ADS_1


"Aku setuju.."


"Baiklah sekarang kita harus segera mengintrogasi sang tersangka.."


"Tapi dia masih dirawat dirumah sakit.."


"Kabar terakhir dari pihak rumah sakit kondisinya sekarang sudah semakin baik dan diizinkan mengumpulkan bukti disana..?"


Ada sedikit rasa ragu dalam diri Aldo mengingat kliennya saat ini adalah ayah Ghisel dan tidak menutup kemungkinan jika ia harus bertemu dengan Ghisel.Jangankan untuk bertemu,menyebut namanya saja sudah mumbuatnya merasa jijik.


Tapi kalau mengingat tempat ayah Ghisel dirawat membuatnya menjadi sangat bersemangat,menyadarkan dia bahwa istrinya itu sedang bertugas dirumah sakit itu.Seharian tadi bayangan Alisya seolah enggan pergi dari kepalanya.Apalagi kalau mengingat kegiatan malamnya bersama Alisya tak diragukan lagi akan menciptakan sebuah senyuman lucu dibibir Aldo.


Tak mungkin ia menolak pekerjaan ini yang mungkin bisa dikatakan "sambil menyelam minum air.Sambil bekerja ia ingin berjumpa dengan pujaan hatinya"


"Woi..ayo jalan..!" Mike menyadarkan dari lamunannya.Mike menggeleng-gelengkan kepalanya merasa heran sendiri melihat sikap Aldo yang sedikit tidak waras menurutnya.


Hanya beberapa menit sebelum jam makan siang,mobil Aldo sudah sampai diparkiran rumah sakit.Ia merasa sudah tidak sabar lagi ingin segera menyelesaikan tugasnya dan mengajak Alisya untuk makan siang denganya.


Mike yang menyadari itu karena Aldo sempat bercerita tentang Alisya yang sedang melaksanakan koasnya dirumah sakit yang sama dengan tugasnya menjadi jengkel sendiri karena ia selalu tertinggal dari langkah Aldo yang sedikit cepat saking bersemangatnya.


Ya tuhan laki-laki ini sungguh kekanak-kanakan..padahal usianya sudah 32 tahun.


***


Disebuah lorong rumah sakit yang sepi tampak Alisya sedang duduk bersandar disebuah kursi tunggu pasien dan masih menggunakan jas putih kebanggaannya.Kakinya berselonjor ingin melepaskan ketegangan pada otot-otot kakinya,kepalanya bersandar pada tembok belakangnya dan matanya tertutup.Dari arah belakang Khoirul nampak ingin menyapa dan membawa sesuatu yang bisa dinikmati bersama.Tapi niatnya itu diurungkan saat mengetahui keadaan Alisya yang nampak sangat kelelahan.


Ia berdiri tepat didepan Alisya dan memandang dalam serta puas wajah Alisya yang nampak ayu meggunakan hijab berwana maroon.Tak henti-hentinya kalimat thoyyibah terucap dalam hatinya saat menamati wajah Alisya yang anggun itu.Tampak jelas disana bibir Khoirul mulai tersungging sebuah senyuman cinta untuk Alisya.


Tanpa disadari ada sepasang mata yang memerhatikan mereka dari kejauhan.Tangannya mulai mengepal,tulang rahangnya mengeras dan matanya memerah serta meruncing seolah ingin menghujani Khoirul dengan pukulan yang paling dasyat yang ia punya.


Aldo seolah tak ingin menahan amarahnya lagi saat mengetahui keberadaan Alisya.Lalu menghampiri laki-laki yang sudah berani memandang wajah ayu istrinya tanpa seizin empunya.


Tapi ia masih memiliki kesadaran bahwa saat ini ia sedang berada dirumah sakit.Tak mungkin untuk merealisasikan segala keinginannya saat itu,pasti itu akan menimbulkan kekacauan dirumah sakit.Tak ingin Alisya mendapat masalah kedepannya,ia pun kembali arah untuk meninggalkan Alisya yang masih dipandang oleh Khoirul.

__ADS_1


__ADS_2