
Hingga menjelang petang Alisya dan Aldo baru sampai dirumah.Kedatangan Ghisel pada acara tadi membuat Alisya tak mau melepaskan lengan suaminya dan itu membuat Aldo tidak enak pada tamu yang lain.Apalagi kalau saat Alisya memeluk lengan kananya dan disusul Ghisel yang bergelayut manja pada lengan kirinya.Sikap keduanya sangat kekanak - kanakan.
Tak segan Alisya melemparkan sindiran untuk Ghisel yang masih dengan setia berada disamping Aldo.
"Apakah kamu belum mempunyai kekasih Ghisel..?begitu sulitkah kamu melupakan seorang mantanmu,hingga kamu masih bertahan untuk sendiri..?" gelagat ketegangan mulai terasa.Pertanyaan Alisya membuat Aldo dan Ghisel langsung terdiam seribu bahasa.Alisya yang dengan santai menanggapi gelagat keduanya mencoba mengembalikan atmosfer disana,ia mulai melepaskan tanganya dari lengan suaminya.
"Maaf Ghisel kalau pertanyaanku terlalu lancang..tapi aku tak ada maksud apa- apa.Hanya saja aku sedikit penasaran dengan statusmu.."
Aldo yang mendengarkan mulai mengeraskan rahangnya,konsentrasinya hanya tertuju pada ucapan Alisya walaupun ia tak menatap Alisya barang sedikitpun.
Sampai dirumah pun Aldo tak ingin menatap Alisya.Alisya dibuat sedikit khawatir dengan perubahan sikap Aldo.Tak ingin lama - lama disamping Aldo,ia langsung berjalan menuju kamar dan ingin membersihakan dirinya dan ia mulai memasuki kamar mandi.Baru saja Alisya memegang handle pintu kamar mandi sebuah pertanyaan dilontarkan Aldo dan itu me
mbuat Alisya mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamar mandi.
"Sya...apa maksud kamu tadi.."Aldo memulai dengan bembicaraannya dengan nada sedikit emosi.
"Maksudnya yang mana ya kak..?"
" Jangan berusaha tidak tahu dengan apa yang kamu perbuat tadi..!"
"Oh..mengenai sikapku tadi..?aku rasa tidak ada yang salah dengan sikapku tadi kak.."Alisya mencoba menjawabnya dengan tenang.
"Bohong..kamu sengaja kan berbuat seperti itu agar Ghisel merasa tidak nyaman..?"
" Tidak seperti itu kak..aku hanya ingin berbuat seperti layaknya pasangan suami lainnya saja kok..?"
__ADS_1
"Jangan bersandiwara Sya..?apa kamu cemburu..?"
"Kenapa harus cemburu..aku paham akan posisiku kak,aku tau aku ga berhak atas dirimu.aku hanya sebagai pengganti ibu Tasya saja ga kurang dan ga lebih.."
Alisya belum menyelesaikan penjelasannya,tiba - tiba tengkuk Alisya diraih oleh tangan Aldo.Alisya sangat terkejut dengan perlakuan Aldo..Aldo mendekati Alisya dan tanpa menunggu izin lagi Aldo langsung mendaratkan bibirnya pada Alisya.Seketika jantung Alisya berpacu sangat cepat seolah ia baru saja melakukan lari maraton sejauh 3 km.Aldo mencium Alisya...walaupun bibir Alisya masih tertutup tapi aroma strawberry dari lipsice nya membuat bibir Aldo ingin memperdalam ciumannya itu.Ia tahu mungkin itu adalah hal yang pertama baginya,karena terlihat jelas bagaimana mata Alisya tertutup dengan rapat.
Lutut Alisya terasa lemas..keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya.Hanya beberapa detik saja,Aldo yang menyadari keadaan Alisya mulai mengakhiri ciuman itu.Aneh...Alisya merasa seoalah dunia berhenti berputar.Tubuhnya lemas bersandar pada daun pintu kamar mandi dibelakangnya.Merasa ia akan benar - benar beku Alisya mulai membalikkan tubuhnya,diraihnya knop pintu dan mulai menekan - nekannya.Tapi sial..ciuman Aldo seolah - olah membawa kabur semua tenaganya.Satu kali tak berhasil..kedua kalinya akhirnya Alisya berhasil membuka pintu itu dan langsung masuk kedalamnya.
Dibalik pintu itu lepas sudah semua tenaga Alisya..tubuhnya merosot kearah lantai.Melipat lututnya dan merabai permukaan bibirnya.
Ya Alloh..inikah yang namanya ciuman..
***
Ditambah lagi..terlihat jelas bahwa tidak ada kesiapan dari diri Alisya jika harus melakukan hubungan suami istri seutuhnya.
Tidak...ia tidak mau membuat Alisya semakin merasa terenggut kebebasannya sejak menikah dengannya.Cukup menjadikan Alisya sebagai ibu Tasya sudah dianggap sangat berat bagi Aldo.
***
Hingga sejak saat itu Aldo memutuskan tidak ingin terlalu sering berinteraksi dengan Alisya..bagaimana kalau ia tak bisa menahan keinginannya sebagai seorang laki - laki normal yang setiap saat bisa saja muncul.Terlalu sulit untuk menahan gairahnya yang bisa saja datang saat ia tidur satu ranjang dengan Alisya.Mengingat sudah hampir 6 tahun ia hidup menduda dan tidak menutup kemungkinan sewaktu - waktu ia memaksa Alisya untuk melakukannya.Dan itu pasti membuat Alisya tersakiti atas keegoisannya.
Tak heran jika setiap malam Aldo sering menghabiskan waktunya dalam ruang kerjanya dan mulai kembali kekamar tidurnya saat Alisya sudah benar - benar terbuai dalam tidurnya.
Alisya yang selalu membacakan dongeng sebelum tidur untuk Tasya merasa heran dengan perubahan sikap Aldo..mungkinkah Aldo marah padanya karena tak membalas ciumannya? ataukah Aldo merasa menyesal karena Alisya bukanlah wanita yang diinginkannya.Pertanyaan itu selalu berputar - putar dikepalanya.
__ADS_1
Sampai pada malam ini Alisya ingin menunggu kedatangan Aldo dikamarnya,tapi seperti biasanya Aldo seolah menghindarinya dan Alisya sudah tidak kuasa menahan kantuknya.Ia membaringkan tubuhnya dan mulai tertidur.
Tepat pukul 23.45 Aldo baru mulai memasuki kamarnya.Dengan sangat hati - hati ia merebahkan tubuhnya disamping tubuh Alisya.Dipandingi istrinya yang sedang tidur dan masih menggunakan kerudung bergo rumahannya. Seuntas senyum menghiasi bibir Alisa..mungkin ia sedang terbuai dengan mimpi - mimpi indahnya.
Aldo mulai memiringkan tubuhnya agar bisa lebih jelas memandang wajah damai Alisya.
Dengan kelembutannya,Aldo mulai mendekatkan tubuhnya.Tampak satu helai rambut keluar dari atas dahi Alisya.Ia merapikannya tanpa disadari Alisya.Tiba - tiba terasa seolah ada magnet yang menarik bibir Aldo yang ingin merasakan kembali bibir manis Alisya.
Alisya mulai sadar kalau ada benda kenyal yang sudah menembel pada bibirnya.Ia membuka matanya perlahan,betapa terkejutnya ia setelah mengatahui bahwa bibirnya dan bibir Aldo sudah menyatu.Ia tak bergeming mencoba untuk tetap tenang walaupun perasaannya sudah tidak bisa digambarkan lagi.Diremas - remaslah ujung selimut yang menutupi tubuh mereka .
Jantungnya kembali berpacu layaknya pada pacuan kuda,wajahnya jangan ditanya lagi sudah merah bagaikan kepiting rebus.
Aldo yang menyadari keadaan Alisya yang sudah terbangun dari mimpinya mulai melepaskan tautan bibir itu.Ia beralih kekening Alisya dan menciumnya dengan perasaan yang dalam.Alisya merasakan begitu damai disana,seolah ia adalah orang yang sangat Aldo sayangi.Keningnya menempel pada kening Alisya dengan mata terturup hingga nafas Aldo terasa sangat hangat menyembul pada wajah Alisya..
"Maaf....maafkan aku Sya..?"
" Kak.."
Aldo membuka matanya dan mulai menggeser tubuhnya keposisi awal.Tapi entah mengapa rasanya Aldo enggan menjauh dari tubuh Alisya.Satu tangannya mulai terulur melingkar pada perut datar Alisya.
Alisya yang sudah membuka lebar matanya dan mulai mengembalikan pikirannya.Sadar apa yang Aldo lakukan bukanlah mimpi belaka, ada rasa nyaman disana.
"Sekarang tidurlah Sya..bukankah besok pagi kamu harus pergi kuliah..?"
Alisya tak sanggup menyauti perkataan Aldo,tubuhnya beku seolah baru keluar dari freezer,pandangannya menerawang kelangit - langit atap rumahnya.Butuh usaha keras agar Alisya bisa tertidur lagi dimalam itu..
__ADS_1