KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Si kecil yang tampan


__ADS_3

Bayi kecil dan menggemaskan itu diberi nama Gibran Raqqila Firaz.Tentu nama itu tidak sekedar diberikan pada anaknya,banyak petimbangan karena keindahan nama itu yang memiliki makna "Anak laki-laki yang berpikir tajam,selalu berbuat kebajikan dan dapat menyatukan keluarga agar tetap harmonis"


Sanak saudara dan para sahabat bergilir berdatangan untuk menjenguk Alisya yang masih berada dirumah sakit.Mereka penasaran dengan kehadiran "Firaz" dalam kehidupan Aldo dan Alisya,setampan apa bayi itu mengingat itu adalah hasil kolaborasi antara dua makhluk yang begitu rupawan.Ayahnya yang berperawakan gagah dan bentuk wajah yang tampan menyerupai bangsawan dari belanda dipadu dengan seorang ibu yang cantik,putih yang memiliki wajah yang sedikit mengikuti bentuk wajah dari golongan Timur Tengah walaupun tidak ada sedikitpun darah yang mengalir dalam tubuh Alisya terdapat darah keturunan orang Timur Tengah.


Sudah menjadi Anugerah bagi kedua orang tua Alisya yang ibunya asli orang Sunda sedang Ayahnya berdarah Aceh memiliki putri secantik paras Alisya.


Tampak Aldo,Azham dan bu Retno masih setia berada dalam ruang rawat Alisya.Tamu hilir berganti menjenguk Alisya.Azham gemas sendiri melihat keponakan barunya itu,tak bisa ditahan lagi ia sering mencuri dan menimang bayi itu tanpa izin terlebih dahulu pada Alisya maupun Aldo.Walau pun rasa khawatir selalu mengusik batin Alisya karena terlihat jelas Azham belum mahir menggendong seorang bayi.


Tak heran jika sang bayi sering menangis histeris karena ulah Azham yang selalu ingin berada didekat si bayi.


Kalau sudah seperti itu tak pelak membuat sang ibu menjadi kerepotan dengan tangisan bayinya.


"Azhamm...sudah kasih ke ibunya..biar tenang.."


Perintah bu Ratna.


"Sebentar lagi maa..aku masih gemas.."


"Ya Alloh mas...Firaznya bawa sini dia pingin sama aku.."


Alisya tak mau tinggal diam,ia yang masih duduk lemas diatas ranjang rumah sakit juga ikut-ikutan meneriaki Azham.Sedang yang diteriaki akhirnya pasrah dan mengembalikan bayi mungil itu kepangkuan sang mama.


Aldo hanya tersenyum melihat kegaduhan yang diciptakan Azham.Ia tak menyangka bahwa kakak iparnya itu bisa bertingkah sangat konyol walaupun penampilannya itu sering membuat orang mengira bahwa ia bersifat sangat kaku dan kejam,mengingat perawakan Azham yang sedikit sangar dengan brewok tipis yang melekat mengikuti tulang rahangnya.


Tak lama Azham pun berpamitan pada Alisya dan Aldo untuk kembali ke batalyonnya karena memang tugasnya belum sepenuhnya selesai.Tapi sebelum Azham keluar dari kamar itu tanpak Khoirul dan Sita masuk untuk menjenguk Alisya.


Sekilas Azham nampak terkesima dengan kedatangan Khoirul dan sita,entah karena ketampanan Khoirul atau keanggunan Sita yang kini sudah menggunakan hijab.


"Assalamualikum..."


"Waalaikum salam...Sitaaa..."


Tanpa menunggu lama Sita pun berlari-lari kecil kearah Alisya yang masih memangku Firaz.Tak ingin berbasa-basi keduanya saling melepaskan rindu dengan mengeratkan pelukan mereka.Sedang Firaz langsung diambil alih oleh bu Retno karena ingin memberi kesempatan pada dua sejoli itu untuk melepaskan rindu.

__ADS_1


"Ya Alloh Sitaaa..aku rindu banget sama kamu.."


"Aku juga Sya...kamu sih langsung menghilang tanpa kabar.Maen kekampus kek biar ga lupa-lupa banget sama aku.Mentang-mentang uda punya keluarga sendiri kita langsung dilupain ya beib..."


Khoirul hanya bisa menjawab dengan senyuman yang menawan.Tapi tidak dengan Alisya,ia menjadi sedikit heran dengan kalimat terakhir Sita yang menyebut kata Beib..Mungkinkah kata itu ditujukan untuk Khoirul.


"Iyaa...maaf ya manis.Aku ga pernah sempet maen kekampus.Tapi tunggu...kamu sama Khoirul tidak sedang...."


"Iya Syaa...aku sama Khoirul sudah bertunangan.2 minggu lagi kita akan menikah.."


Ucapan Sita sontak membuat seisi ruangan itu mengucap sukur atas hubungan Sita dan Khoirul.Tak terkecuali Aldo yang sedari tadi hanya memandang kehebohan Sita tiba-tiba menjabat tangan Khoirul dan mengucapkan selamat padanya.


"Selamat ya Khoirul,semoga kalian selalu diberikan kelancaran.."


"Aamiinn..terima kasih mas..."


Alisya dan Sita bersama-sama melihat kearah Aldo dan Khoirul,ada rasa damai melihat adegan itu.Aldo yang dulu sempat kesal pada Khoirul karena cemburu kini dengan tulus mengucap selamat dengan saling berjabat tangan dan berangkulan.


"Maa...aku balik dulu ya.."


Tiba-tiba Azham menyela obrolan seru Alisya dan Sita.


"Iya nak...hati-hati.."


"Assalamualaikum.."


"Waalaikum salam.."


Sita yang sedari tadi tidak menyadari keberadaan Azham menjadi menoleh dan sedikit membuatnya takjub dengan penampilan Azham yang tak kalah gagah dari Khoirul.Lengkap dengan seragam kebesarannya walau tanpa sepatu Khoirul menghilang dari balik pintu.


Apa itu tadi kakaknya Alisya..?


***

__ADS_1


Hampir 1 jam Alisya dan sita sudah melepas rindu,walau rasanya waktu 1 jam belum cukup untuk sekedar melepaskan rindu keduanya.Karena memang sudah hampir 9 bulan meraka tak pernah bertemu.Tepatnya saat Alisya memutuskan keluar dari pendidikan kedokternya dan focus pada keluarga kecilnya itu.


Tapi kepergian Sita dan Khoirul tak bisa serta merta membuat Alisya untuk istirahat dengan tenang karena belum lama Sita dan Khoirul keluar kamar terdengar pintu kamar diketuk dan muncullah sosok jail "Mike" datang dengan membawa sebuket bunga mawar putih yang indah dan segar.


Aldo menjadi terkejut dengan kedatangan sahabatnya itu,mungkin itu terlalu melankonis tapi biarlah kali ini Aldo menganggap bahwa Mike terlihat sangat perhatian padanya.


"Apa kabar sobat.."


"Mike...alhamdulillah...baik.."


Mereka pun langsung berjabat tangan dan dirangkai dengan saling memeluk.Aldo menerima karangan bunga itu sebelum menaruhnya diatas meja samping tempat tidur Alisya.


"Bagaimana Stone man..apakah kamu sudah bisa dipanggil Mermaid man karena sudah bisa jatuh cinta lagi dan menghasilkan seorang putra..?"


"Mike...tolong jangan mulai lagi.."


Aldo mengepalkan tangannya dan diarahkan kewajah Mike seolah ingin menghajar sahabatnya itu.


"Wow...ternyata kehadiran malaikat kecil ini membuatmu semakin sensetif saja.."


Semua menjadi tertawa dengan ocehan Mike,Aldo yang tadinya merasa sedikit kesal pada sahabatnya juga ikut tertawa.


"Lihatlah...wajah anakmu ini mirip sekali denganku.."


Bersamaan Aldo dan Alisya melebarkan matanya karena terkejut dengan ocehan ngelantur sang sahabat.


"Please Mike...cepatlah cari pasangan agar kamu tidak selalu berhalusinasi.."


"Aku serius Al...dia lebih mirip denganku ketimbang kamu ayahnya.."


Alisya menupuk dahinya sendiri,sudah dipastikan sebentar lagi Aldo pasti akan tersulut dengan cemburu beratnya.Memang sudah menjadi karakter,Mike sulit mengendalikan ucapannya jika sedang bercanda dengan Aldo.


Ya Alloh Mike...aku mohon jangan diteruskan lagi ucapanmu..

__ADS_1


__ADS_2