
Mendadak dada Aldo seperti terdorong untuk lebih mendekati Alisya.Tanpa disadari tangannya mulai mendekati wajah cantik Alisya,wajah mereka begitu dekat hingga ujung hidung Aldo hampir menyentuh ujung Alisya.Jari - jarinya mulah menjelajahi dan membelai pipi kanan Alisya.Dirasanya sangat lembut kulit itu selembut kulit bayi.Pun ketika jari Aldo sampai pada dagu Alisya ia sedikit menekan hingga wajah Alisya sedikit mendongak keatas menatap Aldo.Entah sihir apa yang dimiliki Alisya hingga membuat Aldo tak ingin menyia - nyiakan bibir manis Alisya yang sudah dihadapannya.Tak begitu peduli dengan gelagat Alisya yang mulai malu bercampur takut dan membuat wajahnya menjadi merona.Aldo mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Alisya.Hampir saja bibirnya mendarat pada bibir Alisya kalau saja Alisya tidak dengan tiba- tiba menundukkan wajahnya, bisa dimaknai Aldo sebagai tanda bahwa Alisya tidak ingin terjadi sebuah ciuman disana.
Aldo melepaskan jari telunjuknya pada dagu Alisya.Satu langkah mundur dari tubuh Alisya dan mulai berdehem - dehem ringan mungkin bisa mengurangi rasa canggung diantara mereka. Tanpak Aldo pula memijat - mijat tengkuknya yang tidak sakit sambil berlalu dari hadapan Alisya.
Alisya yang masih terpaku berusaha menormalkan jantungnya yang dari tadi berdetak seolah ingin melompat keluar dari krongkongannya.Mengumpulkan sekenap keberaniannya dan mulai berkata.
"Uda shalat isyak belum ka ?"
Aldo yang mulai belalu dan menuju ruang kerjanya seketika menghentikan langkahnya.
"Nanti saja ." Tanpa menoleh padanya ia menghilang dari balik pintu ruang kerjanya.
***
Pagi ini Alisya ingin berangkat lebih awal karena ia harus menjeput Tasya yang menginap dirumah bu Yuni.Sekalian Alisya akan mengantar Tasya kesekolah jadi Alisya membawa semua perlengkapan sekolah Tasya yang diperlukan.
Ia tahu..semalam Aldo tidur diruang kerjanya.Entah karena banyak pekerjaan atau hanya ingin menghindari Alisya.Tapi itu dirasa Alisya sangat menguntungkan sebab ia tak perlu lagi menahan malunya jika harus bertemu Aldo.
Seperti biasa Alisya berniat membangunkan Aldo untuk menunaikan shalat subuh,tapi niatnya ternyata sia sia karena pintu ruang kerja Aldo terkunci dari dalam.
Alisya berulang kari mengetuk pintu itu,tapi tidak ada sautan sama sekali dari dalam.Ia khawatir dengan keadaan Aldo mengingat kejadian semalam yang mereka alami mau tak mau sangat memalukan.Alisya mulai menekan nomor telphon Aldo yang tertera pada layar Hpnya.
"Hallo kak.."
__ADS_1
""Hmmz.." Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu padanya setelah mendengar suara Aldo yang serak khas orang baru bangun dari tidur.
"Kak bangun..shalat subuh dulu.Aku juga mau berangkat kerumah mama.Tasya pasti nunggu minta perlengkapan sekolahnya.. "
"Tunggu sebentar "
Alisya yang memang berdiri tepat didepan pintu ruang kerja Aldo seolah menunggu Aldo membuka pintu itu.
Tak lama tampak Aldo dengan hanya menggunakan kaos dalam dan celana panjang berbahan kaos yang digunakan khusus tidur sudah ada dihadapannya.Dengan rambut acak - acakan,tetap saja Aldo masih menyisakan wangi yang maskulin pada tubuhnya.
"Nanti jam 2 aku mengajakmu pergi ke pesta penikahan anak dari rekan kerjaku,jadi biarkan Tasya dirumah mama saja dulu"
"Baiklah..tapi biarkan pagi ini aku mengantar seragam Tasya dan mengantarkannya kesekolah..". Aldo hanya menjawab dengan sebuah anggukan saja.Alisya yang menunggu jawaban merasa mengerti akan jawaban Aldo.Diraihnya Aldo dan mengucapkan salam berpamitan padanya.Setelahnya Alisya berlalu dari hadapan Aldo dan mulai berangkat ke rumah bu Yuni.Sebelumnya Alisya sudah hilang dari balik pintu besar itu tapi tiba - tiba ia muncul lagi dan mendapati suaminya masih setia berdiri menghadap pintu utaman rumah mereka.
Hati - hati Sya...
***
Alisya memandang pantulan cermin yang ada dihardapannya,sesekali ia melenggokkan punggungnya hanya untuk memastikan kalau bagian belakang sudah rapi.Ia sudah siap berangkat ke pesta pernikan anak relasi Aldo,tak banyak yang ia persiapkan hanya memoles sedikit lips ice pink pada bibirnya dan itu tidak menimbulkan warna yang mencolok dibibirnya.Kebaya putih tulanga dan dipadukan dengan jilbab coklat muda terlihat pas pada tubuh Alisya yang sangat putih.Sengaja ia beri bawahan kain batik agar ia tampak lebih dewasa sepeti seorang istri yang menemani suaminya kondangan.
Aldo yang sudah menunggu Alisya sekitar 10 menit yang lalu merasa terhipnotis oleh penampilan istrinya yang sangat anggun.untung saja ia bisa mengendalikan penglihatannya agar tidak terlalu jauh menamati.
"Maaf jadi nunggu kak..?"
__ADS_1
"Ayo berangkat.."
***
Hanya perlu waktu tak kurang dari 40 menit mereka sudah sampai disebuah hotel tempat diadakan pesta penikahan itu.Alisya berusaha mensejajari langkah Aldo yang memang kakinya jauh lebih panjang.Ruangan VVIP menyambut kedatangan Aldo dan Alisya.Sang empunya menyambut kedatangan keduanya dengan sangat hangat.
"Terima kasih pak Aldo atas kedatangan suatu penghormatan bagi kami .."
"Sama -sama pak Lukman.Saya juga merasa terhormat karena bapak mengundang saya.."
Keduanya lanjut mengobrol dan tentu Alisya tidak memahami dengan apa yang mereka bicarakan.
Seorang pelayan menghampiri Alisya dan menawarkan minum padanya.Tentu saja minuman yang disediakan tidak ada yang mengandung Alkohol sebab terlihat jelas kalau sang pemilik acara sangatlah religius.
Ketika Alisya mulai menikmati minumnya,samar - samar ia melihat bayangan seorang perempuan yang ia kenal dan mulai menghampirinya.Ghisel..
Ghisel yang mengetahui keberadaan Aldo langsung mengahampirinya.Tanpa meminta izin, Ghisel langsung mendekatkan tubuhnya pada Aldo dan meletakkan tangannya pada lengan kekar Aldo seolah tidak ada seorangpun disana.Semua orang yang ada disekitar menjadi bertanya - tanya dengan keberadaan Ghisel,pasalnya Aldo memperkenalkan Alisya sebagai istrinya tapi melihat tingkah Ghisel seolah Ghisel lah yang lebih pantas disebut istri Aldo.
" Al...kamu kesini dengan siapa?"Ghisel bertanya denga nada yang sedikit menggelikan bagi Alisya.Tak ingin orang lain menduga yang tidak - tidak,Aldo mulai melepaskan tangan Ghisel dari lengannya.Alisya yang melihat itu tidak ingin melewatkan kesempatannya,diraihnya lengan kanan suaminya itu dan mulai menjawab pertanyaan Ghisel yang ditujukan pada Aldo.
"Tentu saja denganku Ghisel,karena aku adalah istrinya.." Ghisel merasa tertohok dengan ucapan Alisya yang diberengi dengan senyuman Alisya yang penuh makna.Aldo yang masih menatap istrinya itu merasa sedikit keheranan atas prilakunya.Alisya bukanlah wanita seperti itu..
Come on Alisya...teruslah seperti itu dan tunjukkan pada dunia bahwa kamu lebih berhak atas Aldo dibandingkan Ghisel.
__ADS_1