KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Terbesit keegoisan


__ADS_3

Disepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya Aldo menyunggingkan senyuman terindahnya,entah sejak kapan laki-laki itu bersikap seolah baru memenangkan sebuah lotre dihadapan semua orang.Tangannya tak mau lepas dari genggaman jari-jari Alisya,seolah ingin mengatakan pada dunia bahwa Alisya adalah miliknya dan tak seorangpun boleh mencintainya bahkan hanya sekedar mengagumi kecantikannya.


Alisya sudah menyadari tingkah suaminya itu menjadi tidak bisa menahan senyumnya lagi.


"Kak..kita langsung jemput Tasya dirumah mama kan..?" Alisya bertanya karena tiba-tiba teringat tentang putrinya itu.Aldo yang masih focus mengendarai hanya menoleh sesaat kearah Alisya.


"Tasya ga usah dijemput dulu,biar kan dia menginap dirumah mama.."


"Memangnya kenapa kak..?"


"Aku ingin ngajak kamu makan malam diluar.Kita belum pernah dinner kan..?"


"Tumben kak..acara apa nih..?"


"Merayakan tentang pengakuan dunia yang sudah mengakui pernikahan kita.." Aldo mengucapkan kalimat itu dengan begitu semangat yang membara.


"Jangan berlebihan kak.."


"Ini ga berlebihan Sya,aku malah punya rencana mau siaran langsung distasiun TV swasta biar semua orang tau kalau kamu istriku..!"


Alisya sudah dibuat tertawa dengan segala pemikiran Aldo.


"Kakak seperti ABG saja..!"


Aldo sudah tak membalas perkataan Alisya tadi,dia hanya terus tersenyum sambil berkonsentrasi mencari tempat paling indah untuk makan malam mereka.


Lumayan lama Aldo perputar-putar mencari tempat yang paling cocok untuk dinner mereka dan sampailah mobil Aldo disebuah restoran mewah dengan pemandangan yang begitu menawan.


Mereka pun makan malam bersama diluar rumah.Itu adalah kali pertama mereka berkencan setelah menikah.Tentunya dengan status halal bagi mereka,kencan pertama itu terasa sangat indah dan mungkin akan sulit dilupakan.Binar-binar kebahagiaan selalu tepancar dari bola mata Aldo,Alisya pun tak bisa menyembunyikan itu.

__ADS_1


Tanpa terasa sudah hampir pukul 9 malam mereka baru selesai dan langsung keluar untuk restorant melanjutkan perjalanan pulangnya.Tak henti-hentinya mulut Aldo mengucapkan kalimat Thoyyibah sebagai bentuk sukurnya karena telah mendapatkan istri seperti Alisya,meskipun dari lubuk hatinya paling dalam Aldo masih sedikit terusik dengan kegiatan Alisya yang bisa dikatakan terlalu sibuk.Tapi meski begitu Alisya tak pernah meninggalkan kewajiban-kewajibannya sebagai istri atau ibu.


Alhamduillah ya Alloh..Engkau masih mempercayaiku menjadi seorang imam dalam sebuah rumah tangga lagi.Terus bimbing aku ya Alloh agar selalu berada dijalanmu.


***


Mata Aldo menatap intens kearah Alisya yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah ia membersihkan diri.Dengan rambut yang masih basah dan hanya menggunakan handuk putih yang melingkar antara dada hingga diatas lututnya saja.Matanya seolah menyiratkan sejuta gairah disana walaupun sebenarnya ia sedang serius menghadap layar ponselnya.


"Sya..kamu mencoba menggodaku..?"


"Maaf kak..aku tadi lupa ga bawa baju ganti.."


Aldo tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu itu padahal Aldo juga sudah sering memandang tubuhnya walaupun tanpa selembar kain pun.


"Karena kamu sudah membuat aku kadung bergairah maka sangat tidak baik jika tidak dilakukan sampai tuntas.." Aldo berdiri dari sofa dan mulai menuju kearah Alisya yang masih berada didepan pintu kamar mandi.Tak perlu persetujuan,Aldo langsung membopong tubuh Alisya menuju tempat tidurnya.Alisya hanya tersenyum dan melingkarkan lengannya kepundak Aldo.Wajah Alisya langsung memerah menerima perlakuan Aldo.


Direbahkan dengan pelan tubuh Alisya ketempat tidur,bibirnya sudah mulai mencium bibir Alisya.Mereka saling menikmati hisapan demi hisapan disana,lidah saling bertautan dan mereka juga sudah melakukan pertukaran saliva.Alisya kini sudah sedikit mahir dengan kegiatan ciuman,itu karena Aldo sangat sering melakukan itu dengannya.Tangan Aldo mulai membuka simpulan handuk Alisya yang ada diatas dadanya.Darahnya seolah sudah mendidih saat memandang tubuh polos Alisya.Ia juga dengan cepat membuka kaos santai ala rumahan itu tanpa memutus ciumannya.Saat itu juga terdengar ponsel Alisya bersering.


Aldo dan Alisya yang sudah sangat bergairah tiba-tiba saling membuka mata dan melepaskan ciuman mereka.Mata mereka saling menatap dengan jarak yang begitu dekat.Sekilas Aldo seperti berisyarat agar Alisya mengabaikan panggilan itu.Tapi Alisya memohon dengan lembut.


"Kakk..aku angkat sebentar ya.Takut kalau ada yang penting.."


Aldo sedikit menjauhkan jarak wajahnya dengan wajah Alisya lalu mengacak rambutnya denga kasar seolah hampir frustasi.Ia pun mulai bergeser dari atas tubuh Alisya dan memberikan Alisya ruang untuk mengangka telphonnya.


"Hallo Sya..kamu ga lupa membuat laporan yang diminta bu Rachel dalam kegiatan kita kan.."


Sita tanpa komando langsung melontarkan pertanyaanya.


"Iya bawel..aku ga lupa.."

__ADS_1


"Besok pagi harus dikumpulkan bukan.."


"Iyaa...sudah yah telphonya..?"


"Emangnya kenapa sih Sya..ko buru-buru..?kamu ga kangen apa sama aku..? seharian ini kan kita ga ketemu..?"


"Ih..lebay banget sih kamu.Udah ah.."


Alisya yang melihat tatapan tajam Aldo menjadi takut sendiri dan ingin segera mengakhiri bercakapannya dengan sahabatnya itu.


"Tunggu bentar Sya.."


"Assalamualaikum.." Alisya lalu meletakkan ponselnya lagi diatas nakas.


Alisya yang masih bersembunyi dibawah selimut menjadi tidak enak sendiri dengan Aldo.


"Sudah telphonnya..?" Aldo bertanya pada Alisya.


"Sudah.."


"Sya..kalau kamu sedang berada dirumah kamu ga keberatan kan kalau kamu melupakan sejenak kegiatanmu dirumah sakit.."


"Tentu kak..aku sudah berusaha.."


Baiklah tidak ada yang perlu diperdebatkan,sebab Aldo juga sudah mengetahui kalau Alisya selalu berusaha menjadi ibu rumah tangga yang baik tanpa meninggalkan kegiatan kampusnya.


Mereka pun melanjutkan percintaan tadi yang sempat tertunda.Dengan penuh gairah Aldo mencumbu Alisya,menyelesaikannya dengan pelepasan dalam dinding rahim Alisya.Bersama-sama mereka meraih puncak kenikmatan itu penuh tenaga yang luar biasa.Tulang dalam tubuh seolah remuk redam setelahnya,tubuhnya penuh dengan keringat,tempat tidur yang sudah tak berbentuk lagi dan kini mereka ingin segera beristirahat.


Aldo merebahkan tubuhnya sangat dekat dengan tubuh Alisya,ia tidur dengan memeluk tubuh Alisya dari belakang dan tangan melingkar pada perut datar Alisya dan sesekali mengelus perut itu dengan lembut.

__ADS_1


Cepat tumbuh disana nak..papa menunggumu..


__ADS_2