
Alisya sedang membantu Tasya mewarnai buku yang tadi siang dibeli oleh mereka diruang keluarga seperti biasanya.Hingga pukul 20.30 belum ada tanda - tanda Tasya mengantuk,dan itu membuat Alisya berkali - kali membujuk Tasya untuk diajak tidur.
"Kamu udah ngantuk belum sayang ?"
"Belum ma,sebentar lagi.Sambil nunggu papa pulang." Mengingat nama Aldo disebut membuat Alisya mengingat kejadian tadi siang saat berada dilift rumah sakit.Menerka - nerka siapakah wanita yang bersama Aldo tadi.Ah...lebih baik langsung bertanya saja toh itu kan hanya pertanyaan sederhana.Tapi tidak.,bukankah terlalu lancang jika Alisya bertanya langsung pada Aldo mengingat hubungannya dengan Aldo belum terlalu dekat.Dan lagi..apa yang mendasari Alisya berani bertanya seperti itu.Bukankah sangat lucu jika pertanyaan itu dilontarkan dari bibir Alisya,sedangkan Aldo hanya menganggap Alisya sebagai perawat berkedok istri semata.
Pertanyaan serta jawaban - jawaban itu terus berputar - putar dikepala Alisya.Hingga tanpa disadarinya Aldo sudah pulang dan sampai didepan tangga bersiap menaikinya.
"Papa baru pulang..?"celetuk Tasya membuat Alisya membuyarkan lamunannya.
"Iya sayang..maaf ya papa capek banget.Papa mau lngsung istirahat ya nak "
"Tadi papa kemana waktu Tasya ke rumah sakit" Langkah Aldo terhenti seketika mendengar pertanyaan putrinya.
"Loh emangnya Tasya tadi ke rumah sakit"
Aldo membalikkan badannya
"Iya pa...aku sama mama Alisya tadi kerumah sakit.Tapi papa ga ada.Kata eyang papa keluar sedang ada urusan"
Alisya menundukkan pandangannya,membuat kegiatan baru membereskan perlengkapan menggambar Tasya berlagak tidak peduli dengan perbincangan Ayah dan anak itu.
Flashback
"Ma..aku keluar kamar sebentar ada telfon dari klien ?" bu Yuni yang terbaring di atas kasur perawatan hanya tersenyum tanda mengerti.Tak menunggu lama Aldo keluar dari kamar itu dan mulai berbicara serius dengan sambungan diseberang sana.Sekitar 15 menit akhirnya Aldo mengakhiri perbincangan itu dan segera masuk kedalam kamar bu Yuni
__ADS_1
"Aldo...? Aldo syahputra kan ?"
Hampir saja Aldo menjatuhkan telphon genggamnya saat mengetahui seorang yang tak asing sedang menyapanya.
"Ghisel.." Aldo menyebut nama itu dengan sangat pelan hingga Ghisel pun tak mungkin mendengarkannya.
"Al..kamu apa kabarnya?Kudengar kamu sudah menikah dan mempunyai seorang putri ?kamu tinggal dimana ?""Ghisel mencerca pertanyaan untuk Aldo,sedang Aldo belum bisa menguasai keterkejutannya yang mustahil bisa bertemu Ghisel disaat seperti ini.Memang kabar terakhir yang Aldo dengar Ghisel sudah dibawa orang tuanya pergi keluar negri untuk menghindari agar Ghisel tidak bisa berkomunikasi lagi dengan Aldo.Sejak saat itu Aldo tidak pernah mendengar kabar Ghisel, ditambah lagi ia sudah menikah dengan Annisa dan mulai belajar menerima Annisa.
"Alhamdulillah..kabarku baik.Kabarmu bagaimana ?"
"Aku juga baik Al..Kamu masih sama ya seperti dulu tidak ada yang berubah..dalam sekali pandang aku langsung mengenalimu walaupun sudah 6 tahun lebih kita tak pernah bertemu.."Aldo membalas dengan senyum miring karena tiba - tiba semua kenangannya dengan Ghisel seolah sedang menari - nari dikepalanya.Ya Alloh...cobaan apa ini,begitu besarkah ikatan cinta mereka dahulu hingga Aldo tak tau apa yang dirasakan saat bertemu Ghisel setelah 6 tahun tidak bertemu.Haruskah Aldo senang karena Ghisel sudah kembali ataukah marah pada Ghisel karena Ghisel menolak saat Aldo sempat mengajaknya untuk kawin lari setelah tau bahwa Aldo akan segera dinikahkan dengan Annisa..?
"..."
"Oia Al...kamu kenapa ada disini ?"
" Oh..Astaga,apakah tante Yuni sakit"
" Iya..cuma tekanan darahnya naik jadi harus dirawat.Besok kalau sudah stabil kata dokter sudah boleh pulang.."
"Aku boleh gak nengok tante Yuni Al ?"
"Jangan Ghisel,mamaku sedang istirahat " Tentu saja Aldo tidak akan mengizinkan Ghisel menjenguk mamanya mengingat bagaimana hubungan bu Yuni dulu dengan Ghisel yang menentang habis - habisan hubungan Ghisel denganya.
"Kalau begitu gimana kalau kita ngobrol sebentar dicaffe depan rumah sakit.Aku harap kamu mengerti bagaimana perasaanku setelah sekian lama kita berpisah " Aldo sendiri memang merasakan hal sama dengan Ghisel hingga dia tak sanggup memberikan penolakan untuk Ghisel.
__ADS_1
"Tapi sebentar saja ya..aku masih harus menjaga mamaku "
Tanpa ada komando Ghisel langsung menarik lengan Aldo seolah - olah ingin memeluknya.Aldo masih mempunyai iman,ia tak ingin menyembunyikan pernikahannya dengan Alisya dan memberikan harapan palsu pada Ghisel.
"Maaf sel..,aku sudah menikah dan mempunyai seorang anak" tegas Aldo dengan menunjukkan sebuah cincin yang melingkar pada jari manisnya.Ghisel yang awalnya sedikit agresif mulai menyadari penolakan Aldo padanya.
"Ok...aku memahami itu Al dan aku hanya ingin menjadi sahabatmu saja..?" Ghisel tak menyerah dan langsung menggandeng lengan Aldo menuju caffe depan rumah sakit.Tanpa mereka sadari ada sepasang mata dibalik pintu kamar perawatan yang dari tadi mengawasi pertemuan mereka dengan raut wajah penuh kecemasan.Bu Yuni menjadi sangat khawatir setelah mengetahui kalau putranya bertemu dengan mantan kekasih yang sungguh sangat dicintainya dulu.
Ya Alloh...lindungilah anakku dimana pun ia berada.
***
Alisya telah selesai membacakan buku dongen sebagai pengantar tidur Tasya dan ia sudah mulai beranjak dari kamar itu dan menuju kamarnya bersama Aldo.Lagi, ada keraguan pada langkahnya.Bagaimana Alisya bisa tenang sedangkan pikirannya masih melayang - layang tentang kejadian yang dilihatnya dirumah sakit tadi.
Didalam kamar dia mendapati Aldo sedang duduk disandaran tempat tidurnya sambil membaca - baca pesan yang ada di Hpnya.Alisya mulai mendekati untuk bersiap tidur pada posisinya dan mulai memecahkan keheningan itu.
" Kak..besok aku ga ada jadwal kuliah,boleh gak aku jaga mama Yuni dirumah sakit ".ya Alloh..dari sekian banyak pertanyaan kenapa pertanyaan itu yang ia sampaikan Alisya.Seketika Aldo mengalihkan pandangannya dari Hp yang ia baca.
"Terserah kamu saja ".
"Aku anggap kakak mengizinkan,sebab aku juga tak bisa pergi begitu saja tanpa seizin kak Aldo."
Aldo kembali menyalakan Hpnya dan mulai berkutar disana.Alisya hanya bisa menarik selimut yang sudah ada diatas tempat tidur untuk menutupi tubuhnya.Perbincangan itu sama sekali tidak mengurangi kegundahan dalam hatinya.
Aldo melirik kearah Alisya yang mulai tidur memunggungi suaminya itu.
__ADS_1
Terima kasih Sya..sudah mau membantuku