
Tepat pukul 01.00 dini hari,Alisya baru bisa memejamkan matanya.Perlakuan Aldo sungguh terasa aneh baginya,sepanjang malam Aldo tidak melepaskan pelukannya pada Alisya dan itu yang membuat Alisya sulit untuk tidur.Semoga saja ketika ia membuka matanya ini bukan hanya sebuah mimpinya belaka.Ia ingin hubungannya dengan Aldo selalu berjalan dengan baik.
Disepertiga malam Alisya terbangun dan mendapati Aldo masih memeluknya.Dengan sangat pelan ia menggeser posisi tangan Aldo yang berada diatas perut datarnya dan menaruhnya diatas tempat tidur.Ia ingin melaksanakan shalat tahajjut.Seandainya saja seorang Aldo syahputra yang menjadi imamnya tentunya akan terasa lebih indah.Ah..itu terasa sulit baginya.Entah mengapa Aldo meninggalkan sumua cahaya dari agamanya dan hidup dengan kegelapan dalam hatinya,dan itu selalu menggelitik pemikiran Alisya untuk menerka- nerka apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya itu.
Ditatapnya dengan dalam raut wajah Aldo yang masih tertidur pulas,tangannya mulai meraba permukaan kening Aldo dan merapikan rambutnya yang sedikit menjuntai menutupi sebagian keningnya.Perasaan ingin mengenal Aldo lebih dalam semakin menyeruak dipermukaan,membuat tatapannya pada Aldo semakin diliputi rasa sayang dan bibir manisnya mulai mengucapkan kalimat istigfar.
Siapa sebenarnya kamu kak..mengapa kamu sekarang berbeda..
***
"Kak..ayo bangun..waktu shalat subuh sudah mau habis.."
"Hmmzz.."
"Ayo kak..waktunya keburu abis.."
Seperti biasa Alisya tidak pernah bosan untuk sekedar mengingatkan Aldo akan kewajibannya sebagai seorang muslim.Dan seperti biasanya pula Aldo hanya menanggapi ajakan Alisya dengan ketidak peduliannya.
Kabut asap hitam sudah terlalu tebal menutupi keimanan Aldo,hingga tak ada seorang pun yang sanggup untuk mengajaknya kembali kejalan yang fitrah.
Tapi disini Alisya adalah seorang istri dari Aldo,ia merasa bahwa ini adalah tanggung jawabnya sebagai istri yang akan selalu mengajak Aldo bersama - sama dengan keluarga kecilnya meraih surgaNya yang abadi.
***
Pagi ini terasa sedikit berbeda pada keluarga ini.Senyum selalu merekah pada bibir Aldo dan itu sangat disadari oleh Alisya yang sesering mungkin mencuri -curi pandang pada Aldo pada saat sarapan bersama dimeja makan.
" Kak..aku harus kekampus jam 07.00 pagi ini,jadi kakak antar Tasya kesekolah dan aku akan naik kendaraan Online saja.."
"Kita bisa berangkat bersama Sya.."
__ADS_1
"Ga usah kak..aku takut telat.."
"Kalau begitu aku antar kamu dulu saja,lalu mengantar Tasya ke sekolah.."
"Hmmz.."
"Sudah cepat habiskan sarapannya kita akan segera berangkat.."
Tasya yang memang sudah selesai sarapannya dari tadi menunggu mereka dengan memainkan boneka Teddy bearnya diatas sofa sesekali berteriak agar mereka mempercepat sarapannya,dan itu selalu berhasil membuat Aldo dan Alisya tersenyum mendengar celotehnya. Sungguh keluarga ini terlihat sangat sempurna..
Sampai berangkat pun putri kecil Aldo itu tak mau menghentikan ocehannya,ia yang duduk dikursi belakang dengan semangat selalu bercerita tentang semua teman - teman sekolahnya.Dan itu sangat menguntungkan bagi Alisya dan Aldo yang membuat perjalan dari rumah menuju kampus tidaklah terasa karena mendengar cerita Tasya.
"Ok sayang..mama berangkat kuliah dulu ya..maaf hari ini mama ga bisa antar kamu.Insha Alloh besok mama yang mengantar kamu.."
Alisya yang berpamitan pada Tasya langsung menyambut lembut uluran tangan Alisya untuk bersalaman lalu ia mencium pipi gembil Tasya yang menurutnya sangat menggemaskan.
Selesai acara perpamitan dengan Tasya,kini Alisya mulai berpamitan pada suaminya.
Tak pernah ia lihat senyum Aldo yang sangat indah itu menurutnya.Kemudian ia meraih tangan Aldo dan mencium punggung tangan itu.
"Apa nanti aku jemput kamu Sya sekalian jemput Tasya..?"
"Ga usah kak..aku juga belum tau pulang jam berapa.Aku masuk dulu ya,Assalamualaikum"
Sedikit terburu - buru Alisya mulai keluar dari mobil Aldo dan berjalan menuju gerbang kampusnya.Aldo yang belum sepenuhnya meninggalkan area kampus masih sempat memandang istrinya itu dari kaca spion mobilnya.Pantulan kaca itu mendadak membuat Aldo menginjak pegas rem nya,Tasya yang masih duduk dikursi belakang menjadi sedikit terpental.
Aldo memandang spionnya dengan sudut mata yang meruncing,dahinya mengerut tak kuasa melihat pemandangan itu.Ingin rasanya ia keluar dari mobilnya dan menghapiri Alisya yang sedang berbicara akrab dengan seorang laki - laki yang ada dihadapan Alisya.Mungkinkah Aldo merasa cemburu dengan laki - laki itu..?
Tapi siapa pun suami Alisya pasti akan merasa cemburu dengan Khoirul.Karena terlihat jelas disana bahwa Khoirul seolah ingin menunjukkan perasaan cintanya pada Alisya.Ia mengambil daun kering yang terjatuh diatas kepala Alisya yang ditutupi hijab.
__ADS_1
Ada perasaan gemuruh pada dada Aldo melihat pemandangan itu.Ingin rasanya ia bertanya langsung pada Khoirul tentang apa yang diperbuat pada istrinya.Tidak..ini terlalu berlebihan.Bukankah Alisya adalah istrinya dan Alisya juga type wanita yang setia.Harusnya ia percaya itu..
Pikiran Aldo sedikit melayang,otaknya kacau kalau saja permintaan Tasya tidak menyadarkannya.
"Pa...ayo berangkat.Nanti Tasya telat.."
"Oh...iya nak.kita akan berangkat.
***
Alisya mulai keluar dari ruangannya bersama dengan teman - temannya.Senyum dan tawa menghiasi bibir mereka masing - masing karena pembekalan koas kali ini berjalan dengan lancar.
"Sya..pak Reymond mengajak kita untuk meninjau rumah sakit yang kita pakai koas nanti.."
Ajakan Khoirul dari belakang membuat Alisya lansung membalikkan badannya dan menyetujui itu.
"Semua mahasiswa bimbingannya kan..?ayo kita berangkat bersama.."
"Beruntungnya kalian..rumah sakit tempat kita koas nanti adalah tempat praktek dr.Reymond yang menjadi dosen pembimbing kalian..."Sita sedikit menggoda Alisya dan Khoirul dan disambut pelukan hangat Alisya.
"Oh..maafkan kami kawan yang sedikit melupakanmu.Ayo kita berangkat walaupun kehadiranmu tidak diharapkan..?" Alisya balik menggoda dan disambut gelak tawa keduanya.
Di rumah sakit mereka langsung menghadap pada dr.Reymond yang sudah menunggu mahasiswa binaannya.Ia memberi pembekalan dengan terperinci agar mahasiswa binaannya tidak mengalami kesulitan jika nanti akan dihadapkan dengan koas.Tentu itu yang mereka harapkan dan membuat mahasiswa lain yang bukan termasuk binaan dr.Roymond menjadi sedikit iri tapi tidak termasuk Sita.
Gadis itu menunggu kawan- kawannya selesai pembekalan dikantin rumah sakit.
Alisya yang mengetahui keberadaan Sita tanpa bertanya langsung pergi kekantin untuk menyusul sahabatnya itu usai pembekalan tadi.
Bertepatan dengan jam makan siang kantin itu terlihat sangat ramai oleh pengunjung.Alisya merasa sedikit kesulitan mencari keberadaan Sita.Ia menfocuskan pandangannya untuk memilah - milah sosok Sita.Tapi yang diharapkan tak kunjung terjadi.Hingga sampailah pandangannya pada sosok yang sangat ia kenal.Aldo duduk berhadapan dengan Ghisel dikantin itu.Alisya tak mudah percaya,ia meyakinkan penglihatannya dengan sedikit membelalakkan matanya.Benar saja...disana itu memanglah Aldo dengan Ghisel dan sesekali terlihat menggenggam tangan Ghisel yang berada diatas meja.
__ADS_1
Alloh..ya Alloh..kuatkan hati hamba..