KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
# Bulir penuh makna


__ADS_3

"Sudah beres semua ma,tinggal nunggu jemputan saja"Alisya selesai merapikan barang - barang bu Yuni yang ada dilemari kecil ruang rawat inap sebuah rumah sakit.


Pagi ini jam 10 bu Yuni memang sudah diperbolehkan pulang sebab kondisinya semakin membaik.Terlihat wajah bu Yuni memang sudah lebih segar dibanding hari - hari yang lalu,tapi tidak dengan suasana hatinya.Setelah melihat kebersamaan Aldo dan Ghisel kemarin hati bu Yuni benar - benar gunda.Takut Aldo akan kembali ke pelukan wanita blesteran china itu mengingat hubungan Aldo da Alisya baru saja dimulai tentu saja ikatan itu masihlah sangat rapuh untuk menjalani sebuah cobaan yang berat.Ada rasa iba yang membuncah dalam hati bu Yuni saat melihat Alisya yang dengan cekatan membereskan barang - barangnya untuk memasukkan kedalam tas.


"Sya...apa hubunganmu dan Aldo baik - baik saja nak ?" Alisya tertohok mendengar pertanyaan bu Yuni.


"Alhamdulillah ma..."Alisya menjawab dengan sebuah senyuman yang begitu indah.


"Sukurlah nak.."


"..."


"Nak..mama ingin ngasih tau kamu sesuatu.Tapi sebelum itu mama harap kamu bisa memahami situasi ini "Perkataan bu Yuni terdengar sangat serius dan membuat Alisya sedikit mengernyitkan dahinya.


"Iya..Insha Alloh Alisya berusaha mengerti"


"Nak,mantan kekasih Aldo yang pernah sangat ia cintai kemaren bertemu dengan Aldo.Dia bernama Ghisel.."


Degg..


"Mama dan papa dulu tidak menyetujui hubungan mereka sebab kita berbeda keyakinan.Kamu tau kan nak kalau agama kita benar - benar melarang itu.Dan kami pun mulai menjodohkan Aldo dengan kakakmu Annisa.Kalau ga salah mungkin waktu itu kamu masih duduk dibangku SMP jadi tidak mengetahui masalah ini "


Alisya mulai mendekati bu Yuni yang masih duduk di sofa dalam ruangan itu.


"Mama harap kamu mengerti ya nak dan mama tidak ingin hubungan Aldo dan Ghisel dimasa lalu mempengaruhi rumah tangga kalian"


Alisya tersenyum dan meraih jari - jari bu Yuni.


"Mama ga usah khawatir,walaupun Alisya belum berpengalaman seperti mama tapi Alisya yakin kalau kak Aldo bukanlah laki - laki yang harus Alisya khawatirkan karena Alisya yakin kak Aldo itu sangat bertanggung jawab ma dan tak mungkin mendahulukan keegoisannya" Mendengan keyakinan Alisya bu Yuni merasa baru saja mendapatkan guyuran embun yang sangat menyejukkan.Diraihnya tubuh Alisya kedalam pelukannya.


"Terima kasih ya Alloh...Engkau telah mengirimkan malaikat cantik ini untuk Aldo dan cucu hamba. " Bu Yuni mencium pucuk kepala Alisya yang masih dalam pelukan bi Yuni

__ADS_1


Ya Alloh..jadi wanita itu mantannya kak Aldo


***


Ting...


"Kak..aku baru aja nganter mama pulang.Apakah Tasya sudah ada yabg jemput ?"


Alisya mengirim pesan untuk Aldo,untuk menelphon ia takut mengganggu kegiatan Aldo.Lama tak ada jawaban akhirnya Alisya sudah mulai memesan kendaraan OnLine.


"Tasya sudah aku jemput"


Alisya membaca dengan membuang nafasnya sedikit kasar dan mulai membatalkan rute pemesanan kendaraan OnLine tadi yang tujuan awalnya ketempat sekolah Tasya diganti kerumahnya.


***


Alisya baru sampai didepan gerbang rumahnya,sedikit terkejut karena mobil Aldo sudah terparkir disana.


Ia langsung melangkah menuju pintu rumahnya dan samar - samar terdengar suara Tasya sedang tertawa dan bercanda.Alisya mulai memasuki ruang tamu dan memang mendapati Tasya yang sedang bercanda dengan Aldo.Hatinya mulai lega karena Tasya sudah sampai dirumah.Tapi tunggu...ternyata mereka tidak hanya berdua melainkan bertiga dengan seorang wanita cantik yang ia lihat saat dilift rumah sakit kemarin.Wanita itu terlihat seperti sudah sangat akrab dengan Tasya,bahkan tak sungkan Tasya diraih dan duduk dipangkuannya.Andai...Alisya tak pernah hadir dalam kehidupan Aldo dan tasya mungkin mereka bisa disebut keluarga yang bahagia.Setetes air jernih mulai menelusuri pipi lembut Alisya yang masih terpaku dengan pemandangan itu.


"Mamaaaaa..." Gadis kecil yang sedang berada dipangkuan Ghisel berlari menuju Alisya dan menyambutnya dengan pelukan hangat.


"Kenapa mama lama banget pulangnya,Tasya nungguin mama dari tadi "


Kehadiran Alisya seolah mengganggu mereka karena tiba - tiba suasana menjadi sunyi dan sedikit canggung.Ghisel yang sempat terkesima melihat penampilan Alisya yang sangat cantik nan anggun mulai berdiri dan menghampiri Alisya yang masih mematung tepat didepan pintu.


"Oh...kamu pasti Alisya ya istrinya Aldo,kenalkan aku Ghisel temannya Aldo" Ghisel menyodorkan tangannya dan dibalas salam oleh Alisya.


"Alisya "


"..."

__ADS_1


"Sepertinya papa masih sibuk sayang,gimana kalau kita keatas saja kita tunaikan sholat dzuhur.Tasya sudah sholat apa belum..?"


Alisya menjongkokkan tubuhnya agar sejajar dengan Tasya.


"Belum ma..Tasya juga belum makan.."


"Hmmz..kalau begitu mama suapin dulu anak mama yang cantik ini lalu kita sholat dzuhur berjama 'ah ya.."


"Ok..let's go.." Tasya langsung meraih tangan Alisya dan buru - buru mengajaknya kedapur.Bergandengan tangan dengan Tasya sungguh bisa sedikit mengobati rasa khawatirnya.


"Sebentar sayang,mama mau salim dulu sama papa.." Tanpa melepaskan jari Tasya,ia pun langsung menghampiri Aldo dan meraih tangannya sambil mengucapkan salam.


Tasya kembali menarik lengan Alisya dan berjalan meninggalkan mereka dengan dipandangi Aldo hingga bayangan 2 perempuan itu hilang dari penglihatannya.


"Ya udah Al..aku pamit dulu.kapan - kapan aku boleh main lagi kan"


Aldo yang masih focum memandang kedua punggung Alisya tadi tiba -tiba terkejut dengan suara Ghisel.


"Oh...ya uda.Aku antar ya..?"


" It's ok..aku ga akan menolak.." Senyum keduanya pun merekah.


Diraihnya tas Ghisel yang masih ada disofa dan langsung menyusul Aldo yang lebih dahulu pergi menuju mobil yang ada diluar.


Dari balik tirai dengan jelas Alisya memandang pilu kebersamaan kedua insan itu.Mungkin ini adalah hal yang paling sulit bagi Alisya setelah keputusannya mau menikah dengan Aldo.Tak pernah sedikit pun terpikir oleh Alisya kalau biduk rumah tangganya akan sesulit ini.Tapi ini bukan akhir dari segalanya,ini baru permulaan saja.sebab masih terlalu dini untuk menilai makna dari sebuah pernikahan yang sejatinya banyak yang harus diperjuangkan.


Come on Alisya...kamu sudah difase ini yang dimana sudah menjadi keputusanmu sejak awal.Kamu pasti tau fase berikutnya akan lebih berliku..jangan sampai menyerah,karena ini bukan semboyanmu.Bangkit dan tunjukkan kalau kamu lebih berhak atas Aldo dibandingkan dengan dia.


Sekuat tenaga Alisya menahan air matanya agar tak jatuh,tapi sepertinya itu sia -sia karena semakin ditahan akan semakin deras alirannya.


Janga lupa dukung Author ya...like terus biar Author makin bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2