
Disebuah dapur mewah tampak Alisya sedang berkutat dengan bahan - bahan dihadapannya dan mengeksekusi bahan itu menjadi makanan lezat dengan ilmu seadanya ketika Alisya masih hidup dipesantren.Oh...inikah rasanya menjadi ibu rumah tangga yang sejati..?No..Alisya belum menjadi ibu rumah tanggah sejati,tapi ia sedang berjuang meraih predikat itu.
"Mama masak apa..?"
Tiba - tiba datang putri kecilnya memeluk kaki Alisya dari belakang sambil membawa boneka kesayangannya,Teddy bear.
"Eh...anak mama bikin kaget aja.Masak ayam goreng,nuget sama sossis.Tasya suka ga sama makanan itu ?" Tanya Alisya tanpa menghentikan kegiatannya menggoreng nuget dan sossi.
"Suka banget ma,apalagi kalau yang masak itu mama Alisya".
Senyum Alisya langsung mengembang mendengarkan pujian dari Tasya.
Ya Alloh..begitu baik dan tulusnya hatimu nak,hingga kau dengan mudah membuat orang disekitar mu bahagia.Apakah kelembutan hatimu itu engkau peroleh dari menuruni hati papamu..???Andai saja,papamu mempunyai hati selembut hatimu nak..
"Kalau begitu Tasya duduk dimeja makan dulu ya,mama udah mau selesai nyiapin makanannya.."Alisya mengedipkan mata kanannya hingga membuat bulu mata lentiknya menari dengan lucu.Tasya mengacungkan jari jempolnya tanda setuju dan langsung pergi kearah meja makan.
Setelah makanan tersaji semua,Alisya beranjak pergi kekamarnya dulu untuk memanggil Aldo agar segera bergabung dengan Tasya untuk makan malam bersama.Tanpa mengetuk pintu Alisya langsung menekan knop pintu yang tidak dikunci.Betapa terkejutnya Alisya saat pintu terbuka dan mendapati Aldo yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk putih yang hanya menutupi area pinggang hingga lutut.Lengkap dengan rambut basah yang menjuntai agak berantakan karena baru saja dikeringkan dengan handuk.Tampak jelas dada bidang Aldo dan otot - otot lengannya yang selama ini ia rawat dengan melakukan olahraga rutin.Kulit putih karena tak pernah terjamah matahari didukung pekerjaan Aldo yang sebagai pengacara sehingga ia bekerja dibawa lindungan AC menjadikan kulitnya semakin halus.
"Kak...makanan udah siap.kita nunggu kakak..".Alisya memecahkan keterkejutannya dengan membuang - buang pandangannya ke segala arah asal bukan arah dada bidang Aldo.Semburat wajah merah menghiasi wajah Alisya tak dapat disembunyikan karena malu.
"Aku siap - siap dulu". Aldo menjawab dengan singkat dan sebelum Aldo menyelesaikan perkataannya,Alisya sudah lenyap dari hadapannya.Bisa dipastikan ia ingin segera membuang rasa malu itu.
Dengan sedikit lunglai pada lututnya,Alisya berhasil meraih kursi yang akan diduduki disamping Tasya.
__ADS_1
" Papa mana mah.?"
" Sebentar lagi sayang,papa masih siap - siap"
Jawaban Alisya tak berpengaruh untuk Tasya,ia tetap saja merengek ingin cepat makan sossis yang ada dihadapnya.Dengan cekatan Alisya mengambilkan semua makanan yang diinginkan Tasya.
"Baca doa dulu sayang..tirukan mama ya"
Alisya mulai melafalkan doa mau makan dan ditirukan oleh Tasya.Aldo yang tak sengaja melihat pemandangan itu dari atas tangga dan menyusurinya menuju meja makan merasakan suatu yang aneh..kira - kira sesuatu itu membuatnya damai.Tanpa sadar Aldo sudah duduk dihadapan Alisya dan Tasya tanpa melepaskan pandangannya.Diraihnya piring yang ad didepan Aldo oleh Alisya dan segera mengisinya dengan nasi.
"Kak Aldo mau lauk apa ?"
Tiba - tiba pertanyaan Alisya menyadarkan Aldo dari kekagumannya atas pemandangan yang ia nikmati tadi.
"Ga usah syah...aku ambil sendiri aja"
Mereka pun melanjutkan kegiatan makan masing - masing,sesekali Tasya merengek minta disuapi Alisya.Alisya tak pernah menolak,ia semakin bangga dan sayang pada putrinya itu sebab ia bisa merasakan langsung kehadiran putrinya itu ditengah - tengah kegalauan rumah tangganya.
Ditutup dengan minum segelas susu Tasya,akhirnya Alisya mulai membereskan meja makan dihadapannya.
"Mama masih lama gak beres - beresnya"
"Sebentar lagi sayang..,kalau Tasya uda bosen Tasya boleh kok maen diluar sana dulu.Biar mama rapikan meja dulu ya..?" Pinta Alisya
__ADS_1
"Enggah ah ma,Tasya nungguin mama di sofa itu aja.nanti kalau mama udah selesai beres - beresnya,mama susul Tasya ya?" Alisya hanya menjawab dengan anggukan saja disertai dengan senyum yang merekah hingga membuat lesung pipinya tampak sangat jelas.Masih dipandangi gadis kecil itu yang sedikit berlari menuju ruang keluarga dan masih setia menggendong boneka kesayangannya Teddy Bear.
Selesai sudah.,Alisya langsung beranjak menuju ruang keluarga yang sudah tampak Aldo dan Tasya sedang bercanda dan tertawa dengan riangnya.
" Sayang..uda malem.Bobo yuk..?"
"Yuk ma,Tasya emang udah capek"
Tanpa berbasah - basih Tasya langsung bergelayut manja dalam gendongan Alisya yang membawanya menuju kamar Tasya.Sesampai dikamar,Alisya masih sempat membacakan buku dongeng favorit Tasya.Tak butuh waktu lama,Tasya sudah tidur dengan pulas.Ditariknya selimut Tasya hingga menutupi bagian perut Tasya agar tak merasa kedinginan.Alisya mulai beranjak pergi meninggalkan kamar Tasya dengan sangat hati - hati,takut kalau - kalau sampai Tasya terbangun sebab mendengarkan langkahnya.
Sesampai didepan pintu kamarnya sendiri,ia merasakan keraguan tak langsung membuka pintu kamarnya.Takut kalau sampai kejadian seperti tadi terulang,pasti sangat memalukan.Akhirnya ia berinisiatif mengetuk pelan pintu kamar itu,lalu mendorong pelan knop pintu dan menunjukkan kepalanya saja di dalam kamar.Matanya berputar - putar seperti sedang mencari sesuatu yang tak ingin ditemukan.Syukurlah..Alisya bisa bernafas dengan legah sebab dalam kamarnya itu tak ada seorang pun disana.Dengan percaya diri ia langsung membuka lebar pintu kamarnya dan menutupnya kembali.Ia bejalan menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri lalu bersiap untuk tidur.
Alisya mengambil posisi tidur paling ujung,tentu saja takut dan ingin membuat jarak antara dirinya dan Aldo.Tapi sampai ia tertidur tak nampak sedikitpun bayangan Aldo dalam kamar itu.Dan ternyata Aldo masih berada di ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat ia tinggalkan seharian tadi.
Tepat pukul 23.00 Aldo mulai beranjak dari ruang kerjanya menuju kamar tidurnya.
Dilihatnya dari arah pintu,seorang wanita sedang tidur dengan posisi terlentang dan tangannya bersendekap berada dibawah dadanya.Terlihat sangat anggun dengan tetap memakai hijabnya untuk menutupi rambutnya.Tanpa sadar Aldo berjalan mendekati Alisya dan duduk disamping gadis itu.Tangannya mulai terulur untuk merapikan hijab pasmina Alisya yang menjuntai kearah lantai dan meletakkannya tepat di bawah tangan Alisya yang sedang bersedekap.Dipandangi wajah damai Alisya yang tampak tertidur pulas,sesekali ia menyentuh pipi Alisya yang sangat halus dan lembut seperti kulit bayi.
Maafkan aku Sya..karena aku sudah melibatkanmu dalam keegoisanku..
Dipandangi punggung suaminya yang sedang tertidur pulas dengan posisi memunggungi istrinya.
Kak..sebegitu keraskah hatimu hingga kau tak mau menerima pernikahan ini..
__ADS_1
Dan ternyata saat Aldo dengan sengajan menyentuh pipinya Alisya,Alisya belum tidur.Ia merasakan dengan jelas belaian tangan Aldo pada pipinya.
Alhamdulillah..kira - kira temen suka ga ya sama tulisan aku ini.jangan lupa like ya