KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Saling terbuka


__ADS_3

"Assalamualaikum maa..paa.."


Alisya menyapa dari arah belakang sofa yang diikuti Tasya disampingnya dan membuat kedua mertuanya itu menoleh.


"Waalaikum salam..Dimana Aldo?"


"Kak Aldo masih mandi ma.."


Mereka kemudian duduk saling berhadapan,dan mulai pembicaraan.Walaupun mereka berkumpul berempat,tapi Tasya yang lebih dominan untuk bercerita.Tak henti-hentinya gadis kecil itu bercerita tentang semua teman - temannya yang ada disekolah.Mereka yang lebih dewasa hanya menjadi pendengar setia saja,sesekali mereka membalas cerita itu dengan tawa sang kakek yang menggelegar.Tasya semakin bersemangat untuk melanjutkan critanya.Tapi tiba - tiba yu Yuni mengambil alih topik pembicaraan mereka.


"Oh ya Sya..bagaimana keadaan Aldo..?"


"Alhamdulillah sudah lebih baik ma,tapi lukanya harus tetap dirawat sampai kering.."


"Terus..bagaimana bisa terjadi seperti itu...?"


Bu Yuni mulai berbicara dengan serius.Alisya yang mendengarkan pertanyaan bu Yuni otomatis langsung mengarahkan pandangannya kearah Tasya yang ada dipangkuanya.Memberi isyarat bahwa ia tidak bisa bercerita tentang tragedi yang menimpah Aldo sedang Tasya masih ada dipangkuan.


Bu Yuni yang faham dengan keadaan itu langsung mengembalikan suasana seperti semulah.


"Oh iya..gimana kalau Tasya,mama sama eyang nyiapin makanan buat makan malam.Eyang pengen makan dirumah Tasya ah..uda lama eyang ga makan disini.."


"Ok eyang..ayuk kita masak.Masakan mama enak loh yanggg..?"


"Oh ya..eyang jadi penasaran nih..!"


"Tapi eyang Yusuf gimana yang...kan kasian disini sendirian..?"


"Kan sebentar lagi papa uda mau turun.Eyang Yusuf biar ditemani papa saja.."


"Ya udah yu..kita langsung kedapur aja.."


Alisya menyudahi obrolan mereka.Mereka langsung berangkat menuju dapur,disitu terlihat Tasya yang paling bersemangat.Melihat tingkah anaknya itu Alisya semakin gemas dibuatnya.


Seolah Tasya adalah sang mandor ia hanya bisa menyaksikan kedua orang dewasa itu memasak dengan lihai sedang ia hanya duduk diatas kursi meja makan sambil bermain - main dengan boneka Teddy nya.


Bu Yuni yang merasa keadaan sudah aman,ia pun mulai membuka pembicaraannya denga Alisya mengenai apa yang menimpah Aldo.Terang saja bu Yuni sangat penasaran sebab saat kejadian itu menimpah Alisya sama sekali belum bercerita pada bu Yuni.Ia hanya menitipkan Tasya dengan alasan ada urusan sebentar mengenai Aldo dan Ghisel.Bu Yuni yang faham dengan keadaan Alisya yang belum siap untuk bercerita lansung menyetujuinya.Tapi untuk saat ini bu Yuni sudah tidak bisa menahan lagi,perasaan penasaran sudah tak dapat ditahan lagi.Diselah - selah kesempatan ia langsung bertanya pada Alisya.

__ADS_1


Sedang Alisya yang mengerti dengan perasaan bu Yuni yang menyandang status ibu kandung Aldo tak bisa menunda lagi untuk bercerita.Ia bercerita dengan jelas dan suara pelan.Kemarahan bu Yuni tak bisa dihindari lagi,setelah mengetahui kejadian yang menimpa putranya.


"Ghisel benar - benar wanita licik..sampai hati ia ingin menjebak Aldo.."


"Mungkin saat itu dia sedang dikendalikan setan maa..sesungguhnya setan menyukai orang - orang yang rapuh..!"


"Maksud kamu..?"


"Iya maaa...Ghisel mungkin rapuh karena tak bisa menerima kenyataan kalau aku yang menggantikan mama kandung Tasya dan aku juga istri hasil perjodohan.Dan itu bisa membuatnya menjadi gelap mata.."


"Sukur Alhamdulillah Aldo memiliki istri seperti kamu nak..semoga kalian bisa menjadi keluaga yang selalu ada dalam lindungan Alloh SWT.."


"Aaammiinn.."


***


Malam sudah semakin larut,waktu paling tepat untuk mengistirahatkan pikiran mereka.Sehari penuh otak sudah bekerja dengan keras dan kini saatnya ia beristrihat.Tapi tidak dengan Aldo ia tampak masih berkutat dengan pekerjaannya diruang kerjanya padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.00.Mungkin itu adalah resikonya karena 2 hari ini dia belum pernah mengecek pekerjaannya.


"Kak...udah malem,ga istirahat dulu..?"


"Ya udah aku bikinin kopi ya..?"


"Ga usah Sya..bentar lagi mau selesai ko.Kamu tidur aja dulu nanti aku susul..?"


Alisya tak ingin terus-terusan mengganggu Aldo yang sedang serius bekerja akhirnya memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.


Ia pun meninggalkan ruang kerja Aldo dan mulai membersihkan dirinya sebelum tidur.


Benar saja..sebelum Alisya terlelap tidur Aldo sudah muncul dari balik pintu.Ia melangkah menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.Tak butuh waktu lama Aldo sudah selesai dengan acara bersih-bersihnya dan melangkah menghampiri Alisya yang belum tidur.


"Ehm..Sya aku ingin bicara sesuatu padamu.."


"Soal apa kak..?"


"Soal kita.."


"Kita..kenapa?"

__ADS_1


"Aku tahu mungkin selama ini sikapku sering menyakitimu,tapi percayalah Sya tak ada sedikit pun niatku seperti itu.Aku hanya tidak ingin kamu merasa terbebani dengan pernikahan ini.." Aldo menghela nafas sejenak kemudian melanjutkan lagi pembicaraannya.


"Maka dari itu aku ingin meminta maaf padamu karena mungkin aku selalu menyakitimu.."


Alisya yang sebelumnya sudah siap dengan posisi tidur,kini ia beralih dan duduk sejajar dengan Aldo.


"Kak..dari lubuk hatiku paling dalam aku sudah memaafkan kakak sekalipun kakak tak memintanya..,"


"Kalau begitu,aku ingin memulai hubungan kita dari awal Sya...mungkin terdengar aneh karena kamu sudah menjadi istriku sejak 2 bulan yang lalu.Ok..mungkin aku bukan laki-laki yang kamu inginkan selama ini.Tapi sungguh tidak adil bila aku tidak mendapat kesempatan itu..?"


Alisya yang sedikit melebarkan matanya mulai sedikit tersenyum dengan ucapan Aldo.


"Memang terdengar lucu kak..kita sudah menjadi suami istri tapi kakak malah baru ngajak aku PDKT..!"


"Memangnya salah kalau aku ingin ngajak pacaran istriku sendiri..?"


Mendengar itu Alisya menjadi merasa geli sendiri.


"Tidak ada yang salah kak..itu malah dianjurkan dalam sunnaturosulloh.."


"Jadi kamu menyutujuinya Sya..?" Aldo semakin bersemangat hinggat tanpa ia sadari dia sudah meraih kedua tangan Alisya untuk memastikan jawabannya.


Alisya yang nampak sangat malu hanya melemparkan senyum pada Aldo dengan wajah merah merona.


Senyuman Alisya seolah mengatakan bahwa ia menyetujuinya.Dirangkuhnya wajah Alisya dan Aldo mulai mendaratkan kecupan pada kening Alisya.


Astaga..apakah dengan aku menyetujui kesepakatan tadi itu berarti aku juga harus mulai menyiapkan diri untuk hal itu...


Aneh..Alisya memang belum pernah menampakkan aurotnya didepan lelaki,tapi dengan tatapan Aldo pada saat itu membuatnya jadi berpikir yang tidak - tidak.


Tangan Aldo meraih kerudung bergo Alisya dan melepasnya dengan hati -hati.Kudian ia juga mulai melepas ikatan pada rambut Alisya dan membuat rambut Alisya tergerai disana.Tambutnya yang lebat dan hitam kontras dengan kulitnya yang sangat putih.Alisya bukanlah wanita pertama yang akan melayaninya,tapi Alisya membuat Aldo sangat terpesona dengannya


Hingga Alloh pun bisa mencipatakan makhluk sefeminin ini


Allohummasalli 'alaa Muhammad..


Semoga berkenan ya dengan tulisanku ini.Jangan lupa tinggali jejak beruka like atau comment..

__ADS_1


__ADS_2