KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Kebahagiaan yang melimpah


__ADS_3

Sesungguhnya Alloh memberikan sebuah cobaan pastilah sesuai dengan takaran kemampuan umatNYA


Tak butuh waktu lama untuk menuju rumah sakit terdekat.Kepanikan Aldo membuatnya tak sabar agar Alisya segera ditangani oleh dokter.Tanpa menunggu izin Alisya,ia menggendong Alisya menuju ICU sesaat ketika mereka baru sampai.Beberapa perawat menyambut dengan kepanikan saat melihat Alisya dalam gendongan Aldo.Aldo tak begitu memperhatikan perawat itu,yang ia lakukan hanya membawa Alisya ketempat pemeriksaan dengan secepat mungkin.


Dan ketika sampai diruang pemerikasaan tampak dokter yang bertugas siap siaga dengan kedatangan pasiennya itu.


***


Usai melaksanakan shalat subuh dirumah sakit Aldo bergegas mengajak Alisya untuk segera meninggalkan rumah sakit itu.Pagi yang begitu indah bagi Aldo,karena beberapa kali nampak bibirnya menyunggingkan senyuman kebahagiaan disana.Entah apa yang membuatnya sangat bahagia dicuaca sepagi itu.Sedang Alisya sendiri belum tau persis perasaan apa yang dialaminya.Pernyataan dokter tadi seolah masih terngiang-ngiang dalam benaknya,perasaannya bercampur aduk antara haru,suka dan duka.Memang Alisya belum menginginkan dirinya hamil saat ini,tapi dengan kenyataan bahwa dalam rahimnya sekarang tumbuh sebuah janin bukti cintanya pada Aldo membuat perasaan bahagianya membuncah dalam dada.Seketika naluri keibuannya muncul tanpa mengingat apapun tentang masalah yang ia hadapi saat itu.Iya..dokter menyatakan bahwa Alisya sekarang dalam keadaan mengandung.Tentang terjadinya flek atau pendarahan ringan tadi itu disebabkan karena Alisya sangat stres,hormon wanita hamil memang tidak bisa stabil tapi dokter menjelaskan kejadian tadi dianggap wajar karena sebagian wanita juga pernah mengalami disaat usia kandungan masih ditahap trimester pertaman.Oleh karenanya dokter menyarankan agar Alisya tidak terlalu sibuk yang akan menyebabkan stres,dan itu bisa berakibat pendarahan seperti tadi.


Keheningan masih tercipta diantara Aldo dan Alisya yang sudah mulai melaju untuk pulang kerumah.Sesekali tanpak Alisya mengelus perutnya yang masih rata,bibirnya bergetar,kelenjar air matanya mulai bekerja dan menghasilkan beberapa tetes air mata.Kebahagiaan Aldo mulai terusik saat mendapati Alisya mengeluarkan isak tangisnya.Sedikit ada rasa bersalah pada diri Aldo yang dengan sengaja melampiaskan keegoisannya pada Alisya.Mungkin terdengar sangat jahat,tapi Aldo tak pernah menyesali tentang apa yang ia perbuat pada Alisya.


"Syaa...maaf..?"


Aldo ingin memecahkan keheningan diantaranya.


"Aku tau kamu tak menginginkan kehamilan ini,tapi aku mohon Sya jangan pernah berfikir untuk menghilangkan bayi kita.."


Seolah ada ribuan batu besar yang sedang menghantam dadanya,pundaknya bergetar karena sudah tak sanggup menahan tangisannya.Matanya meruncing saat mendengar kalimat terakhir Aldo.


"Kaakkk...apa serendah itu aku dimatamu.Aku memang tak menginginkan kehamilan ini saat ini tapi itu bukan berarti aku tega melenyapkan darah dagingku sendiri..!Aku juga masih waras kak untuk mengetahui batasan-batasan kemarahanku sebagai seorang istri..!"


Sedikit terkejut dan ada perasaan lega dalam hati Aldo atas pernyataan Alisya baru saja.Ia mulai menepikan mobilnya pada bahu jalan.Direngkuhnya kedua pipi Alisya dan mulai mengecup keningnya.


"Terima kasih sayang..maaf kalau belum bisa menjadi suami yang baik.Tapi aku berjanji akan selalu menjadi yang terbaik untuk keluarga kita.."


Alisya menatap dalam mata coklat Aldo dengan cucuran air mata.Aldo berinisiatif untuk memeluk istrinya itu,tapi Alisya menolak dan menggantinya dengan kecupan pada pipi Aldo.Sontak saja perbuatan Alisya itu membuat Aldo sangat bahagia dan lebih merapatkan pelukannya.


Aldo mulai melajukan kembali mobilnya,tapi kali ini bukan kearah rumahnya.Entah arah mana yang ia tuju hingga Alisya menjadi sedikit heran.


"Kita mau kemana kak,ini bukan arah kerumah kan..?"

__ADS_1


"Aku mau mencari sesuatu sebentar sayang.."


Alisya sudah tak bertanya lagi,ia hanya menyandarkan kepalanya pada sandaran dimobil itu.matanya tertutup merasakan pergerakan mobil yang mulai melambat.


Hanya sekitar 10 menit mobil mereka sudah ada diparkiran sebuah minimarket yang buka 24 jam.Sesaat setelah mesin mobil mati Aldo langsung bergegas keluar tanpa menyadarkan Alisya yang masih menutup matanya.Tak butuh waktu lama Aldo sudah keluar dari minimarket itu dengan menenteng 2 tas plastik ukuran besar.Alisya yang mulai membuka matanya saat Aldo baru masuk mobil langsung terheran dengan bawaan Aldo.Tak biasanya laki-laki itu berbelanja sendiri jika ada keperluan yang harus dibeli.Biasanya ia selalu menyuruh bi Marni atau pak Rahmad untuk membelikan barang yang ia butuhkan.


"Apa itu kak..?"


Aldo tersenyum sambil merapikan bawaannya kedalam kursi belakang mobilnya.


"Membeli keperluan ibu hamil Sya..ada beberapa susu dengan berbagai varian.Semoga kamu suka.."


Mimik wajahya sudah sangat jelas saat Aldo menjelaskan beberapa belanjaanya,semangatnya yang begitu maksimal berhasil membuat Alisya menjadi tersenyum sendiri.Dirasa betapa lucunya suaminya itu jika berhubungan dengan Alisya saat ini.


***


Fajar sudah mulai menampakkan wujudnya,tapi rumah Aldo masih nampak sepi dan tenang.Aldo yang baru datang memutuskan langsung membawa Alisya kedalam kamarnya untuk beristirahat.Pintu kamar Tasya masih tertutup rapat karena sang pemilik masih bergulung manja dibalik selimut tebalnya.Hanya terlihat bi Marni yang mulai sibuk berkutat dibalik dapur,sedang mak Rahmad tanpak mulai menyirami bunga-bunga yang ada ditaman depan rumah.


"Maaaaa...."


"Iya sayang..kamu sudah bangun..?"


"Mama kok masih tidur sih pa..?"


"Mama gak tidur kok,cuma lagi istirahat.Tasya mau mandi sekarang..?"


"Iya pa..tapi mama ga bangunin Tasya.Memangnya mama sakit ya kok masih istirahat..?"


Pertanyaan Tasya membuat Alisya membuka matanya dan mulai menyandarkan punggungnya untuk duduk.Tasya yang mengetahui itu langsung meloncat kearah Alisya yang masih terlihat sedikit lemas.


"Eitss...mandinya sama papa saja ya"

__ADS_1


Sikap Aldo yang mencoba menghalangi loncatan Tasya pada Alisya membuat gadis kecil itu menjadi sedikit marah.


"Ihhh...gak mau.Tasya maunya mandi sama mama aja..!"


"Iya sayang...ayo kita mandi sekarang.."


Tangan Alisya sudah siap memeluk dan menggendong Tasya tiba-tiba diambil alih oleh Aldo yang dengan spontan membopong tubuh padat Tasya.


"Ih..papa,Tasya mau sama mama.."


Tasya mencoba meronta dari pelukan Aldo.


"Tasya mau punya adek gak..?"


"Ya mau lah pa.."


"Kalau begitu mulai sekarang jangan minta gendong mama lagi ya...karena sekarang didalam perut mama ada calon adek Tasya.."


"Yee...beneran pa..?"


"Iya sayang.."


"Asik..nanti bisa maen-maen dong sama adek..?"


"Tapi ga sekarang..karena dedeknya masih sangat kecil.Makanya Tasya ga boleh minta gendong lagi sama mama ya biar dedeknya cepat besar.."


"Ok...siap paa..?"


Kesediaan Tasya membuat gelak tawa diantara mereka bertiga.Lebih-lebih saat Aldo mulai menggendong tubuh Tasya kearah kamar mandi membuat rasa bahagia menyelimuti hati Alisya.


Tak peduli lagi dengan segala cita-citanya yang ia rajut sedari kecil,yang menjadi prioritasnya sekarang adalah keluarganya tentunya yang terpenting janin dalam kandungannya semoga selalu sehat dan diberikan kelancaran hingga hari kelahirannya.

__ADS_1


__ADS_2