
Tak perlu menunggu lama,hari pernikahan itu akhirnya tiba.Hanya selang 1 bulan lamanya dari pembicaan Alisya dengan mamanya,rencana pernikahan itu bisa terlaksana.
Memang tak banyak yang mereka siapkan karena itu sesuai permintaan Alisya.Dia tak mau pernikahan ini diketahui banyak orang,ia merasa belum siap membagi berita ini dengan khalayak ramai.Ditambah lagi Alisya masih sibuk mempersiapkan kegiatan koasnya dikampus,ia tak sanggup membagi banyak waktu antara mempersiapkan pernikahannya dengan persiapan koasnya disebuah rumah sakit.
Menjadi dokter adalah cita - cita nya semenjak kecil,dan itu juga sangat didukung oleh ayahnya.Ayahnya begitu bahagia saat mengetahui bahwa putrinya yang 1 itu ingin melanjutkan kuliahnya dibidang kedokteran,sebab kakaknya Annisa dulu sangat berbeda dengan Alisya.Kakaknya tidak mau melanjutkan pendidikan kebangku kuliah,Annisa hanya menyelesaikan pendidikannya dibangku SMA dengan alasan tak mempunyai bakat apa - apa dan itu sedikit membuat kedua orang tuanya kecewa.Kakak tertua Annisa dan Alisya yaitu Azham melanjutkan pendidikannya sesuai harapan ayahnya menjadi prajurit pertahanan negara.Yah..anak sulung mereka menjadi seorang tentara yang sama persis seperti ayahnya yang sekarang menjabat sebagai mayor yang berpangkat bintang 4 di bahunya.
***
Alisya tampak begitu cantik dengan kebaya putih sederhananya,polesan make up yang natural semakin membuat perempuan itu tambak sempurna bagai bidadari langit yang turun dari taman firdaus dengan membawa segenggam kelopak mawar yang memabukkan.Tanpa polesan make up pun memang Alisya adalah gadis yang sangat cantik,alis yang muruncing bagai mata pisau yang tajam,manik mata yang jernih nan indah dan dihiasi bulu mata yang lentik,serta berperawakan langsing dan tak terlalu tinggi.Alisya tampak lebih anggun dengan hijab yang senada denga kebayanya,tanpa diberi aksesoris yang berlebihan.Memang pernikahan itu terkesan sangat sederhana,hanya dihadiri kerabat terdekat saja dan sebagian tetangga sekitar rumah.Tapi itu tidak mengurangi sakralnya sebuah pernikahan yang sejatinya bukan untuk dipermainkan.
Hati Alisya berkecamuk tidak karuan,jari tangannya meremas - remas sudut sprei tempat tidur yang didudukinya bersama mamanya.Lesung pipi yang senang tiasa menghiasi senyumnya tak nampak pada saat seperti ini,lesung pipi itu pergi dan menghilang bagai dihantam gelegar sautan suara orang - orang diluar kamarnya dengan tegas menyuarakan bunyi.. " SAH..".Telinganya dengan jelas mendengar suara itu disertai buliran air jernih yang mendarat dipipinya.Mamanya mengusap cairan itu dengan lembut dan meraih tubuh Alisya dan membenamkan dalam pelukannya.
"Putriku,luruskan niatmu dalam berumah tangga,jadikan ini sebagai ladang pahalamu,tutuplah kekurangan suamimu dengan mulianya akhlakmu,sambutlah kedatangannya dengan hangatnya senyumanmu,hiburlah hatinya dengan kelembutan bahasamu,kenyangkanlah perutnya dengan makanan halalmu,maka tak ada yang lebih pantas kamu sandang selain gelar Mar'atus Sholikha " dikecupnya kening Alisya dengan haru.Alisya tak kuasa untuk menahan air matanya agar tak jatuh lebih deras lagi.
__ADS_1
"Mama adalah madrasahku,insyaAlloh Alisya akan selalu menjalankan apa yang sudah diwajibkan bagiku ma.."
"Sudah - sudah..jangan menangis lagi nanti make-up nya luntur" gurau mamanya hingga membuat lesung pipinya tampak dalam sebuah senyuman.
Bersamaan itu datanglah gadis kecil yang cantik masuk kedalam kamar tanpa permisi dengan memakai gaun indah nan lucu.Rambut panjangnya disanggul kebelakang menyerupai sanggul pengantin,dihiasa berbagai aksesoris pada kepalanya yang membuatnya nampak lebih lucu dan menggemaskan.Berlarilah gadis kecil itu kedalam pelukan Alisya..
"Ayo ma...kita keluar.Papa udah selesai ijabnya.sekarang mama mau dikasih papa cincin. "gadis itu sedikit menarik - narik lengan Alisya yang membuat bu Retno senyum miring ingin menggodanya.
"Ya enggak dong eyang.,Tasya juga sayang ko sama eyang.Cuma sekarang sayangnya Tasya uda aku kasiin banyak sama mama Alisya.jadi eyang kebagian sedikit aja ya..".Tasya tak mau kalah menggoda eyangnya balik.
"Ohh..jadi gitu ya..awas aja nanti ga eyang ajak ke Dufan lagi".Ancam bu Retno sambil mencubit kecil kearah hidung Tasya.
Bersamaan itu mereka tertawa bersama - sama,disusul dengan kedatanga bu Yuni yang sekarang menjadi ibu mertua Alisya.
__ADS_1
"Alisya sudah siap..ayo keluar nak semua sudah nunggu kamu ."Alisya langsung meraih telapak tangan bu Yuni lalu mengecupnya dilanjutkan dengan meraih tubuh Alisya kemudian memeluknya.
"Alisya minta doanya ya ma,supaya kami bisa menjalankan amanah ini"
"Tentu sayang,tanpa diminta mama selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. "
Bersama - sama mereka berempat sudah siap untuk keluar kamar menuju tempat ijab qobul tadi terucap.Telapak tangan Alisya terasa dingin dan digenggam erat oleh sang anak.Dari kejauhan tampak Aldo yang gagah nan tampan dengan setelan jas hitamnya sedang menunggu kedatangan Alisya.
Sejenak matanya menjadi tak terkendali,fikirannya kacau saat menatap Alisya dari kejauhan tapi sudah nampak sangat cantik bagaikan dewi bulan yang sedang tersesat di dunia fana ini.
Tanpa disadari Alisya sudah duduk berdampingan dengannya,berhadapan tepat didepan ayah kandungnya.Aldo segera mengendalikan mata dan otaknya agar fokus pada kegiatan selanjutnya.Tampak disamping sang ayah ada Azham yang sedang mengusap sudut matanya yang sedang berkaca - kaca.Ya...kakak tertuanya itu merasa terharu dengan pernikahan adik bungsunya dengan laki - laki yang sama menikahnya dengan adik pertamanya.
Dukung Author ya,biar authornya terus semangat berimajinasi.ini adalah karya pertamaku..I love you all😘
__ADS_1