KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Kelicikan


__ADS_3

Alisya masih terus mencoba mencerna setiap perkataan dokter Reymond,ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.Dokter Reymond dengan lantang dan tegas menyatakan cintanya pada Alisya yang merupakan mahasiswa bimbingannya.Alisya mencoba menenangkan hatinya dan mengatakan semuanya tentang statusnya karena ini memang tidak boleh terjadi,Alisya harus segera menjelaskan segalanya tentang statusnya pada dokter Reymond.Tapi dokter Reymond seolah tak memberikan Alisya kesempatan untuk berbicara.


"Pak...maaf sebelumnya.."


"Sya kamu ga harus jawab sekarang,mungkin ini juga terlalu mendadak buat kamu.."


"Bukan seperti itu pak dokter..saya sebenarnya sud...."


"Kamu ga usah kawatir Sya,kita memang berbeda keyakinan tapi saya sudah berniat untuk mengikuti keyakinanmu kalau kamu menerima pinanganku.."


"Pak..tunggu sebentar..sebenarnya saya sudahh..."


"Kamu tenang saja Sya..keluarga saya yang diJerman mengizinkan keputusan saya kok,dan tentunya mereka akan segera melamarmu jika kamu menyetujuinya.."


Alisya menjadi sedikit kesal dengan dosen pembimbingnya itu karena tidak memberikan Alisya kesempatan sedikit pun untuk mengutarakan maksudnya.


Hingga terdengar seorang perawat menghampiri mereka dan berkata bahwa ada seorang laki-laki yang mencari keberadaan Alisya.Dokter Reymond pun menghentikan ucapannya pada Alisya dan mulai merasa penasaran siapakah laki-laki yang sedang mencari Alisya.


"Assalamualaikum.."


Aldo datang tepat pada waktunya,wajah Aldo yang pada awalnya penuh senyuman tiba-tiba berubah muram saat mengetahui Alisya sedang bersama dengan seorang dokter laki-laki dan berbicara sangat serius.


"Wa'alaikum salam..kakak disini..?"


Alisya menjawab salam Aldo dengan beranjak dari tempat duduknya dan berdiri disamping Aldo.Dokter Roymond pun mengikuti Alisya untuk berdiri dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya untuk bejabat dengan Aldo.


"Saya dokter Reymond,dosen pembimbing Alisya.."


"Saya Aldo suami Alisya.."


Seketika dokter Reymond merasa kebingungan dengan perkenalan mereka,dia juga merasa ada yang salah dengan pendengarannya.Matanya sedikit terbelalak,jabatan tangannya pun seolah menempel pada lem yang melekat dan tubuhnya beku seperti es batu.

__ADS_1


"Pak sebenarnya sedari tadi saya mau menjelaskan bahwa saya sudah menikah dan memiliki seorang anak.."


Dokter Reymond tak membalas penjelasan Alisya,ia hanya focus mendengarkan saja tanpa menjawabnya.


Senyum Aldo mulai tercipta dibibirnya saat menyadari kebisuan yang dialami oleh dokter Reymond sebab kenyataan yang diutarakan oleh Alisya.


Tak ingin berlama-lama disituasi seperti itu,Aldo meraih jemari Alisya dan segera membawa pergi Alisya dari tatapan dokter Reymond.


Alisya merasa sedikit tidak enak pada dosennya itu,tapi ketegangan yang terlihat pada wajah suaminya membuatnya mengikuti apa yang diinginkan Aldo.


Dengan tubuh yang semakin menjauh dari dokter Reymond,Alisya masih sempat mengucapkan salam perpisahan pada dokter Reymond.


"Maaf pak..saya pergi dulu,permisi.."


Dokter Reymond tak berusara sama sekali,ia masih terus mencoba menormalkan pikirannya dengan terus menatap kepergian Alisya.Sesekali ia tersenyum masam dengan apa yang baru saja ia alami,ia ditolak mentah-mentah oleh mahasiswa bimbingannya dengan kenyataan bahwa ternyata mahasiswanya sudah memiliki pasangan hidup.Sungguh sulit diterima dalam hati..


***


Alisya mengetahui jika Aldo dalam suasana hati yang kurang enak,oleh sebab itu ia belum berani mengajaknya berbicara walau mereka hanya berdua dalam mobil itu.


"Apa saja yang dia katakan Sya..?"


Aldo bertanya pada istrinya itu tanpa menoleh kearah Alisya barang sedikitpun.Alisya menjadi ragu untuk menjawab,ia takut jika apa yang dikatakannya akan lebih membuat Aldo marah.Tapi ia juga tidak mau menyembunyikan suatu hal dari suaminya itu agar tidak ada masalah kedepannya.


"Hmz..mmz..dokter..dokter Reymond berniat untuk melamarku.."Alisya berkata sangat pelan dan menunduk seolah tidak ada tenaga disana


"Brengsekkk.."


Aldo memukul setir mobilnya dengan keras,mungkin itu bisa mengurangi rasa kesalnya pada dokter Reymond.


Alisya mencoba menenangkan suasa hati Aldo dengan meraih lengan Aldo dan menggenggam tangan kiri suaminya itu.Aldo mulai merasakan kehangatan disana dan segera mengendalikan emosinya.Ia menoleh kearah Alisya walau hanya sejenak dengan senyum manis yang menunjukkan bahwa ia sudah lebih tenang.Alisya pun membalas senyuman cantiknya hanya untuk Aldo seorang.

__ADS_1


Ini ga bisa diteruskan Sya..kamu akan selalu bertemu dengan laki-laki itu dan bisa saja mengancam keluargaku.Aku harus berbuat sesuatu..


***


Sejak sore tadi Alisya terlihat sibuk mencari sesuatu yang berada dalam kamarnya,begitu pentingkah barang itu hingga ia sangat sibuk menelisik setiap sudut ruangan itu.Sesekali ia mengulangi untuk berjongkok dan melihat kearah bawah tempat tidur,siapa tahu barang itu ada disana.Tempat sampah yang berada didepan pintu kamar mandi pun tak luput dari intaiannya,memeriksa kembali barang kali ia menemukannya disana.Tanpa ia sadari suara adzan magrib sudah berkumandang,tapi pikiran Alisya masih tertuju pada barang itu dan terus saja memutar-mutar otaknya agar ingatannya kembali.Tapi tetap saja ingatan itu selalu mengatakan bahwa Alisya hanya meletakkan benda itu diatas nakas.Melihat kenyataan yang ada,Alisya terus meneyelidiki disekitar ruangan itu.Sampai Aldo pun merasa heran dengan tingkah Alisya.


"Sya..kamu sedang mencari apa?aku perhatikan sedari tadi kamu sibuk ga jelas.."


Sapaan Aldo seolah membuyarkan semua ingatannya mengenai benda itu.


"Apa kakak melihat obat penunda kehamilanku..?"


"oh..aa..aa..aku tidak pernah melihatnya Sya.."Aldo sedikit gagap dengan pertanyann Alisya.


"Biasanya aku meletakkan disini kak..tapi kenapa bisa hilang..?"


"Mungkin kamu lupa menaruhnya,jadi bi marni menyapunya Sya.."


"Aku yakin ada disini kak.."


Alisya masih tetap pada pendiriannya.Tak heran jika ia sangat khawatir sebab dari kemarin sebenarnya Alisya tidak menemukan obat itu hingga semalam ia melakukan hubungan badan dengan Aldo tanpa ada obat pengamannya.


"Sudahlah Sya..jangan terlalu dipikirkan..sebaiknya kita shalat berjama'ah yu..Tasya udah menunggu kita.."


Aldo seolah tak memperdulikan masalah Alisya,mungkin hanya sekedar berpura-pura supaya Alisya tak melanjutkan pertanyaannya.


Aldo langsung menarik jari-jari Alisya dan membawanya ke lantai dasar tepatnya dimushallah rumahnya untuk melaksanakan shalat berjama'ah.


Alisya mencoba melupakan keberadaan obat penunda kehamilan itu dan memasang senyum manisnya untuk Aldo dan putrinya.Aldo menyadari kegundahan hati Alisya,tapi ia berusaha mengacuhkan dan mengalihkan perhatian Alisya dari obat itu.


Maaf Sya..aku harus melakukan ini..bantu papa nak,cepatlah tumbuh dalam rahim ibumu..

__ADS_1


Ya Alloh ampuni kesalahanku dan semoga engkau meridloi segala yang sedang aku rencanakan..aaammmiinn


Kawan..jangan lupa tinggalin jejak ya,like atau komen aku tunggu..


__ADS_2