KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Kegilaan


__ADS_3

Aral yang melintang jangan jadikan penghalang,jadikanlah pedoman.Hiduplah dengan penuh senyuman..


Rasa sakit yang dimiliki Aldo seakan tak bisa digambarkan lagi.Ia terus saja mengumpat dalam hatinya tentang keberadaan Alisya dan Khoirul tadi.Dan itu membuat sahabat yang menemaninya merasa sangat heran dengan sikap Aldo yang berubah menjadi beku.Bisa dipastikan saat ini Aldo dalam keadaan suasan hati yang buruk,hingga perkataan Mike tidak ada yang disauti.


"Ayo lah stone man..apa yang terjadi padamu?kurasa otakmu sedikit bergeser setelah keluar dari rumah sakit tadi..!" Aldo masih terdiam dan focus menatap jalan yang ia lalui seolah-olah didepannya ada banyak bayangan Khoirul yang harus dihabisi sekarang juga.


"Sudah lah..kurasa suasana hatimu sedang kacau lebih baik aku turun disini dan kamu bisa melanjutkan urusanmu.."


Masih tak ada sautan disana,Mike akhirnya hanya bisa pasrah kemana Aldo akan membawanya.


***


Ting..


Tampak dilayar ponsel Aldo sebuah pesan dari Alisya.


"Assalamualaikum kak..hari ini aku pulang jam 15.00.Kakak tidak sibuk..?"


Aldo senang bukan kepalang mendapat pesan dari istrinya.Ia langsung membalas pesan Alisya.


"Aku jemput sekarang.."


Padahal jam masih menunjukkan pukul 13.45,tapi Aldo sudah kadung bersemangat.Ia meninggalkan semua pekerjaan yang menantinya.Tak dapat disembunyikan,api semangat sangat tampak jelas dibola matanya.


Hampir saja Mike memasuki ruang kerja Aldo hanya sekedar ingin mengajak ngobrol santai sahabatnya itu,tapi bersamaan itu mereka saling membuka dan mendorong daun pintu ruang kerja Aldo.


"Woi.. Stone man..buru-buru amat..?"


Mike menggoda saat hampir bertabrakan dengan Aldo.


"Sorry..aku ingin pulang lebih cepat.."


"Oh god..apa sih yang sebenarnya terjadi padamu..?"

__ADS_1


"Udah ga ada waktu..aku buru-buru.." Aldo belalu dari hadapan Mike dengan menepuk kecil pundak sahabatnya itu.


Mike hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dasar..!Stone man sekarang berubah menjadi Mermaid man.."


Kalimat terakhir Mike tak digubris sama sekali.Aldo terus melangkahkan pergi meninggalkan kantornya itu.


Jalanan sedikit macet,dan itu membuat Aldo merasa sangat lama saat menyusuri jalanan itu.Hati dan pikirannya sudah tak mau diajak bekerja sama lagi,ia ingin segera bertemu Alisya dan mencumbunya.Sukur kalau bisa bertemu Khoirul disana ia ingin menuntaskan segalanya disana.


Aldo bersandar pada mobilnya yang terparkir didepan rumah sakit.Pandangannya focus pada setiap orang yang keluar masuk dari rumah sakit itu.Dipilah-pilah setiap orang yang berlalu lalang didepannya,barangkali ada sosok istrinya.Banyak juga sosok mahasiswa yang mulai keluar dari rumah sakit itu,tapi ia belum mendapatkan sosok Alisya.Tak sedikit orang yang lewat menjadi saling berbisik setelah melihat keberadaan Aldo disana.Penampilannya yang cool ditambah dengan kacamata hitamnya yang elegan membuat orang yang memandangnya merasa terhipnotis oleh penampilan yang sudah dipastikan sangat ingin dimiliki oleh banyak kaum wanita.


Sekitar 30 menit ia berdiri ,sampailah pandangannya pada sosok Alisya yang keluar dari rumah sakit dengan jas putih yang sudah menggantung dilengannya.Aldo melambaikan tangannya kearah Alisya beberapa kali,Alisya yang mengetahui itu langsung menghampiri Aldo dengan sedikit berlari.


"Assalamualaikum..udah lama kak..?"


Alisya langsung meraih tangan Aldo dan menciumnya dengan tawaddu'


"Kalau disini ada musim salju,mungkin tubuhku sudah membeku Sya..!"


"Ayo kak kita pulang sekarang.."


Aldo mengiyakan,mereka langsung memasuki mobil yang sudah siap.Keberadaan Alisya disampingnya,tiba- tiba mengubah suasana hatinya.Aldo senang tertawa dan bercanda dengan Alisya saat perjalanan pulangnya.


Tanpa mereka sadari ada Khoirul yang memandang curiga kearah mereka yang mulai berlalu dari pandangannya.Seolah menunjukkan bahwa mereka adalah makhluk paling berbahagia didunia ini.


Alisya sedang bersama siapa ya..


***


Alisya masih srius membaca buku-buku kuliahnya dengan menyandarkan tubuhnya diatas tempat tidur.Sudah hampir 1 jam ia melakukan kegiatannya itu setelah menidurkan Tasya tadi dengan membacakan buku cerita favoritnya.


Aldo yang sudah siap dengan posisi tidurnya hanya bisa memeluk tubuh Alisya yang masih duduk disamping Aldo.Merasa sangat bosan karena menunggu Alisya yang membaca,membuatnya mengambil buku yang sedang Alisya baca lalu meletakkannya diatas nakas.

__ADS_1


"Sya..apa kamu tidak sadar sedari tadi aku menunggumu menyelesaikan pekerjaanmu..?"


"Hmz..maaf kak aku sangat menikmati sampai-sampai aku tak menyadari itu..!" Alisya tersenyum gemas melihat suaminya itu yang sedikit merajuk.


"Baiklah aku maafkan..asal sekarang kamu harus mengerjakan tugasmu saat berada dalam kamar berdua denganku.."


Aldo mengalihkan posisinya sekarang,ia sudah bangkit dari tidurnya dan membuat Alisya sudah berada dalam kungkungan tubuh atletisnya.Alisya yang sudah tak menggunakan hijabnya tau arah pembicaan Aldo dan menahan senyumnya hingga membuat wajahnya memerah.


Tanpa aba-aba lagi,Aldo langsung mencium bibir Alisya dan menikmatinya.Aroma strawberry keluar dari bibir Alisya,membuat Aldo semakin candu ingin menciuminya,lidah yang saling mengait serta bertukar saliva disana.Aldo beralih mencium puncak rambut Alisya yang sudah tergerai indah diatas bantal dan harum bunga mawar menyeruak dari sana.Aldo pun melanjutkan untuk menyusuri tulang hidung mancung Alisya dan mencium bibirnya lagi.Tangan Aldo yang otomatis sudah membuka semua kancing baju Alisya,ia pun melanjutkan ciumannya pada leher hingga pundak mulus Alisya.


Mata Aldo sudah kadung bergairah,dibukanya pengait BH Alisya.Sebelum ia menikmati apa yang ada disana ia sempat mengucapkan kegilaannya pada wanita itu.


"Sya...kenapa kamu cantik sekali..?"


Alisya hanya tersenyum dan merasakan gerakan bibir Aldo yang sudah sampai diantara dua dadanya.


"Aku tak merasa.."


"Karena kamu tidak pernah berusaha tampil cantik dihadapan orang lain.Bejanjilah Sya..kamu hanya tampil cantik saat bersamaku saja.." Semburat merah menghiasi pipi Alisya.


Kegiatan belum selesai,tapi sebuah ketukan keras pada pintu mengejutkan keduanya.


"Maaa...mama...buka pintunya.."


Keduanya saling memandang dan melempar senyum.Lalu tangan Alisya mendorong tubuh Aldo dengan kuat.Alisya dibuat kalang kabut membenarkan pakaiannya.


"Ya Alloh..anak ini mengganggu saja..!" Umpat Aldo


"Buka dulu pintunya kak.."


Aldo beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu kamarnya.Rambutnya diacak dengan frustasi sambil berucap pada Alisya.


"Sepertinya kita harus segera mengagendakan bulan madu nyonya Aldo Syahputra.."

__ADS_1


Alisya tertawa geli melihat tingkah Aldo yang seperti pencuri yang sedang tertangkap basah.


__ADS_2