
Setiap bencana yang menimpa di bumi dan menimpa diri kamu sendiri,semuanya sudah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum kami mewujutkannya.Sungguh yang demikian itu mudah bagi Alloh SWT.
Aldo mendongakkan padangannya kearah langit yang sudah tertabur bintang yang bercahaya.Langit yang cerah sangat berbeda dengan susana hatinya.Keinginanya untuk segera bertemu Alisya dan menjelaskan padanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Aldo dan Ghisel sudah terbumbung tinggi.Ada kesalah pahaman besar disana,karena semua itu tidak sesuai dengan apa yang dilihat oleh Alisya.
Hingga tak terasa sudah hampir 1 jam Aldo hanya duduk termenung dihalaman belakang rumahnya.Ia baru tersadar bahwa mungkin Alisya sudah selesai dengan acara mengajinya denga Tasya.Ia ingin segera menyusulnya lalu menjelaskan segalanya pada Alisya.
Tapi sebelum ia beranjak dari tempat duduknya,nampak Alisya sudah datang dengan membawa 2 buah cangkir yang berisi teh.Aldo yang mengetahui itu lngsung mengambil posisi berdiri untuk sekedar menyambut kedatangan Alisya.
Alisya yang bersikap sangat santai seolah tak peduli dengan penyambutan dari Aldo.
"Sya...duduklah, kita harus bicara.."
"Sebenarnya aku memang ingin menemani kak Aldo disini tapi aku tak ingin membahas hal itu lagi.."
"Tunggu dulu Sya...kamu harus dengerin penjelasan dari ku.."
Alisya yang masih tenang mulai duduk dikursi yang terpisah oleh sebuah meja.
"Penjelasan apalagi kak...semua sudah jelas dimataku.."
"Kamu salah menilai dengan penglihatanmu kemarin..!"
__ADS_1
"Sejujurnya aku mulai optimis dengan pernikahan kita kak..tapi setelah aku melihat kebersamaan kakak dengan Ghisel kemarin membuat nyaliku hilang dalam sekejap.."
"Alisya Az-zahra.." Alisya terkejut dengan ucapan Aldo yang menyebut namanya dengan lengkap.Seolah ada hal yang sangat serius yang harus dipercayai olehnya.
"Aku bertemu dengan Ghisel kemarin hanya sebagai seorang sahabat.Ghisel tertimpa musibah besar.Perusahaan ayahnya dicurigai terlibat korupsi dan aku didapuk olehnya sebagai pengacaranya.Ayah Ghisel merasa shock atas tuduhan itu dan membuatnya terkena serangan jantung.Aku kerumah sakit kemarin hanya ingin menjenguk dan mengetahui keadaannya.Tidak kurang dan tidak lebih.." Aldo menjelaskan dengan bahasa yang mungkin gampang dipahami oleh Alisya hingga membuatnya hanya terdiam untuk mendengarkan kelanjutannya.
"Saat dikantin Ghisel menangis,dan aku memang mengusap pipinya hanya untuk memberikan sedikit motifasi untuknya.Sebagai seorang sahabat tentunya kamu lebih paham kan Sya tentang kewajiban seorang muslim pada sabahatnya..?"
Aldo memberikan pertanyaan yang menohok bagi Alisya.Harusnya itu sudah membuat Alisya lega atas penjelasan Aldo tapi entah kenapa ada perasaan yang mengganjal dalam hatinya.
Perasaan tak rela walaupun Aldo hanya mengaku sebagai sahabat semata,perasaan kawatir dengan kedekatan mereka karena jelas sudah mereka adalah mantan kekasih dan tidak menutup kemungkinan perasaan cinta itu masih ada.
Kebekuan Alisya seketika mencair saat mendengar ponsel Aldo berdering.Aldo meraih ponsel yang ada di atas meja,memerhatikan nama yang sudah tertera dilayarnya.Ada keraguan pada wajah Aldo yang ditangkap oleh pengamatan Alisya.Benar saja ,dengan ragu Aldo menginformasikan padanya siapa yang sedang menghubunginya saat itu.
Alisya yang tak memandang sedikit pun pada ponsel Aldo merasa ada beban lagi pada dadanya.Dengan membuah nafarnya agak kasar,ia pun mengalihkan pandanganya dari wajah Aldo untuk menatapa taman indah yang ada dihadapannya.
"Iya hallo Ghisel ada apa..?"Aldo mulai menerima telphonnya dengan nada yang berat tanpa mengalihkan pandangannya pada Alisya.
Alisya tak mendengar apa pun dengan obrolan mereka.Tanpa permisi Alisya mulai pergi meninggalkan Aldo yang masih ngobrol serius dengan ponselnya.Aldo yang menyadari kepergian Alisya membuatnya merasa tidak enak.
Setelah menuntaskan obrolannya dengan Ghisel,Aldo langsung pergi ke kamarnya untuk segera menemui Alisya.Istrinya itu memang ada didalam kamar dan dengan pelan Aldo membuka pintunya agar tidak mengganggu Alisya yang mungkin sudah tidur.
__ADS_1
Tapi perkiraan Aldo salah..Alisya tidak tidur.Ia sedang berdiri menghadap disamping jendela besar dengan tirai yang tertiup denga lembut oleh angin malam.Dengan ragu Aldo melangkahkan kakinya untuk mendekati Alisya.
"Sya...ada hal penting yang harus kami bicarakan dikantor sekarang.."suara Aldo melemah.
"Dengan Ghisel..?" Perntanyaan itu terlontar seperti batu yang dilempar kearah Aldo.
"Sya..aku harap kamu memahami pekerjaanku.."
Ya..memang sangat egois jika Alisya mencegah kepergian Aldo.Itu sangat tidak profesional bagi tuntutan pekerjaannya.
Alisya tidak menjawab lagi.Ia hanya meraih tangan Aldo lalu menciumnya dengan lembut.
"Hati - hati kak.."
Seketika hati Aldo seperti tersiram air es mendengar ucapan Alisya yang memberi izin sekaligus mengisyaratkan kepeduliannya terhadap Aldo.
***
Pukul 21.35 Aldo sampai dikantornya,dengan sedikit tergesah - gesar berjalan menuju ruangan pribadinya.Walaupun hari sudah mamang menunjuk sudah malam,tapi tampak beberapa karyawan yang masih berkutat dengan pekerjaan masing - masing.Mungkin mereka tidak ingin ambil resiko kalau besok pagi harus segera melaporkan hasil kerjanya mengingat pekerjaan mereka adalah pekerjaan yang tak mengenal waktu.
Aldo membuka pintu ruangannya dan melihat Ghisel sudah duduk manis menunggu kedatangan Aldo disofa yang ada didalam ruangan itu.Tampak juga dua cangkir kopi yang mungkin sudah disediakan oleh office boy dikantornya.
__ADS_1
"sudah lama...?" Aldo membuka percakapannya.Ghisel yang mengetahui kedatangan Aldo langsung berdiri dari duduknya.Seketika itu Ghisel tampak begitu seksi dengan pakaian minimnya yang bagian lengannya dibiarkan terbuka.Bibirnya dipoles gincu merah yang menyala dan menambah keseksian.Harusnya itu sudah cukup membuat jiwa kelelakian Aldo bergetar mengingat Ghisel adalah wanita yang pernah ia cintai.Tapi tidak untuk sekarang,Aldo sama sekali tidak merasakan getaran apapun dalam dadanya.Pun ketika Ghisel mulai memeluk Aldo sebagai tanda penyambutannya,Aldo sama sekali tak merasakan apa - apa.Mungkinkah Aldo sudah tidak mencintai Ghisel lagi..mungkinkah Ghisel sudah tak menarik lagi dimatanya..mungkinkah nama Ghisel sudah tak terukir lagi dihatinya..atau mungkinkah kini Alisya lah wanita satu - satunya yang bertahta didalam sanubarinya. .