KAKAK IPARKU, SUAMIKU

KAKAK IPARKU, SUAMIKU
#Terselubung


__ADS_3

Alloh maha membolak-balikkan hati manusia,siapa sangka Aldo yang dulu selalu mengingkari segala iman dalam hatinya kini ia selalu berusaha merajuk dan bersyukur kepada sang Khaliq atas segala apa-apa yang ia peroleh hari ini.


Ia sekarang menjadi jiwa yang selalu haus akan keimanan dan selalu mencari keridhoanNYA disetiap tindakan yang ia lakukan.Setiap sepertiga malam ia selalu menunaikan shalat tahajjut,selesai shalat jika ia tidak merasa capek maka ia akan melanjutkan dengan melafalkan dzikir-dzikir yang dulu ia pelajari sewaktu dipesantren hingga waktu subuh tiba.


Shalat 5 waktu tak pernah ia tinggalkan,bahkan ia sering mengajak karyawannya untuk shalat berjam'ah bersamanya jika berada dikantor.Tasya juga kini sudah mulai mengerjakan shalat berjama'ah bersama papa dan mamanya,bukankah keimanan memang harus ditanamkan sedini mungkin sebagai benteng jika kekufuran sewaktu-waktu menyerang keimanan manusia.Tentu semua itu tidaklah lepas dari dukungan Alisya yang selalu mengajak suaminya untuk kembali kejalan yang benar.Hakikatnya hubungan suami-istri dibangun diatas pondasi keimanan yang kuat,saling mengingatkan jika salah satunya melakukan kesalahan tanpa ada rasa menggurui hingga tidak menimbulkan kesalahan yang lebih fatal.


"Selamat ulang tahun sayang.."


"Hah....?"


Alisya tercengang dengan ucapan suaminya itu.Tangannya yang sibuk melingkarkan dasi pada leher Aldo tiba-tiba berhenti untuk mencerna ucapan Aldo.


"Kamu gak ngucapin terima kasih gitu..?"


"Tunggu kak..siapa yang ulang tahun..?"


Alisya sudah merapikan dasi suaminya itu dan mengalihkan tumpuan tangannya pada pundak Aldo.


"Ya Alloh Sya..kamu gak bener-bener lupa kan..?"


Alisya masih berusahan berfikir sebelum Aldo melanjutkan perkataannya.


"Sekarang tanggal 5 April..apa kamu lupa..?"


"Astagfirulloh..aku lupa kak..!jadi sekarang ulang tahunku..?"


"Dasar kamu..masih muda sudah pikun.."


Aldo menggoda istrinya itu dengan mencubit lembut hidung Alisya yang mancung.


"Ya Alloh..apa karena akhir-akhir ini aku terlalu sibuk ya kak sampai ulang tahunku sendiri terlupankan..?"


Ada sedikit penyesalan dalam raut wajah Alisya yang ditangkap Aldo.Tak ingin istrinya terlalu lama merasakan penyesalan,Aldo cepat-cepat menghiburnya.


"Jadi..gak ada traktiran nih..?"

__ADS_1


"Kak..aku belum punya penghasilan.Kuliah saja masih dibiayai suamiku.Tapi kalau kakak minta traktir es crem saja sih insha Alloh aku sanggup..!"


Aldo tersenyum melihat ekspresi istrinya yang memelas itu,ia mendekatkan wajahnya dan menatap mata Alisya dengan intens.


"Baiklah..nanti malam kita makan diluar saja.Sudah lama juga Tasya tidak pernah diajak jalan-jalan.."


"Jadi Tasya juga boleh ikut..?"


"Tentu sayang.."


"Terima kasih my hubby.."


Alisya mencium kedua pipi Aldo dengan refleks saking bahagianya.Aldo yang terkejut dengan sikap istrinya itu hanya mematung dan melebarkan matanya memandang Alisya tak percaya.Iya..meskipun pernikahan mereka sudah berjalan 4 bulan tapi itu adalah tindakan pertama yang dilakukan oleh Alisya.Ia tak penah bersikap agresif jika harus berhungan dengan suaminya itu,bahkan ia selalu cenderung bersikap malu-malu jika harus melayani suaminya.Mungkin itulah yang membuat Aldo semakin tergila-gila pada istrinya karena dia memang tipe pria yang tidak suka dengan wanita yang agresif.


Alisya yang mengetahui keterkejutan suaminya mulai malu dan menutup mulutnya karena sejujurnya ia pun tak sadar dengan apa yang diperbuat pada Aldo.


"Sya..apa kamu mulai menggoda aku..?"


"Enggak kak..aku gak bermaksud seperti itu.."


Pipi Alisya berubah menjadi merah karena menahan malu.


Aldo malah terus menggodan Alisya dengan menarik pinggangnya agar lebih dekat dengan tubuhnya.Alisya yang berpegang erat pada pundak Aldo hanga bisa menggelengkan kepalanya dengan sedikit senyum manis dibibirnya.Sungguh itu membuat perasaan Aldo semakin membuncah.Tanpa menunggu lama Aldo sudah menempelkan bibirnya pada bibir Alisya.


Alisya yang tau jika suaminya itu sudah dipenuhi oleh gairah ikut menikmati ciuman dipagi hari itu.Keduanya pun saling menikmati ciuman mereka,kini tangan Alisya sudah melingkar sempurna pada leher Aldo.Alisya yang sudah mahir dengan ciumannya tetap saja kalah dengan kelincahan lidah Aldo yang terus menelusuri rongga mulut Alisya.


Sebelum Alisya kehabisan nafas,Aldo mulai melepaskan tautan bibir mereka.Bibir Alisya yang manis kini mulai memerah dan membengkak akibat ulah Aldo.


"Kak..ini sudah pukul 08.00.."


"Memangnya kenapa..?"


"Kakak harus segera pergi kekantor kan..?"


"Ini hari minggu saja.Aku hanya ada pertemuan sebentar dengan dewan mengurus pabrik yang kasusnya sedang aku tangani.Jadi sedikit terlambat tidak masalah.."

__ADS_1


"Jadi..?"


"Jadi kita lanjutkan kegiatan kita karena kamu sudah berani membangunkan macan yang sedang sibuk..?"


Alisya tertawa melihat tingkah suaminya yang mulai membopong tubuh Alisya untuk diletakkan diatas tempat tidur.Alisya semakin geli sendiri saat Aldo melepas kasar dasi yang melingkar dilehernga padahal baru saja ia yang merapikan.


Mereka pun melakukan percintaan itu tanpa obat pengaman yang sedari kemarin dicari oleh Alisya dan tidak ditemukannya.


Gerakan Aldo saat bercintapun seolah memang disengaja olehnya agar benih yang ia tanam dalam rahim Alisya segera tumbuh.Itu terlihat saat mereka sudah dalam puncak ******* Aldo tak buru-buru mencabut miliknya agar benih yang ia tanam mencapai dasar rahim dengan benar.Bahkan ia juga memeluk Alisya dari belakang tanpa melepaskan penyatuannya.Aldo benar-benar diliputi oleh rasa egois yang menginginkan kehadiran seorang anak dari Alisya saat itu juga.Semoga Alloh selalu memberkahi kehidupan mereka.


***


Alisya mengutak-atik isi laci disamping tempat tidurnya,mencari-cari obat penunda kehamilannya.Siang tadi ia sudah membeli obat itu diapotek terdekat dengan rumahnya.Belum sempat ia meminumnya tapi tiba-tiba obat itu sudah menghilang.padahal ia sendiri sudah siap untuk segera pergi bersama Aldo dan Tasya untuk makan malam bersama direstorant yang sudah dipesan Aldo tadi siang.Walau gurat kekhawatiran tanpak jelas diwajah Alisya,tapi tetap saja ia terlihat sangat cantik dan anggun.Gaun malam berwarna hitam yang melekat pada tubuhnya tampak sangat kontras untuk warna kulit Alisya yang putih dan mulus.Itu membuat Alisya tampak sangat mempesona walaupun tanpa riasan yang mencolok.Wajar saja,jika Aldo selalu memuja makhluk ciptaan Alloh yang satu ini.Sejatinya kecantikan bukan dilihat dari bentuk fisik saja,tapi kecantikan bisa muncul saat hatinya terlebih dahulu dipercantik.Sukur alhamdulillah,Alisya memiliki kedua-duanya dan itu membuat Aldo semakin mengagumi istri keduanya itu.


"Sudah siap Sya..?"


Aldo tiba-tiba muncul dari arah depan pintu.Alisya yang memang berpura-pura tidak panik segera meraih tasnya yang berisi dompet dan ponsel segera berjalan menuju arah Aldo untuk menggandengnya.


"Ayok kak..aku sudah siap kok.."


Aldo tersenyum tipis melihat lengan Alisya yang sudah melingkar indah pada lengannya.


"Syaaa..please..jangan menggoda lagi.."


Alisya yang mendengar godaan Aldo mulai memicingkan matanya dan merasa sedikit sebal dengan sikap suaminya.


"Kak...mulai deh otak mesumnya kambuh.."


Aldo terkekeh melihat mimik wajah Alisya yang nampak sadang marah tapi lucu.


"Hahaa...ya udah berangkat sekarang yuk.."


Alisya tersenyum dan mulai berjalan meninggalkan kamar itu bersama suaminya yang masih dengan pikiran masing-masing


Maaf Sya..ini harus aku lakukan..

__ADS_1


Aldo selalu berucap ma'af jika melihat wajah bingung Alisya,ingin rasa hatinya tak sanggup lagi untuk membohongi istrinya itu.


kemana obat itu?Aku yakin ada yang tidak beres..


__ADS_2