Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 36


__ADS_3

Satu bulan sudah pernikahan Merlisa dan Arga, hubungan mereka seperti biasa saja, setiap bertemu selalu saja ada yang mereka debatkan, layaknya tom & jerry yang tidak pernah akur.


Sudah 5 hari Merlisa tinggal di arpatemen seorang diri, karena beberapa hari yang lalu Arga pergi ke luar negri untuk mengurus bisnisnya.


Malam ini Merlisa tertidur pulas di atas sofa ruang tv, seketika Merlisa terkejut saat mendengar ketukan pintu dari luar arpatemennya yang cukup keras.


" Kakakmu kenapa Raf? bukannya lusa kakakmu baru akan kembali?" tanya Merlisa saat pintu sudah di buka, melihat Rafi sedang memapah Arga yang terlihat sangat kacau.


" Nanti aku ceritakan kak, sekarang bantu aku membawa kak Arga ke kamar." Ucap Rafi yang di angguki Merlisa.


Merlisa melepaskan sepatu dan kemeja yang di pakai Arga, dengan penuh telaten Merlisa mengelap wajah dan tubuh Arga, memakaikan kaos oblong pada Arga.


" Raf apakah kau bisa membuka celana kakakmu, ia harus menggantinya." Ucap Merlisa pada Rafi.


" Baiklah kak, aku akan menggantinya." Sahut Rafi.


" Hei kamu mau ngpain Raf?" tanya Merlisa saat Rafi ingin membuka celana kakaknya.


" Tadi katanya aku di suruh mengganti celana kak Arga, kakak ipar bagaimana si." Kesal Rafi merasa di permainkan.


" Maksudku aku mau keluar dulu, aku tidak mau melihat pusaka kakakmu." jawab Merlisa.


Rafi memicingkan matanya, pertanda ia curiga dengan hubungan Arga dan Merlisa.


" Apakah kalian selama ini belum pernah melakukan hubungan suami istri?" tanya Rafi, Merlisa menggelengkan kepala lemah.


" Ya ampun kakak ipar !, mana ada hubungan rumah tangga seperti kalian, pria macam apa kak Arga ini, membobol satu gawang saja tidak bisa." Ucap Rafi yang heran dengan sepasang suami istri ini.


" Sudah kau jangan memikirkan hubungan aku dan kakakmu itu, itu urusan kita." Sahut Merlisa keluar dari kamar Arga menuju dapur untuk membuatkan susu hangat untuk Arga.


" Kau sudah selesai Raf?" tanya Merlisa masuk ke dalam kamar Arga sambil membawa segelas susu hangat.


" Sudah kakak ipar, aku mau pulang dulu ini sudah sangat larut nanti mama curiga aku keluar rumah semalam ini." Ucap Rafi.


" Sebenarnya ada apa dengan kakak mu Raf?" tanya Merlisa.


" Aku juga tidak tau kak, tadi aku di telpon oleh seseorang bahwa pemilik handphon ini sedang mabuk berat di club XX." Ucap Rafi menjelaskan pada Merlisa.


" Kenapa dia bisa mabuk Raf?" tanya Merlisa.


" Gak tau kak, aku baru melihat kak Arga seperti ini, sebelumnya ia tidak seperti ini." Ujar Rafi, ingin pergi keluar kamar Arga.


" Tunggu Raf." Ucap Merlisa menghentikan langkah kaki Rafi.

__ADS_1


" Ada apa lagi kakak ipar." Sahut Rafi memutar tubuhnya malas.


" Tolong rahasiakan hubungan aku dan kakakmu yang sebenarnya ya, aku tidak mau mama dan papa kecewa." Ucap Merlisa menatap Rafi memohon.


" Mama dan papa sangat berharap memiliki cucu dari kalian kakak ipar." Ucap Rafi.


" Aku tau Raf, kami hanya belum siap saja. Jadi tolong rahasiakan ini." Ucap Merlisa.


" Kau tenang saja kakak ipar, aku mengerti." Ucap Rafi tersenyum sambil keluar dari kamar kakaknya.


" Kau panas sekali." Gumam Merlisa saat memegang dahi Arga.


Merlisa mengompres Arga, ia terus menatap wajah tampan Arga, Wajah yang begitu sempurna tidak ada kekurangan sedikitpun. Sungguh sempurna ciptaan tuhan yang satu ini.


Pagi hari Arga terbangun mendapatkan Merlisa tertidur di atas kursi samping kasur Arga dengan kepala bersandar di bahu Arga.


" Ada apa denganku." Gumam Arga sambil mengambil handuk kecil yang berada di atas dahinya.


Ia mengingat ingat kejadian yang semalam yang ia alami, wajahnya seketika begitu memerah menahan kekesalannya, namun wajahnya seketika berubah saat melihat wajah Merlisa yang tertidur pulas di bahunya, Arga terus menatap wajah Merlisa, seulas senyum mengembang di bibirnya.


" Apakah semalam ia merawatku?" Gumam Arga dengan tatapan yang masih menatap Merlisa, ia membelai rambut Merlisa yang menghalangi wajahnya, Arga mencium kening Merlisa lama.


Merlisa menggeliat merasakan ada yang menganggu tidurnya, dengan cepat Arga menutup matanya.


" Tubuhku rasanya pegal semua. Tapi kau lebih baik tetap tidur seperti ini saja, ke tampananmu terlihat sempurna, kalau kau sudah membuka matamu pasti kau akan berubah menjadi pria menyebalkan sekali." Gumam Merlisa lagi menatap wajah Arga.


" Sudah puas menatap wajah tampanku." Ucap Arga tiba - tiba.


" Kau sudah bangun, ya sudah aku mau pergi ke kamarku dulu." Ucap Merlisa mengalihkan bembicaraan, karena ia begitu malu sudah ketahuan menatap wajah Arga diam - diam.


" Mau kemana kamu? aku belum mengizinkanmu untuk pergi dari sini." Ucap Arga.


"Aku mau mandi, dan membuatkan mu sarapan." Sahut Merlisa.


" Ya sudah nanti kamu ke sini lagi." Ucap Arga.


" Cih, aku seperti sedang merawat anak kecil." Kesal Merlisa.


" Ya sudah kalau begitu kau tidak boleh keluar dari sini." Ucap Arga masih memegang lengan Merlisa.


" Iya iya nanti aku akan ke sini lagi tuan." Ucap Merlisa sambil memutar bola matanya malas.


" Ya sudah sana." Usir Arga. Merlisa mendelikan matanya karena sebal dengan tingkah Arga.

__ADS_1


Arga hanya tersenyum lebar melihat wajah Merlisa yang menurut Arga sangat menggemaskan untuknya.


Beberapa saat Merlisa masuk ke dalam kamar Arga membawa semangkuk bubur jamur dan segelas teh hangat.


" Ini aku bawakan bubur jamur untukmu, semoga kamu suka." Ucap Merlisa meletakan nampan di atas nakas.


" Aku mau kamu yang menyuapiku." Ucap Arga baru keluar dari kamar mandi, ia berjalan menuju sofa sambil menyenderkan kepalanya di sisi sofa.


" Kau manja sekali si." protes Merlisa.


" Aku masih sangat lemas, rasanya aku tidak sanggup untuk makan sendiri." Bohong Arga.


" Tadi kamu berjalan ke kamar mandi saja sudah bisa, tapi kenapa cuma makan kamu tidak bisa, huh!" dengus Merlisa.


" Ayolah aku tidak mau berdebat denganmu, aku sudah sangat lapar." Ucap Arga pura - pura lemas.


Merlisa mulai menyuapi bubur ke dalam mulut Arga.


" Rasanya sangat enak sekali bubur ini, saat di suapi denganmu." Ucap Arga.


" Tidak usah mencoba merayuku." Ketus Merlisa.


" Aku tidak sedang merayu atau memujimu, aku hanya berbicara apa adanya." Sahut Arga santai.


" Ayo kau juga makan, kamu juga belum sarapankan." Ucap Arga tersenyum manis.


Cih, kenapa dengan si pria bunglon ini, apakah karena semalam ia demam terus otaknya agak bergeser. Kenapa pagi ini ia begitu manis denganku. Batin Merlisa.


" Hei aku menyuruhmu sarapan bersamaku, bukan asyik bengong." Ucap Arga sambil menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah Merlisa, sontak Merlisa sadar dengan lamunannya.


" Aku tidak mau makan satu sendok denganmu, nanti aku akan sarapan di meja makan." Ucap Merlisa.


" Pasti kau berpikir makan satu sendok denganku, itu sama saja kita berciuman secara tidak langsungkan." Tebak Arga.


" Iya." Sahut Merlisa singkat.


" Kan kita sudah sering melakukannya secara langsung, atau kamu mau makan langsung dari ...." Ucap Arga yang sudah di potong Merlisa.


" Iya ini aku makan buburnya juga." Ucap Merlisa memasukan bubur jamur ke dalam mulutnya.


Arga hanya tersenyum penuh kemenangan, entah sejak kapan ia begitu menyukai wajah kesal Merlisa. Menurut Arga terlihat sangat menggemaskan sekali.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, dan komennya agar author selalu bersemangat upnya 💪😘👍


__ADS_2