Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 63


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siang mereka, kini mereaka berangkat menuju kepulauan seribu dengan menggunakan 3 mobil, Andri, Indri dan Dimas. Rafi, Natan, dan Anggi. Sedangkan Arga, Merlisa bersama Salwa yang mengemudi sepasang suami istri itu, yang semakin hari semakin lengket tidak terpisahkan.


Mereka melanjutkan perjalanan ke kepulauan seribu dengan menaiki kapal speadboat yang sudah di sewa oleh Arga.


Merlisa duduk di pinggir kapal, sambil menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Arga, dan Arga memeluk Merlisa dari belakang, sambil terus menciumi pucuk kepala Merlisa.


Sedangkan yang lain tengah asyik bernyanyi bersama sambil di iringi suara gitar yang di mainkan oleh Natan.


"Nat pinjem gitarnya." Ucap Andri pada Natan.


"Ini kak." Sahut Natan menyerahkan gitar pada Andri.


"Eeemm lagu ini aku persembahkan untuk orang yang spesial, Salwa" Ucap Andri sambil melirik Salwa yang duduk tidak jauh darinya.


Kau dan aku tercipta oleh waktu


Hanya untuk saling mencintai


Mungkin kita ditakdirkan bersama


Merajut kasih menjalin cinta


Berada dipelukanmu


Mengajarkanku apa artinya kenyamanan


Kesempurnaan cinta


Berdua bersamamu


Mengajarkanku apa artinya kenyamanan


Kesempurnaan cinta


Kau dan aku tercipta oleh waktu


Hanya untuk saling mencintai


Mungkin kita ditakdirkan bersama


Merajut kasih menjalin cinta


Berada dipelukanmu


Mengajarkanku apa artinya kenyamanan


Kesempurnaan cinta


Berdua bersamamu


Mengajarkanku apa artinya kenyamanan


Kesempurnaan cinta


Tak pernah terbayangkan olehku


Bila kau tinggalkan aku


Hancurlah hatiku musnah harapanku sayang


Berada dipelukanmu

__ADS_1


Mengajarkanku apa artinya kenyamanan


Kesempurnaan cinta


Berada dipelukanmu


Mengajarkanku apa artinya kenyamanan


Kesempurnaan cinta


Berdua bersamamu


Mengajarkanku apa artinya kenyamanan


Kesempurnaan cinta


Lagu dari Rizki febian, kesempurnaan cinta yang Andri lantunkan untuk Salwa.


"Wwaah kak Andri sweet banget si." Ucap Anggi.


"Hohoho aku tersentuh banget kak." Sahut Rafi sambil memegang dadanya.


"Sampai meleleh aku kak." Goda Merlisa.


Sedangkan Salwa hanya terdiam, menyembunyikan rasa malunya dengan wajah yang datar tanpa ekpresi.


"Dri jangan cuma nyanyi doang elo bro, cepet halalin dong." Ucap Arga ikut menggoda Andri.


"Supaya bisa kaya gini." Ucap Arga lagi sambil mencium pipi Merlisa lama, dan merangkul Merlisa.


"Tenang aja bro masih dalam proses." Sahut Andri.


"Nih adik dan kakak sama ngeselin ya, bisanya ngeledek aja. Emang elo sendiri udah punya pasangan apa Raf." Ucap Andri.


"Belom juga kak." Sahut Rafi, dan semuanya tertawa bersama.


****


"Ini dia resortnya, elo bro, Rafi dan Natan, kamar kalian ada di sebelah kiri. Dan kamu kakak ipar, kamar kamu pintu kedua dari kamar mereka bertiga. Sedang kamu Salwa dan Anggi, kamar kalian ada di sebelah kanannya. Dan sedangkan untuk aku dan istri ku tercinta kamar kami ada di atas." Ucap Arga memberi tau kamar masing - masing, setelah mereka sampai di resort.


"Kalian bisa istirahat, sampai bertemu nanti malam." Ucap Arga lagi, dan merekapun pergi ke kamar mereka masing - masing.


Merlisa tertegun melihat kamar yang ia masuki.


"Sayang ini kamu persiapkan semuanya?" tanya Merlisa dengan mata yang berbinar.


"Iya, apa kamu suka?" Jawab Arga memeluk Merlisa dari belakang sambil menyelusup di tengkuk leher Merlisa.


"Suka." Sahut Merlisa, saat ini kamar mereka di hias seperti kamar pengantin yang sedang melakukan honeymoon, dengan kelopak bunga mawar di atas tempat tidur, serta lilin kecil berbentuk love di sisi kamar, serta hamparan laut yang terpampang dari balkon kamar mereka.


"Ini honeymoon kedua kita sayang, waktu dulu kita belum saling cinta, namun honeymoon kali ini sudah sangatlah berbeda." Ucap Arga lagi.


"Terima kasih sayang, terima kasih sudah begitu banyak melimpahkan kasih sayang yang begitu banyak untukku." Sahut Merlisa yang sudah membalik badannya menghadap Arga.


"Tidak usah berterima kasih sayang, memilikimu adalah suatu keberuntunganku." Sahut arga.


Cup satu kecupan mendarat di bibir Merlisa.


"Sayang!" ucap Merlisa sambil memekul pelan dada Arga.


"Kenapa? mau lagi." Sahut Arga dengan mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Merlisa.

__ADS_1


"Aahh kau...." Ucap Merlisa terhenti karena Arga sudah menyesap bibir Merlisa kembali.


Dan Merlisa sudah melingkarkan tangannya di leher Arga, sambil memejamkan mata menikmati sentuhan yang Arga berikan padanya.


Tidak hanya sampai di situ, Arga sudah meraba dan membelai tubuh Merlisa memainkan dua gunung kembar Merlisa yang begitu indah, Merlisa semakin terbuai oleh sentuhan demi sentuhan yang Arga berikan padanya. Hingga tidak Merlisa sadari tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai pakaian dan selanjutnya Arga melakukan aktivitas naik - naik ke puncak gunung, melewati lembah bersama Merlisa hingga mencapai kenikmatan bersama, sampai mereka terkulai lemas, dan tertidur di bawah selimut dengan tubuh yang masih polos.


Di dapur Anggi merasa haus, ia ingin mencari air minum di dapur.


"Waahh kulkasnya sudah terisi makanan banyak sekali." Gumam Anggi saat melihat makanan yang begitu banyak di dalam kulkas.


"Gi lagi apa kamu?" tanya Rafi tiba - tiba.


Duuukk Anggi kejedot kulkas karena ia begitu kaget.


"Aduuhh pak Rafi kenapa mengagetkan sekali." Ucap Anggi sambil mengelus - elus keningnya sendiri


"Hehehe maaf ya." Sahut Rafi, sambil mengelus - elus kening Anggi dan meniup - niupnya.


Pak Rafi semakin terlihat tampan sekali, jika dilihat semakin dekat begini. Batin Anggi.


"Sudahkan?" tanya Rafi, dan sontak membuyarkan lamunan Anggi.


"I-iya sudah pak." Sahut Anggi gugup.


"Ini bukan kantor Gi, kenapa kamu selalu memanggil aku dengan sebutan bapak, aku tidak setua itu kan." Ucap Rafi.


"Hehehe maaf pak ehh mas ehh kakak." Sahut Anggi salah tingkah sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hahaha kamu tuh lucu ya, panggil Rafi saja atau kakak, ya senyaman kamu saja tapi jangan panggil bapak juga jika di luar kantor." Ucap Rafi tersenyum.


Anggi hanya tersenyum canggung.


Aiihh senyumannya manis banget si, jantungku kenapa jadi jedak jeduk gini ya. Batin Anggi.


"Bapak ehh kak Rafi ada apa ke dapur, ada yang bapak inginkan?" tanya Anggi yang sudah bisa menetralkan sikapnya.


"Saya mau ambil buah, untuk sekedar menganjal perut, kan makan malamnya masih lumayan lama." Jawab Rafi.


"Biar saya yang kupaskan kulitnya kak." Ucap Anggi menawarkan.


"Boleh kalau tidak merepotkan." Jawab Rafi.


Dan Anggi mengupas buah Apel dan pir untuk Rafi, memotong - motong kecil agar memudahkan untuk memakannya dan meletakkan di atas piring.


"terima kasih."


"Sayaaaang!" teriak Arga tiba - tiba sambil menuruni tangga hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada karena paniknya.


"Ada apa kak?" tanya Rafi dan Anggi bersamaan.


"Kalian liat Merlisa tidak?" tanya Arga.


Anggi dan Rafi menggelengkan kepalanya.


"Tenang dulu kak, mungkin kakak ipar lagi di kamar mandi atau sedang berkeliling resort." Ucap Rafi.


"Iya kak." Sahut Anggi menimpali.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya 🤗🙏💪

__ADS_1


__ADS_2