Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 43


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Merlisa menyiapkan sarapan untuknya dan Arga.


Setelah menyiapkan air hangat untuk Arga. Merlisa ingin membangunkan Arga.


"Wajah ini, hidung, bibir, mata, semua terlihat sempurna. Kau begitu tampan ohh suamiku, hihihi." Gumam Merlisa yang memainkan wajah Arga menggunakan jarinya.


"Namun jika kau membuka matamu, kau sungguh menyebalkan, huh!" gumam Merlisa lagi.


Merlisa menusuk - nusuk pipi Arga, menyusuri wajah Arga dengan jarinya.


" Sepertinya kau begitu menyukai wajahku istriku." Ucap Arga masih memejamkan matanya.


" Kau sudah bangun suamiku, sejak kapan kau bangun?" tanya Merlisa.


" Hheemm sejak kapan ya. Cukup lama mendengarkan kau berbicara sendiri dan memainkan wajahku." Sahut Arga Sambil mencium sebelah pipi Merlisa.


" Jadi kau mendengar semuanya?" tanya Merlisa.


"Heeemmm. Aku mendengar semuanya sayang, sampai kau bilang aku menyebalkan." Jawab Arga menyelusup di leher Merlisa, mengendus aroma tubuhnya.


"Sudah suamiku aku geli, sana mandi nanti air hangatnya jadi dingin." Ucap Merlisa sambil mejauhkan wajah Arga dengan telapak tangannya.


"Sayang apakah kau sudah mencintaiku?" tanya Arga di sela - sela aktivitasnya.


" Entahlah." Jawab Merlisa, karena memang ia belum tau perasaannya apa yang ia rasakan dengan Arga saat ini di sebut cinta atau bukan.


" Aku akan membuatmu jatuh cinta denganku istriku, bahkan jatuh cinta sampai berkali - kali." Ucap Arga sambil menatap Merlisa intens.


" Hheemm, ya sudah sana mandi suamiku." Ucap Merlisa.


" Mana morning kiss untukku." Pinta Arga.


Cup Merlisa mengecup kilas bibir Arga, namun sudah di tahan oleh Arga memegang tengkuk leher Merlisa dan menyambar bibir Merah Merlisa. Ciuman mereka terhenti saat mereka kehabisan nafas.


" Sudah sana mandi, nanti telat berangkat bekerja." Ucap Merlisa.


"Ya sudah aku mandi dulu, tapi tunggu aku di sini." Sahut Arga beranjak bangun dari tempat tidur, yang sebelumnya mengecup pipi Merlisa.


"Iya suamiku!" teriak Merlisa karena Arga sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Merlisa pergi ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian untuk Arga.


Merlisa merapihkan tempat tidur sambil menunggu Arga selesai mandi.


Kenapa ia begitu seksi sekali. Batin Merlisa sambil menelan silvanya secara kasar saat melihat Arga keluar dari kamar mandi bertelanjang dada dengan air yang masih menetes, hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


" Gosok air liurmu sayang." Ucap Arga.

__ADS_1


Tanpa Merlisa sadari ia menggosok bibirnya.


"Aaahh kau ini." Ucap Merlisa salah tingkah karena ketahuan menatap Arga.


" Hahaha habis kau sebegitunya menatapku." Ucap Arga.


" Ya sudah sini aku bantu memakainya." Tawar Merlisa mulai mengancingi kemeja Arga, di tengah aktivitas untuk membantu Arga berpakaian, Arga tak henti - hentinya terus mencium wajah Merlisa.


" Aawww aku tercekik sayang." Ucap Arga karena Merlisa menarik dasi Arga.


" Habis kau tidak mau diam, aku tidak selesai - selesai, huh!" kesal Merlisa.


" Habis jika sedang bersamamu, aku tidak pernah merasa puas istriku. Tadi malam aku mau memakan mu lagi, tapi aku tidak tega melihatmu tertidur pulas, apakah kau begitu kelelahan sayang." Ucap Arga.


" Hheeemm, begitulah." Sahut Merlisa.


" Kalau begitu mulai sekarang kau jangan bekerja lagi." Ucap Arga.


" Aku tidak cape suamiku, sungguh." Sahut Merlisa cepat. " Aku bukan cape karena bekerja di kantor tapi aku cape karena ulahmu suamiku." Ketus Merlisa.


" Tapi kau juga sukakan istriku." Goda Arga mencolek dagu Merlisa.


" Suka apanya, kau tidak memberikanku waktu untuk istirahat sama sekali, kau terus saja menumbuk ku tak henti - hentinya." Kesal Merlisa.


" Hahaha dapat dari mana kata seperti itu sayang, kau bisa saja." Ucap Arga dengan gelak tawanya.


" Ya sudah yuk kita turun, nanti terlambat." Ajak Merlisa saat sudah menyelesaikan merapihkan kan dasi Arga.


"Sayang terima kasih." Ucap Arga di sela - sela makannya.


"Untuk?" tanya Merlisa.


" Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku, terima kasih sudah mau menerimaku sebagai suamimu." Ucap Arga dengan tersenyum tulus.


" Aahh suamiku kenapa akhir - akhir ini kau sering berterima kasih denganku. Yang aku lakukan hanya berusaha menjadi istri yang baik untukmu." Sahut Merlisa.


" Aku semakin merasa menyesal denganmu istriku, kenapa aku tidak menerima pernikahan kita dari awal." Ucap Arga.


" Sudahlah suamiku jangan di bahas lagi, sekarangkan hubungan kita sudah semakin membaik." Ucap Merlisa menggenggam tangan Arga.


" Terima kasih sayang." Ucap Arga memeluk Merlisa.


" Sudahlah suamiku, aku sudah merasa kenyang dengan ucapanmu, pagi ini kau sudah berapa kali berterima kasih denganku." Sahut Merlisa masih di dalam dekapan Arga.


Keduanya berangkat menuju gedung Sebastian group, setelah menyudahi pelukan paginya.


" Kamu tidak apa - apa turun di sini, lumayan jauh dari kantor sayang." Ucap Arga saat Merlisa ingin turun di pinggir jalan sebelum sampai tujuan.

__ADS_1


" Tidak apa - apa suamiku, kan cuma jalan kaki sedikit lagi aja." Sahut Merlisa, karena ia tidak mau menambah kecurigaan para kariawan yang mulai menatap aneh padanya.


" Ya sudah aku duluan ya, sampai ketemu nanti makan siang istriku." Ucap Arga mencium kening Merlisa, dan Merlisa mencium punggung tangan Arga.


Arga melajukan mobilnya menuju gedung Sebastian group, Merlisa berjalan kaki. Tanpa Merlisa sadari dari arah belakang ada sebuah mobil melaju kencang menuju Merlisa, karena memang jalan saat itu tidak terlalu padat.


Bbrruuukk Merlisa terjatuh di pinggir jalan dengan pelipis dan lutut berdarah. Beruntung lukanya tidak terlalu serius karena Merlisa sudah menyadarinya, dengan cepat Merlisa menghindar jadi ia hanya terjatuh di pinggir jalan. Mobil yang tadi hampir menabrak merlisa segera pergi dari tempat tersebut.


" Aawww sial banget si gue, pagi - pagi begini udah apes." Ucap Merlisa sambil menggosok darah yang berada di pelipisnya. Celana panjangnya pun sobek di bagian lutut akibat terjatuh di aspal. " Tadi siapa yang mau menabrak gue ya, gue yakin mobil itu sengaja melakukannya." Ucap Merlisa lagi.


" Ca elo kenapa?" tanya Anggi saat bertemu di lobi.


" Iya elo kenapa Ca? apa perlu ke rumah sakit Ca." Ucap Natan ikut khawatir.


" Gue gk kenapa - napa, gue mau ke ruang ke sehatan aja. Kalian gk usah khawatir ya." Sahut Merlisa.


" bener Ca gk harus ke rumah sakit?" tanya Anggi lagi. Dan Merlisa menggelengkan kepala.


"Ya udah ayo kita anter ke ruang kesehatan." Ajak Natan.


Setelah di obati oleh dokter jaga, Merlisa segera menuju meja kerjanya. Karena luka kecil yang ia alami tidak membuatnya untuk bermalas - malasan


Jam makan siang, Merlisa, Anggi dan Natan ingin makan di kafe dekat dengan kantor, yang sebelumnya Arga sudah meminta maaf kepada Merlisa tidak bisa makan siang bersama karena harus meeting di luar.


Merlisa dan Anggi menunggu di lobi untuk menunggu Natan mengambil mobil di parkiran


" Heeeii wanita ja*l*ng liatlah penampilanmu, pantas saja kau perebut pacar orang, lihat saja penampilanmu seperti gembel dengan celana robek di lutut." Ucap Vanesa dengan meninggikan suaranya agar terdengar oleh kariawan lain. Karena waktu makan siang, lobi terlihat ramai oleh para kariawan yang ingin mengisi perut mereka.


" Jaga ucapanmu Vanesa!" Sahut Anggi yang tidak kalah meninggi.


" Hahaha kau tanya saja pada sahabatmu itu, dengan tidak malunya dia sudah merebut kekasihku." Teriak Vanesa. Semua mata tertuju pada Merlisa, para kariawan menatap sinis padanya.


" Cukup! aku tidak pernah merebut kekasihmu." Kesal Merlisa.


" Mana ada maling ngaku, lihat ini." Ucap Vanesa menunjukan fhoto Merlisa saat berpelukan dengan Arga, "Semua orang yang ada di perusahaan ini pun tau kalau selama ini akulah kekasihnya." Ucap Vanesa lagi.


" Cukup Vanesa! jangan uji kesabaranku." Teriak Merlisa.


"Kalian liatkan wanita ini, sudah jelas - jelas salah tapi malah tidak mau mengakuinya hiks hiks." Ucap Vanesa pura - pura menangis.


" Waahhh jaman sekarang pelakor tidak tau malu ya." Ucap Kariawan wanita A.


"Iya bener banget tuh, dasar gak tau malu." Ucap kariawan wanita B.


" Demi uang bisa melakukan apapun." Ucap Kariawan wanita C. Dan banyak lagi perkataan yang menyudutkan Merlisa.


"Ada apa ini ramai - ramai?" tanya seseorang yang baru tiba di lobi.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa berikan vote, like, dan komennya ya 😘🙏👍


__ADS_2