Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 47


__ADS_3

Merlisa dan Arga masih asyik terbaring di atas tikar, melihat indahnya langit malam bulan dan bintang yang bertaburan berkekap kelip.


"Sayang kita pulang sekarang yuk, sudah semakin malam, udara juga semakin dingin." Ajak Arga sambil memakaikan jaket yang ia gunakan ke tubuh Merlisa.


" Ayo kalau gitu." Sahut Merlisa.


Arga dan Merlisa pergi meninggalkan danau, pulang menuju arpatemennya.


Di dalam mobilpun Arga tak lepas menggenggam sebelah tangan Merlisa, sesekali mencium punggung tangan Merlisa.


" Sayang sudah, kau kan lagi mengemudi." Ucap Merlisa menarik tangannya sendiri.


" iya sayang, tapi nanti di lanjutin lagi ya." Sahut Arga menaik turunkan alisnya.


" Hheeemmm." Jawab Merlisa singkat.


Karena perjalanan yang cukup lama, tak terasa Merlisa tertidur.


" Dasar istri barbar ku, sudah tertidur rupanya." Ucap Arga mengelus pipi Merlisa saat sudah sampai dibasment arpatemen. Arga menggendong tubuh Merlisa menuju arpatemen miliknya.


Arga merebahkan tubuh Merlisa di atas tempat tidur, dan ia pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian dan menggosok gigi.


Arga naik ke atas tempat tidur, sambil memandangi wajah Merlisa yang tertidur pulas. Tidak membutuhkan waktu lama Argapun menyusul Merlisa karena ia juga begitu lelah, sambil memeluk tubuh Merlisa.


Pagi hari tidak seperti biasa, Arga terlebih dahulu bangun dari tidurnya, memandang sosok yang masih memejamkan matanya.


Cup satu kecupan di pipi Merlisa, merapihkan anak tambut Merlisa yang menutupi wajahnya.


" Pagi suami." Ucap Merlisa saat sudah membuka matanya dengan suara khas bangun tidur.


" Pagi juga istri." Sahut Arga. sambil menciumi wajah Merlisa.


" Sayang sudah aku mau mandi." Ucap Merlisa menahan wajah Arga agar menjauhi wajah Merlisa dengan telapak tangannya.


" Sebentar lagi ya, aku masih ingin seperti ini." Ucap Arga.


" Tapi aku belum buatkan sarapan untuk kita." Sahut Merlisa.


" Tadi aku sudah meminta bi Tati untuk membuatkan sarapan sayang." ucap Arga dengan tangannya sudah berlari - lari kemana - mana menyelusuri tubuh Merlisa.


" Sayang aku geli, sudah ya. Tolong kondisikan tanganmu itu." Ucap Merlisa yang kegelian dengan aksi tangan Arga yang menyelusuri tubuhnya.


" Tanganku sulit untuk di kendalikan sayang, tanganku ini ingin berpetualang di tubuhmu sepertinya." Jawab Arga asal.


" Aahh sayang kau ini." Ucap Merlisa yang sudah merasakan maksud dari Arga.


" Tadi malam aku sangat ingin memakanmu, tapi kamu malah tertidur. Jadi aku ingin memakanmu sekarang." Goda Arga dengan tatapan yang penuh dengan hasrat.


Arga sudah menindih tubuh Merlisa, menyelusuri inci demi inci tubuh Merlisa dengan bibirnya, membuat tanda ke pemilikan yang di buat Arga, tangannya pun sudah berpetualang kemana - mana menanggalkan pakaiannya dan Merlisa. Merlisa yang sudah hanyut dalam buaian dari sentuhan Arga hanya bisa pasrah dan menikmatinya, dan selanjutnya mereka berolah raga pagi dengan di iringi suara rintihan yang saling bersautan satu sama lain.


Merlisa terkulai lemas dengan aksi Arga, mengimbangi permainannya yang tidak ada lelahnya.


" Sayang mari kita mandi." Ajak Arga masih memeluk Erat tubuh Merlisa.


" Tapi janji kamu tidak akan memakanku lagi suami." Ucap Merlisa.


" Hhheemmm." Sahut Arga, sebenarnya ia sudah berniat untuk memakan Merlisa lagi di dalam kamar mandi, namum mendengar ucap Merlisa Arga mengurungkan niatnya.


Arga menggendong tubuh Merlisa ke dalam kamar mandi. Membawa tubuh Merlisa ke dalam bathtub. Sedangkan Arga memilih mandi di bawah guyuran sower.

__ADS_1


Merlisa dan Arga sudah siap dengan pakain kerjanya, keduanya berangkat ke kantor setelah sarapan pagi yang dibuatkan oleh bi Tati.


" Sayang apakah luka di pelipis dan lututmu sudah sembuh?" tanya Arga di saat sudah berada di dalam mobil.


" Sudah lebih baik sayang." Sahut Merlisa.


" Sungguh?"


" Ya sayang, ini hanya luka kecil kok, tidak usah kamu khawatirkan." Ucap Merlisa tersenyum.


" Dan masalah bodyguard secepatnya aku akan mencarikan bodyguard wanita untukmu sayang." Ucap Arga.


" Apa masih perlu bodyguard untukku sayang?" tanya Arga.


" Ya tentu saja, ini semua demi kebaikanmu sayang." Ucap Arga mengelus pucuk kepala Merlisa.


" Tapi aku bisa menjaga diriku sendiri, kamu juga tau kan aku bisa bela diri." Ucap Merlisa.


" Sudahlah sayang kepetusanku sudah bulat." Tegas Arga.


" Ya sudah." Ucap Merlisa lemah.


" Aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kau terjadi sesuatu." Ucap Arga mengelus pipi Merlisa.


Merlisa hanya tersenyum. " Sejak kapan kau mencintaiku?" tanya Merlisa penasaran.


" Aku tidak tau kapan jelasnya, tapi semenjak kita bulan madu di bali, aku sudah merasa nyaman di didekatmu sayang." Sahut Arga.


" Tapi kan waktu itu kamu masih berhubungan dengan mak lampir itu?" tanya Merlisa lagi.


" Sudah sayang jangan bahas tentang orang lain, sekarang hanya ada aku dan kamu, oke." Jawab Arga yang enggan membahas tentang mantan kekasihnya itu.


Keduanya sudah sampai di gedung Sebastian group. Merlisa dan Arga berpisah di basment kantor.


Semua mata tertuju pada Merlisa, sambil berbisik - bisik. Merlisa terlihat begitu risih dengan tatapan mata sinis yang di berikan oleh kariawan yang ia temui. Berbeda halnya dengan Arga, ia begitu santai tidak peduli dengan sekelilingnya.


"Selamat pagi pak bos." Sapa Angga saat Arga melewati meja kerjanya.


Arga hanya mengangguk, namun ia membalik badannya lagi. " Ga nanti siang aku mau semua kariawan berkumpul di ruang meeting, ada yang perlu aku sampaikan." Ucap Arga, lalu pergi menuju ruang kerjanya.


" Baik pak bos." Sahut Angga,


Di lain sisi Merlisa sedang di hadang oleh dua orang yang sudah tidak asing olehnya.


" Ca elo hutang penjelasan sama kita." Ucap Anggi.


" Hutang penjelasan apaan si." Ucap Merlisa pura - pura tidak mengerti.


" Semua orang yang berada di gedung ini sudah tau kali Ca, elo ada hubungan sesuatu dengan pak Arga." Ucap Natan.


" Iya Ca, elo harus jelasin sama kita berdua yang sebenarnya." Ucap Anggi menimpali.


" Iya nanti gue ceritakan semuanya dengan kalian, tapi sekarang kita kerja dulu nanti di tegur bagaimana." Sahut Merlisa.


" Oke deh, elo masih berhutang dengan kita." Ucap Anggi.


" Iya bawel." Jawab Merlisa.


Dan ketiganya berpisah menuju ke meja kerja mereka masing - masing.

__ADS_1


****


" Heehh anak magang, tampang pas - pasan gitu segala berani - beraninya deketin pak Arga." Ucap kariawan A. Saat Merlisa berada di depan pintu toilet.


" Pasti elo jual tubuh elo kan." Ucap kariawan B.


" Gue aja udah lama kerja di sini, boro deket dengan pak Arga, di lirik aja enggak sama dia." Ucap kariawan C.


" Pasti dia pake susuk tuh." Ucap kariawan D.


Dan masih banyak lagi yang menyudutkan Merlisa. Karena semua kariawan wanita selama ini berusaha mencari perhatian dengan Arga, tidak ada satupun yang di lirik olehnya.


" Hai kalian semua! jangan tanya sama gue, tanya aja sendiri sana dengan pak Arga." Ucap Merlisa. " Miris banget si kalian selama ini sudah berusaha mencari perhatian dengan pak Arga tapi tidak ada satupun yang membuat pak Arga tertarik dengan kalian." Ucap Merlisa mengejek.


" Dasar pelakor!" ucap salah satu kariawan yang ingin menampar Merlisa namun sudah di tahan oleh Merlisa. Kariawan yang lain memegangi kedua tangan Merlisa.


Pllaaakk satu tamparan mendarat di pipi Merlisa, Merlisa dengan cepat menengkas ke dua orang yang memegangi tangannya, dan menampar balik kariawan wanita yang telah menamparnya tadi.


" Kalian sudah salah memilih lawan! gue tidak akan diam kalau gue udah di usik." Tegas Merlisa pergi meninggalkan kariawan wanita yang tadi menghadangnya.


Tok tok tok, Angga mengetuk pintu ruang kerja Arga.


"Masuk."


" Maaf pak saya ke sini ingin memberi tahukan kalau nona Merlisa tadi di hadang dengan beberapa kariawan wanita." Ucap Angga.


" Apa! kapan?" tanya Arga.


" Baru sekitar 1 jam yang lalu pak, di depan pintu toilet wanita." Sahut Angga.


" Tapi bapak tenang saja, nona Merlisa dapat mengatasinya, ia tidak sama sekali terlihat takut." Ucap Angga lagi.


" Berikan cctv ke jadian 1 jam yang lalu di dekat toilet wanita." Pinta Arga.


" Baik pak bos."


Tidak membutuhkan waktu lama Angga membawakan rekaman cctv ke ruangan Arga. Arga memasukannya ke dalam laptopnya.


" Sungguh hebat istriku Ga, ia terlihat tenang meski di sudutkan seperti itu." Ucap Arga pada seketarisnya itu.


" Iya pak bos, nona dapat mengatasinya dengan wajah yang tenang." Sahut Angga.


" Kalau begitu kumpulkan semua kariawan 1 jam lagi, ada yang harus aku sampaikan, dan pastikan semua kariawan wanita di rekaman cctv itu harus ikut hadir tanpa kecuali. " Ucap arga.


" Baik pak boss."


Semua kariawan sudah berkumpul di ruang meeting, termasuk Merlisa, Anggi dan Natan.


" Ca sebenarnya kita di suruh di kumpul di sini ada apa ya?" tanya Anggi, Merlisa hanya menaikan ke dua bahunya tanda ia tak tau.


Arga berdiri di depan memberikan informasi mengenai tentang perusaahan yang sedang berkembang pesat.


" Selain saya memberikan berita perusahaan yang sedang berkembang pesat, terima kasih atas kerja keras kalian, tanpa kalian Sebastian group tidaklah seperti sekarang ini.Mulai bulan depan gaji kalian akan naik sebesar 20 %, sebagai penghargaan atas kerja keras kalian." Ucap Arga yang di sambut tepuk tangan oleh seluruh kariawan. "Dan satu lagi saya sangat berterima kasih kepada seseorang yang selalu setia menemani saya, tanpa ada dia seseorang yang amat spesial untuk saya, kerena dia pula saya banyak belajar arti kehidupan, terima kasih istriku I LOVE YOU MERLISA." Ucap Arga tersenyum pada Merlisa.Sontak semua mata tertuju pada Merlisa. Merlisa hanya tersenyum canggung.


" Kemari sayang." Ucap Arga pada Merlisa. Merlisa menghampiri Arga berdiri di sampingnya.


" Saya dan Merlisa sudah menikah satu bulan lebih, memang kami belum mengadakan acara resepsi. Sebenarnya saya tidak ingin privasi saya di ketahui tapi mendengar banyak berita yang kurang mengenakan tentang istri saya, maka secepatnya saya akan mengadakan resepsi pernikahan kami." Ujar arga.


Kariawan wanita yang tadi sudah menghadang Merlisa di depan pintu toilet seketika pucat, dan berkeringat dingin.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya 😘🙏💪


__ADS_2