
Merlisa dan Arga tengah asyik menonton televisi di ruang tamu, Arga tengah sibuk dengan laptopnya, mengecek email masuk dari Angga dan Rafi kirimkan, gara - gara insiden tadi siang, pekerjaannya harus terbengkalai, jadwalnya harus di atur ulang kembali.
Sedangkan Merlisa asyik menonton drama korea sambil memakan rujak yang tadi Arga beli.
"Sayang apa kamu mau?" tawar Merlisa pada Arga, sambil terus melahap rujaknya.
"Tidak, untuk mu saja sayang." Tolak Arga masih sibuk dengan laptopnya.
"Aaaaaa buka mulutmu sayang, sedikit saja." Ucap Merlisa menyuapi rujak pada Arga. Dengan berat hati Arga membuka mulutnya.
"Gimana enak?" tanya Merlisa.
"Lumayan." Sahut Arga singkat.
"Sayang apa besok kamu sibuk?" tanya Merlisa.
"Iya sayang, memang ada apa?" tanya balik Arga.
"Aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang yang sangat berharga untukku." Sahut Merlisa.
"Siapa? apakah dia seorang laki - laki?" tanya Arga merasa cemburu.
"Nanti kau juga akan tau sayang. Dia sangat berarti untuk ku, tidak ada yang bisa menggantikannya di hatiku." Goda Merlisa, Merlisa ingin melihat reaksi dari Arga.
"Benarkah? apa aku tidak bisa menggantikannya di hatimu?" ketus Arga, mulai merasa kesal.
"Iya, tidak ada yang bisa menggantikannya." Sahut Merlisa santai.
"Sayang! jadi kamu belum mencintaiku." Dengus Arga, dengan wajah sendu.
"Aku cinta kamu, tapi tidak ada yang bisa menggantikannya di hatiku." Goda Merlisa lagi sambil mengulum bibirnya, menahan tawa saat melihat wajah Arga yang terlihat kecewa.
"Besok setelah pekerjaanku selesai aku akan menemanimu menemui orang itu, aku ingin tau orang yang begitu spesial untukmu." Ketus Arga.
"terima kasih sayang." Sahut Merlisa sambil memeluk lengan Arga.
"Hheeeemmm."
*****
Siang hari setelah dari toko, Merlisa pergi menuju kantor Arga, sambil membawa paper bag yang berisi makanan yang ia beli di restoran untuk makan siang bersama Arga.
Merlisa masuk begitu saja ke dalam kantor Arga, karena semua kariawan tau Merlisa adalah istri dari CEO.
"Apakah pak Arga ada di dalam?" tanya Merlisa pada Angga.
__ADS_1
"Pak Arga sedang meeting nona. Apakah saya harus menyampaikan pada pak Arga kalau nona datang?" tanya Angga.
"Tidak perlu, biar aku tunggu di dalam ruang kerja pak Arga saja." Sahut Merlisa.
Merlisa duduk di atas sofa memainkan handphonenya sambil menunggu Arga sedang meeting. Tidak terasa Merlisa tertidur di atas sofa dengan posisi duduk.
Ketika Arga membuka pintu, ia tersenyum melihat Merlisa yang sedang tertidur di atas sofa dengan posisi duduk.
Cup satu kecupan di kening Merlisa," kasiannya istri ke sayanganku, pasti kamu sudah lama menungguku." Gumam Arga, Cup satu kecupan lagi di bibir Merlisa.
"Hheeemm kau sudah selesai meeting sayang?" tanya Merlisa sambil menguap.
"Iya, maaf kamu pasti menunggu lama sayang." Ucap Arga mengelus pucuk kepala Merlisa dan mendudukan tubuhnya di samping Merlisa.
"Tidak apa sayang, ayo kita makan siang bersama, aku tadi beli makanan untuk kita." Ajak Merlisa. Merlisa menyiapkan makanan untuknya dan Arga.
"Sini sayang duduk di sini." Ucap Arga sambil menepuk - nepuk pahanya agar Merlisa duduk di atas pangkuannya.
Merlisa makan bersama Arga dalam satu piring berdua, dengan Merlisa di atas pangkuan Arga.
"Sayang apakah pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Merlisa di sela - sela makannya.
"Sebentar lagi ya sayang, aku harus memeriksa beberapa dokumen yang harus segera di tanda tangani." Sahut Arga.
"Baiklah.
"Sayang kenapa kita kesini?" tanya Arga saat sudah sampai di sebuah pemakaman elit di San Diego Hills karawang.
"Bertemu seseorang yang spesial untukku." Sahut Merlisa.
Tanpa bertanya lagi Arga mengikuti langkah Merlisa, menuju pemakaman dan berhenti di sebuah makam yang bertuliskan Diana binti wijaya.
"Sayang ini...." Ucap Arga terhenti.
"Iya ini makam mama Diana, orang yang paling spesial di hidupku." Ucap Merlisa, Merlisa Berjongkok di makam mama Diana sambil meletakan bunga mawar merah ke sukaan mama Diana. Merlisa memanjatkan doa untuk mama Diana, Argapun ikut mendoakan mama mertuanya itu.
"Ma maaf aku jarang menemui mama, hari ini aku membawa suamiku ke sini, lihat menantu mama tampan bukan." Ucap Merlisa lirih pada makam mama Diana. " Aku bahagia dengan pernikahanku ma, mama juga harus bahagia ya di sana, sebentar lagi aku dan suamiku akan mengadakan resepsi, doakan agar semua di beri kelancaran ya ma." Ucap Merlisa lagi, yang sudah meneteskan air matanya, entah kenapa saat melihat makam mama Diana, ia terus teringat dengan kejadian 11 tahun yang lalu, membuat dadanya sesak saat mengingat pristiwa itu, sampai psikis Merlisa terguncang.
"Sayang sudah."Ucap Arga menengkan Merlisa yang sudah terisak.
"Hai mama, perkenalkan aku Arga Sebastian, aku suaminya dari anak gadis mama yang cantik ini. Aku berjanji pada mama, aku akan berusaha membahagiakan Merlisa dengan segenap jiwaku. Semoga mama dapat merasakan kebahagiaan kita juga ya ma, restui pernikahan kami ma." Ucap Arga pada makam mama Diana. Sedangkan Merlisa sudah terisak di dalam dekapan Arga.
"Sudah sayang, mari kita pulang." Ajak Arga pada Merlisa.
Dan keduanya pergi meninggalkan pemakaman tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih sayang kamu telah memperkenalkan aku dengan seseorang yang spesial untuk mu." Ucap Arga saat keduanya sudah berada di dalam mobil menuju pulang ke ibu kota.
"Iya, aku hanya ingin memperkenalkanmu pada mama, orang yang sangat berarti untukku, orang yang rela mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkanku." Ucap Merlisa sambil menyeka air mata dengan ibu jarinya.
"Sudah sayang jangan kau ingat lagi, ini semua memang sudah takdirnya. Jangan kamu terus menyalahkan dirimu sendiri. Mama akan sedih melihatmu terus bersedih karenanya, mama sudah bahagia di sana." Ucap Arga sambil menggenggam sebelah tangan Merlisa.
"Terima kasih sayang, sekarang aku merasa tidak sendiri lagi." Sahut Merlisa memeluk lengan Arga.
"Kau bisa mengandalkanku mulai saat ini sayang." Sahut Arga.
"Sayang berhubung kita masih di karawang, aku ingin sekali makan serabi hijau ya, di sini serabi hijaunya no 1 nikmatnya." Ucap Merlisa, baru membayangkannya saja sudah membuat air liur Merlisa menetes.
"Tau dari mana kamu kalau serabi hijau di sini enak?" tanya Arga.
"Jelas aku taulah, setiap kami mengunjungi makam mama, kak Andri mengajak aku mampir membeli makanan khas karawang."Sahut Merlisa.
"Baiklah kita ke sana, aku juga begitu penasaran seperti apa rasanya.
Setelah beberapa lama Merlisa sampai di tempat warung sederhana. Serabi hijau karawang sering di sebut juga serabi kuntilanak karena letak warung penjualnya terletak di dekat pemakanan umum.
"Gimana sayang enak?" tanya Merlisa pada Arga saat menikmati serabi hijau, Merlisa memesan serabi hijau dengan saus gula aren, dan satu lagi serabi hijau dengan saus durian.
"Luar biasa sayang, enak banget." Sahut Arga saat menikmati serabi hijau saus durian.
"Disini juga ada monumen bersejarah negara kita juga loh, nanti kita ke sana. dekat dari sini." Ucap Merlisa lagi.
"Benarkah?"
"Ho'oh." Sahut Merlisa sambil menyantap serabi hijaunya.
Setelah menyelesaikan menyantap serabi hijau Merlisa mengajak Arga ke monumen yang terletak di rengasdengklok karawang. Dan tidak lupa Arga memesan serabi hijau untuk mereka bawa pulang.
Rumah rengasdengklok, rumah ini merupakan saksi perjuangan proklamasi, karena di jadikan tempat Soekarno - Hatta disembunyikan oleh golongan muda yang mendesak untuk segera di umumkan kemerdekaan indonesia. Rumah ini di anggap aman karena itu rengasdengklok merupakan wilayah kekuasaan tentara peta dan jauh dari kekuasaan jepang. Rumah ini milik Djiaw kie siong, seorang penduduk lokal yang sehari - hari bekerja sebagai petani. Di sini masih ada dipan asli yang di gunakan untuk tidur bung Hatta, semetara dipan milik Soekarno sudah di bawa ke bandung.
Monumen kebulatan tekad, monumen ini di bangun pada tahun 1950 yang di maksudkan untuk memperingati peristiwa rengasdengklok. Peristiwa rengasdengklok ialah peristiwa golongan muda dan tua sepakat memproklamasikan kemerdekaan pada 17 agustus 1945, Lokasi ini awalnya berdiri markas peta. Di belakang tugu ada relief yang menceritakan peristiwa kemerdekaan.
Merlisa dan Arga berfoto ria di monumen bersejarah rengasdengklok karawang jawa barat, tempat di bersejarah indonesia. Merlisa dan Arga berbaur dengan pengunjung yang lain, jika hari sudah sore tempat ini banyak di kunjungi oleh para pengunjung yang sekedar menikmati sore mereka.
Bersambung....
__ADS_1
Untuk part ini author sedikit memperkenalkan daerah author, karena memang kita masih merayakan hari kemerdekaan, maka author memperkenalkan tempat bersejarah ini, tentang sebelum pristiwa negara indonesia merdeka , lokasi ini sekitar 15 menit dari kediaman author, mungkin tidak ada yang nanya juga kali ya 🤭🤗
terima kasih yang selalu dukung author, jangan lupa tinggalkan jejaknya 🙏👍💪😘