Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 61


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Arga dan Merlisa sudah berada di hotel bintang 5 milik keluarga Sebastian.


Malam nanti akan di selenggarakan acara resepsi pernikahan antara Arga dan Merlisa, seluruh keluarga besar Sebastian dan Mahesa sudah berada di hotel tersebut.


Sedangkan Salwa selalu berada di samping Merlisa, yang sedang di make up oleh penata rias ternama, Arga tidak tanggung-tanggung memanggil make up artis dari luar negri.


Salwa sudah keluar dari rumah sakit sejak tiga hari yang lalu, kini kondisinya pun sudah seperti sedia kala, hanya pemulihan di bagian lukanya saja.


"Wwaahh nona sangat cantik sekali." Puji Salwa saat Merlisa sudah selesai di make up.


"Aku cantik karena siapa yang merias wajahku." Sahut Merlisa sambil melirik penata rias.


"Not because I amm miss, but indeed miss is very beautiful ( bukan karena saya nona, tapi memang nona sudah sangat cantik)." Sahut penata rias.


"Yes indeed, otherwise it is impossible for Mr. Arga Sebastian to marry me ( ya memang, kalau tidak mana mungkin tuan Arga Sebastian menikahiku)". Sahut Merlisa dengan tertawa renyah.


"you are right miss ( kau benar nona)". Sahut penata rias lagi, dan ketiganya tertawa bersama.


Arga masuk ke dalam kamar Merlisa berhias.


"Tuan." Ucap Salwa sambil tertunduk saat Arga masuk ke dalam kamar hotel. Arga mengibaskan sebelah tangannya pertanda menyuruh Salwa dan penata rias tersebut keluar.


Arga memeluk tubuh Merlisa dari belakang, menciumi leher dan bahu Merlisa yang terbuka. Saat ini Merlisa memakai gaun berwana cream gold berlengan sabrina beraksen taburan berlian di bagian dada dengan mahkota kecil yang dihias dengan berlian, menambah kecantikan rambut Merlisa yang sudah tertata rapih.


"Kau sangat cantik sekali sayang, aku merasa tidak rela jika orang lain melihat kecantikanmu saat ini." Bisik Arga di telinga Merlisa, yang membuat Merlisa berdesir karena nafas Arga yang begitu dekat dengan Wajahnya.


"Kalau itu mau mu, ya sudah batalkan saja acara resepsi malam ini, kita di kamar saja." Sahut Merlisa yang sudah melingkarkan tangannya ke leher Arga.


"Hahaha itu ide yang sangat bagus sayang, mari kita mengadakan resepsi di kamar saja, hanya kita berdua." Ucap Arga yang sudah mencium bibir Merlisa sekilas.


"Sudah cukup sayang nanti riasanku rusak akibat ulahmu." Protes Merlisa.


"Hheeemm." Sahut Arga sambil membuang nafas secara kasar.


"Jangan seperti itu dong sayang, ayo senyuum." Ucap Merlisa sambil menarik ujung bibir Arga dengan kedua jarinya.


"Iya sayang."


Di luar kamar hotel Arga dan Merlisa, Salwa masih setia berdiri di depan pintu dengan tatapan penuh kewaspadaannya. Untuk kali ini Salwa sudah sangat berwaspada, takut hal yang tidak di inginkan akan terjadi.


"Salwa kau sangat cantik sekali, kau seperti bidadari surga." Puji Andri yang menghampiri Salwa.


Salwa memakai gaun panjang berwarna navy yang lebar di bagian bawah sehingga membuat gerak langkah Salwa leluasa, Bahkan Salwa menyelipkan pisau kecil lipat di bagian bawah celana panjang yang ia kenakan, dan pistol yang berada di bagian paha Salwa. dan tidak lupa kerudung yang senada dengan gaun yang Salwa kenakkan.


Salwa hanya tersenyum tipis.Kau juga sangat tampan tuan, aahh ngomong apa si aku, tidak Salwa kau harus ingat siapa tuan Andri. Batin Salwa, yang melihat Andri memakai tuxedo berwarna silver.

__ADS_1


"Salwa apa pengantin lama sedang ada di dalam?" tanya Andri.


"Iya tuan, nona dan tuan muda berada di dalam." Sahut Salwa.


Andri mengetuk pintu kamar Arga dan Merlisa.


"Ada apa si bro, ganggu aja." Ucap Arga saat sudah membuka pintu.


Andri tidak membalas ucapan Arga, ia malah langsung menerobos masuk ke dalam kamar.


"Mau ngapain si elo bro? main masuk aja ." Ucap Arga.


"Bodo amat gue mau gangguin pengantin lama, enak banget kalian yang punya acara malah enak - enakkan di kamar." Dengus Andri.


"Iri aja si elo bro, makanya cepet - cepet tuh halalin Salwa." Ejek Arga.


"Gue si maunya gitu bro." Sahut Andri lemas.


"Jangan nyerah kak, pepet terus Salwa." Sahut Merlisa.


"Itu si pasti dek." Sahut Andri.


"Maaf tuan, acara akan segera di mulai, para tamu undangan sudah berdatangan. Nona dan tuan segera ke balroom hotel." Ucap salah satu panitia acara.


"Iya saya akan ke sana."


Arga dan Merlisa masuk ke dalam ballroom hotel bintang 5 milik keluarga Sebastian.


Arga memakai tuxedo berwana gold senada dengan gaun Merlisa, mereka berjalan di atas karpet merah menuju pelaminan yang luar biasa mewah, ruangan yang di dekor dengan apik, bernuansa putih dengan di hiasi berbagai macam bunga dan lampu kristal.


Semua mata tertuju pada Arga dan Merlisa, pasangan yang amat serasi.


"Sayang katanya kau hanya ingin membuat resepsi yang sederhana, ini namanya bukan sederhana tapi resepsi untuk anak presiden namanya." Bisik Merlisa sambil berjalan menggandeng lengan Arga.


"Aku khilaf sayang, karena aku ingin membuat resepsi yang sempurna untukmu." Sahut Arga yang berbisik pada Merlisa.


"Kau ini." Ucap Merlisa sambil mencubit lengan Arga.


"Aaww nikmat sekali, ucapan terima kasihnya sayang." Sahut Arga.


Keduanya berdiri di atas pelaminan bersama mama Wina, papa Fandi dan papa Hendra yang berada di sisi kanan dan kiri Arga dan Merlisa.


Acara sudah di buka oleh MC pertanda acara akan segera di mulai, dan MC memberikan waktu untuk Arga menyampaikan sambutannya dengan seluruh para tamu undangan.


"Sebelumnya saya berterima kasih kepada keluarga besar Sebastian, dan keluarga besar Mahesa. Terima kasih pada papa Fandi, mama Wina, tanpa kalian saya tidak akan seperti ini, dan papa Hendra terima kasih telah memberikan saya wanita yang luar biasa, wanita yang tanguh, dan wanita yang banyak sekali mengajarkan saya banyak hal, dia adalah Merlisa wanita yang sudah saya nikahi 2 bulan yang lalu, I LOVE YOU sayang." Ucap Arga sambil memanggil Merlisa untuk mendekat padanya, Arga mencium kening Merlisa, sontak semua tamu undangan bersorak dan bertepuk tangan untuk kedua sepasang suami istri ini.

__ADS_1


"Dia adalah Merlisa, istri dari Arga Sebastian." Ucap Arga menggenggam tangan Merlisa, Merlisa hanya tersenyum manis. "Dan kami baru mengadakan resepsi pada saat ini, karena kesibukan saya dan kami meminta doa dan restunya atas pernikahan kami agar selalu harmonis hingga ajal memisahkan. Kiranya hanya itu saja yang saya sampaikan, sekian dan terima kasih." Ucap Arga.


Semua tamu undangan bergantian naik ke atas pelaminan untuk memberi selamat kepada kedua mempelai.


"Ica selamat ya." Ucap Anggi, Rafi dan Natan. Anggi memeluk Merlisa dan menyalami Arga.


"Dek selamat ya." Ucap Indri memeluk Merlisa, yang di susul oleh Dimas.


"Ca selamat ya, dan semoga kamu selalu bahagia." Ucap Dimas menjabat tangan Merlisa.


"Kakak juga." Sahut Merlisa tersenyum manis.


"Hei adik sayang, yang manis selamat ya, semoga selalu bahagia dan cepat - cepat kasih keponakan untuk kakak." Ucap Andri memeluk erat tubuh Merlisa. "Bahagia terus dek, kakak sekarang merasa sudah tenang, kau sudah mendapatkan pria yang dapat menjagamu." Ucap Andri lagi masih memeluk Merlisa.


"Terima kasih kak, terima kasih atas selama ini hiks hiks." Sahut Merlisa dengan berurai air mata.


"Ssstttt adik kakak jangan nangis, nanti riasannya rusak." Ucap Andri yang menghapus air mata Merlisa dengan ibu jarinya.


Salwapun ikut memberi selamat kepada Arga dan Merlisa.


"Sayang ada seseorang yang aku undang juga." Bisik Arga.


"Siapa?"


"Liat di sana." Tunjuk Arga pada beberapa orang yang sedang berjalan menuju pelaminan.


"Sayang kau mengundang mereka." Ucap Merlisa berbinar bahagia.


"Iya, kau senang."


"Tentu."


"Kakak Ica, selamat ya, kakak Ica cantik sekali." Ucap anak - anak dirumah kreatif.


Arga juga mengundang para warga pemukiman kumuh, Arga tau kehadiran mereka membuat Merlisa bahagia.


"Nak Ica selamat ya sayang." Ucap ibu Fatimah menghambur memeluk Merlisa.


"Iya bu, terima kasih." Sahut Merlisa.


"Terima kasih ya nak Arga sudah mengundang kami." Ucap pak Karyo.


"Sama - sama pak, terima kasih sudah hadir." Sahut Arga.


Dan resepsipun masih berlanjut dengan serangkaian acara.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2