
Matahari sudah mulai menampakan wujudnya, namun sepasang suami istri itu masih enggan untuk membuka matanya. Masih terlelap dalam tidurnya dengan saling berpelukan satu sama lainnya.
Perawat membuka pintu ruang rawat Merlisa untuk mengantarkan sarapan untuk Merlisa pun, harus berjalan perlahan karena merasa tidak enak harus mengganggu pasangan suami istri itu.
"Kenapa begitu terburu-buru sus?" tanya mama Wina yang baru datang saat melihat perawat terlihat salah tingkah setelah masuk ke dalam ruangan Merlisa.
"Tidak apa - apa nyonya, takut mengganggu yang berada di dalam." Sahut perawat dan segera pergi.
Mama Wina hanya menaikkan sebelah alisnya saat melihat tingkah aneh perawat itu.
"Hheemm, pantas aja perawat sampai di bikin salah tingkah begitu, rupanya pasangan yang satu ini tidak tau tempat sekali." Gumam mama Wina yang masuk ke dalam ruang rawat Merlisa.
Melihat anak dan menantunya sedang tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan.
Tidak beberapa lama, suara ketukan dari luar dan mama Wina segera membukakan pintu.
"Haii tante, selamat pagi." Sapa Andri, Salwa hanya tersenyum pada mama Wina.
"Eehh nak Andri, selamat pagi juga nak." Sahut mama Wina.
"Bagaimana ke adaan Ica tante?" tanya Andri.
"Tuh kamu lihat sendiri Dri, mereka seperti bukan di rumah sakit, malah seperti sedang menginap di hotel." Ucap mama Wina.
"Maksudnya tante?" tanya Andri tidak mengerti.
"Tuh kamu lihat kelakuan mereka." Ucap mama Wina tersenyum.
"Ck ck ck bener - bener ya, mereka gak tau tempat banget si." Ucap Andri saat masuk ke dalam ruang rawat Merlisa.
Merasa terganggu dengan suara berisik, Arga dan Merlisa membuka matanya, melihat mama Wina, Andri, dan Salwa sedang menatap mereka.
__ADS_1
"Kalian berisik banget si, ganggu orang tidur aja." Ucap Arga.
"Enak banget ya kalian, masih aja mesra - mesraan di rumah sakit, gak tau tempat banget si kalian." Gerutu Andri.
"Berisik banget si elo bro, kalau iri cepet tuh halalin si Salwa." Ucap Arga, bangun dari posisi berbaring ke posisi duduk.
"Iya secepatnya gue halalin Salwa, dari pada gue terus - terusan liat elo berdua terus." Ucap Andri.
"Sudah - sudah kok kalian malah ribut - ribut si." Ucap mama Wina menengahi.
"Ya sudah cepat sana halalin Salwa, jangan cuma ngomong aja." Sahut Arga, yang mendapatkan tatapan tajam dari Andri.
***
Beberapa bulan ke mudian.
"Sayang kau sangat cantik sekali." Bisik Arga di telinga Merlisa. Kini Merlisa sedang memakai gaun berwarna hitam dengan perut yang sudah membucit.
"Tapi kau terlihat semakin cantik sayang." Ucap Arga memeluk Merlisa dari belakang, menyelusup di tengkuk leher Merlisa, sambil mengelus-elus perut Merlisa.
"Sayang sudah, ayo kita berangkat. Pasti yang lsin sudah menunggu." Ucap Merlisa.
Arga menghela nafas berat, "baiklah." Ucap Arga tidak rela.
"Sayang nanti kita lanjut lagi ya, nanti kak Andri akan ngomel-ngomel." Ucap Merlisa melingkarkan tangannya pada leher Arga.
Cup! Arga mengecup bibir Merlisa.
"Baiklah, akan aku tagih janjimu itu sayang." Ucap Arga tersenyum dengan sejuta arti.
"Hahaha baiklah." Sahut Merlisa.
__ADS_1
Kini mereka turun dari kamar, yang sudah terdapat papa Hendra, Andri, Indri dan Dimas. Mereka akan berangkat bersama-sama pergi ke suatu tempat.
"Dek kakak gugup banget." Bisik Andri pada Merlisa.
"Santai aja kak." Sahut Merlisa.
"Iya kak di bawa santai aja." Ucap Indri menimpali.
Kini Andri berjalan menuju tempat ijab kabul, karena hari ini hari pernikahannya. Andri berjalan di dampingi oleh Indri dan Merlisa yang menghampit Andri.
"Semangat kak." Ucap Merlisa berbisik di telinga Andri, sambil menepuk sebelah bahu Andri dan pergi duduk di kursi sebelah Arga. Andri hanya membalas senyum yang di paksa.
Tidak beberapa lama pengantin wanita datang dengan anggunnya menggunakan kebaya putih dan kerudung yang senada.
"Saya terima nikah dan kawinnya Salwa Azhara binti Ahmad dengan mas kawin satu set perhiasan di bayar tunai." Ucap Andri dengan satu tarikkan nafas.
"Sah sah sah" Ucap semua orang serempak.
"Kini ke bahagiaanku sudah sangat sempurna, di kelilingi oleh orang-orang yang aku sayangi dan cintai. Semoga ke bahagiaan ini selalu hadir di dalam hidupku dan seluruh keluargaku, semoga." Harapan Merlisa.
Tamat...
πππ
Kicauan author
Mungkin kisah Merlisa dan Arga masih ngegantung, dan author terpaksa menamatkannya.
Karena author sudah tidak bisa melanjutkannya lagi di sini. Karena peraturan baru yang tidak menguntungkan untuk author di disini. Saya meminta maaf sebesar-besarnyaππ©
Jika ingin melihat karya author yang lain, author sudah pindah di lapak sebelah (si kuning) dengan nama pena yang sama.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian selama ini ππ€