Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 45


__ADS_3

Arga dan Merlisa makan siang bersama, untuk kali ini Arga yang menyuapi Merlisa.


" Sayang nanti kamu istirahat saja, di kamar sebelah sana. Hari ini jangan bekerja dulu nanti aku akan meminta Angga untuk mengambil tas di meja kerja mu sayang." Ujar Arga saat menyelesaikan makan siangnya.


"Iya." Sahut Merlisa singkat.


" Aku meeting dulu, nanti setelah meeting kita akan pulang." Ucap Arga sambil mencium kening Merlisa dalam, Merlisa hanya tersenyum.


" Istirahat ya istriku." Ucap Arga lagi mengelus pipi Merlisa sebelum keluar dari ruangannya.


" Iya suamiku yang bawel." Sahut Merlisa tersenyum.


Merlisa masuk ke dalam ruangan untuk Arga beristirahat, di sana terdapat kasur, kamar mandi dan lemari kecil yang terdapat beberapa pakaian Arga. Ruangan tersebut masih dalam satu ruangan yang sama dengan tempat Arga bekerja.


Merlisa merebahkan tubuhnya di atas kasur, sambil mendengarkan musik favoritnya lewat handphonenya sambil ikut bernyanyi mengikuti irama musik. Tak terasa ia tertidur pulas.


" Sayang maaf aku...." Ucap Arga menggantung saat melihat Merlisa tertidur.


" Rupanya kau tertidur istriku." Ucap Arga ikut naik ke atas tempat tidur. Arga mencium kening Merlisa dalam. Dan mematikan musik yang masih berbunyi di handphone Merlisa.


" Maafkan aku istri, aku belum bisa membahagiakanmu, aku berjanji akan berusaha membahagiakan dan menjagamu dengan segenap jiwaku." Ucap Arga lirih.


Arga terus menatap wajah Merlisa yang masih terlelap dalam tidurnya, Mengelus - elus pipinya, merapihkan anak rambut Merlisa yang menutupi wajahnya.


Hingga Arga ikut memejamkan matanya menyusul Merlisa yang terlelap dalam tidurnya, sambil memeluk erat tubuh Merlisa.


" Hhuuuaaammm, jam berapa ini?" gumam Merlisa meraih handphonenya untuk melihat jamnya yg sudah menunjukan pukul 04:15 sore. "Wahh aku tertidur lama sekali.Dan sejak kapan ia ada di sini?" gumam Merlisa lagi saat melihat Arga tidur di sampingnya dengan memeluk pinggang Merlisa.


" Istri kau sudah bangun?" tanya Arga dengan suara khas bangun tidur.


"Heemm iya, maaf aku tadi ketiduran suami." Ucap Merlisa.


" Tidak apa istri, aku malah senang melihatmu bisa istirahat." Ucap Arga tersenyum sambil mengeratkan pelukannya.


" Yuk kita mandi, aku sudah siapkan pakaian untukmu istri." Ucap Arga lagi.


" Memang kenapa aku harus mandi di sini, memang tidak langsung pulang suami?" tanya Merlisa.


" Tidak, aku mau mengajakmu ke suatu tempat." Ucap Arga tersenyum tulus.


" Kemana?" tanya Merlisa lagi.

__ADS_1


" Sudah jangan banyak tanya, nanti kau akan tau." Ujar Arga mencubit hidung Merlisa.


"Awww sakit tau, huh!" kesal Merlisa, Arga hanya terkekeh melihat hidung Merlisa memerah karena ulahnya.


"Sudah sana mandi, atau kamu mau kita mandi bersama, nanti aku takut kalau kita mandi bersama, kita akan batal untuk pergi, karena kau tau sendirikan aku tidak merasa puas kalau hanya satu kali saja." Goda Arga mencolek dagu Merlisa.


" Baiklah aku mandi dulu." Sahut Merlisa cepat, segera beranjak dari tempat tidur melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan sejuta penasaran di hatinya.


15 menit Merlisa menyelesaikan ritual mandinya, ia menggunakan dres selutut,dengan lengan pendek berwarna grey.


" Waahh kau sangat cantik istri, begitu pas di tubuhmu, berarti aku tidak salah menyebutkan ukuran bajumu." Ucap Arga saat melihat Merlisa keluar dari kamar mandi menggunakan dres yang ia sediakan.


Merlisa hanya tersenyum kikuk, karena selama ini ia lebih menyukai memakai celana dari pada memakai dres.


" Ya sudah aku mandi dulu istri." Ucap Arga mencium pipi Merlisa kilas, sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.


Tidak beberapa lama Arga sudah siap dengan menggunakan celana cino warna coklat susu, dengan kaos berwarna hitam di padu padankan dengan jaket yang senada dengan celana yang ia kenakan.


Aaiiihhh kenapa ia selalu terlihat tampan sekali si, apapun yang ia pakai pasti terlihat sempurna. Mungkin kalau ia hanya pakai kain sarungpun pasti akan tetap terlihat keren, hihihi. Batin Merlisa.


" Gosok air liurmu sayang." Ucap Arga yang membuyarkan lamunan Merlisa.


Refleks Merlisa menggosok bibirnya, " Aaiiss kau ini, senang sekali menggodaku." Ucap Merlisa yang sudah sadar di goda oleh Arga.


" Aahhh suami kau ini." Sahut Merlisa mengerucutkan bibirnya.


" Ayo kita berangkat sekarang sayang." Ajak Arga.


Arga menggenggam tangan Merlisa menuju lift hingga ke tempat mobil Arga berada, di kantorpun terlihat sudah sepi karena sudah jam pulang jadi hanya beberapa kariawan yang masih ada.


" Sebenarnya kita mau kemana suami?" tanya Merlisa saat sudah berada di dalam mobil.


" Ada deh, nanti kau juga akan tau sayang." Ucap Arga mengelus pucuk kepala Merlisa.


" Ya iya." Ucap Merlisa memutar bola matanya malas.


Arga menggenggam tangan Merlisa dengan sebelah tangannya, karena tangan yang satunya memegang setir kemudi, sesekali mencium punggung tangan Merlisa, Merlisa tersenyum entah kenapa hatinya menghangat dengan perlakuan Arga yang sudah berubah dengannya.


Satu jam lebih Merlisa dan Arga baru sampai ke tempat tujuan, langitpun sudah berubah gelap.


"Kita ada dimana?" tanya Merlisa karena begitu asing dengan tempat yang ia baru lihat.

__ADS_1


" Tutup matamu sayang." Ucap Arga.


" Kenapa harus pakai acara tutup mata segala si." Protes Merlisa.


" Supaya lebih surprise sayang." Ujar Arga mulai mengikat mata Merlisa menggunakan dasinya.


Merlisa di gandeng oleh Arga menuju tempat yang Arga sudah siapkan sebelumya.


" Surprise! gimana kamu suka istriku?" tanya Arga saat mata Merlisa sudah di buka ikatannya.


Merlisa tertegun melihat pemandangan yang luar biasa, sampai ia sulit untuk berkata - kata. Sebuah meja bundar menghadap danau, terdapat obor di pinggir - pinggir danau, lilin - lilin kecil yang berbentuk hati tepat berada di depan meja, kelopak bunga mawar merah yang bertebaran dimana - mana. Dan tiba - tiba ada beberapa orang yang memainkan alat musik menyanyikan lagu romantis.


" Apakah kau suka istriku?" tanya Arga. "Aku


sebenarnya bukan tipe pria yang romantis, aku tidak tau bagai mana membuat dinner romantis." Ucap Arga lagi karena Merlisa masih terdiam.


"Aku suka, sangat suka malah." Sahut Merlisa tersenyum pada Arga. Karena baru kali ini ia di beri dinner romantis.


" Sungguh istriku?"


" Iya aku suka, terima kasih sudah mau repot - repot mempersiapkan ini semua." Ucap Merlisa lagi.


" Apa yang kamu mau akan aku lakukan, asal kau bahagia istriku. Kalau perlu kau meminta bulanpun akan aku ambilkan." Ucap Arga.


" Hahaha kau begitu berlebihan suamiku."


Arga mengangkat sebelah tangannya agar para pemain musik berhenti.


Arga berdiri dengan sebelah lututnya, menggenggam tangan Merlisa.


" Mungkin ini sudah sangat terlambat, karena pernikahan kita yang mendadak dan penuh dengan keterpaksaan jadi aku akan melamarmu satu kali lagi sayang." Ucap Arga menatap wajah Merlisa.


" Kekasih halalku, maukah kamu menjadi istriku sekaligus menjadi ibu dari anak - anakku, menemani hari - hariku hingga kita menua bersama nanti." Ucap Arga sambil menyodorkan sekotak cincin berlian di depan Merlisa.


Merlisa sudah tidak kuasa menahan air matanya, suaranya sudah tercekat sulit untuk berkata - kata.


" Kenapa kamu menangis? kamu tidak suka aku melakukan ini? atau apa ada yang sakit?" tanya Arga beruntun.


" Aku tidak apa - apa tuan Sebastian, ini air mata bahagia." Ucap Merlisa dengan tangisnya. " Aku mau jadi istri sekaligus ibu untuk anak - anak kita, aku mau juga hidup bersamamu dan menua bersama." Ucap Merlisa lagi.


" Terima kasih kekasih halalku, terima kasih sudah mau menerima segala kekuranganku." Sahut Arga memeluk erat tubuh Merlisa setelah memakaikan cincin pada jari manis Merlisa.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya. Dukungan kalian sangat berarti untuk author, obat penyemangat author untuk bisa menulis 👍💪😘


__ADS_2