Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 62


__ADS_3

Setelah serangkaian acara, akhirnya resepsi pun telah usai. Kini Merlisa, Arga, Andri, Rafi, Natan, Anggi, Indri, Dimas, dan Salwa duduk dengan meja bundar besar di tengah mereka.


"Bagaimana bro, acara jalan - jalan yang pernah kita bicarakan jadi tidak?" tanya Andri.


"Kalau itu si gampang bro, udah gue persiapkan." Sahut Arga.


"Mau jalan - jalan kemana kak, aku ikut juga dong." Sahut Rafi.


"Oke kalian semua ikut, aku udah persiapkan semuanya disana, sampai resortnya pun sudah aku persiapkan." Ucap Arga, yang di sambut antusias oleh Andri, Rafi, Anggi, Natan, Indri, dan Dimas.


"Memang kita mau kemana sayang?" tanya Merlisa.


"Katanya kamu ingin kepulau seribu sayang, atau kamu ingin mengganti tujuan liburan kita." Sahut Arga mencolek hidung Merlisa


"Tidak Sayang, aku ingin ke sana." Sahut Merlisa. "Terima kasih sayang." Ucap Merlisa lagi.


"Cuma ucapan terima kasih aja nih, kissnya mana." Ucap Arga dengan tatapan menggoda.


Cup satu kecupan di pipi Arga, " terima kasih sayang." Ucap Merlisa.


"Sama - sama sayang, apa si yang tidak untuk istri ke sayanganku ini, selagi aku bisa, aku akan mewujudkannya." Sahut Arga yang sudah merangkul Merlisa ke dalam dekapannya, menciumi pucuk kepala Merlisa.


"Uuuhhhuuukkk uuhhuuukk." Andri dan Rafi terbatuk bersama, sedangkan Dimas memalingkan wajahnya, enggan untuk melihat adegan yang membuatnya sesak.


"Hhaaddeehh kebiasaan kalau lagi berdua suka gak liat tempat, dikira kita nyamuk apa ya." Sindir Andri pada Merlisa dan Arga.


"Iri aja loe bro." Sahut Arga sambil melempar setangkai bunga di hadapannya ke arah Andri.


"Terus kapan nih kita berangkatnya?" tanya Rafi.


"Kamu maunya kapan sayang?" tanya balik Arga pada Merlisa.


"Besok." Ucap Merlisa singkat.


"Kau serius sayanng?" tanya Arga meyakinkan.


"Ho'oh." Sahut Merlisa lagi.


"Ya udah sekarang kita istirahat, besok di lobi hotel kita berkumpul." Ucap Arga


"Waahh yang bener aja bro, kita kan belum siapkan apa - apa, main besok aja." Protes Andri.


"Ya sudah yang tidak berkumpul besok di lobi hotel, berarti tidak ikut." Sahut Arga.


"Pengantin lawas gila!" dengus Andri, sebenarnya yang lain juga ingin protes namun tidak berani hanya Andri yang berani untuk menentang Arga.


dengan menggerutu merekapun masuk ke dalam kamar hotel masing - masing yang sudah di persiapkan.

__ADS_1


Di dalam kamar Arga dan Merlisa, mereka sedang berbaring di atas tempat tidur setelah membersihkan tubuh mereka.


"Sayang pakaian untuk kita di sanakan belum kita siapkan." Ucap Merlisa yang tertidur di lengan Arga sebagai bantal.


"Kalau itu si tenang saja sayang, aku sudah siapkan semuanya, bahkan sudah ada di resort." Ucap Arga sambil mengelus - elus pucuk kepala Merlisa.


"Benarkah?"


"Iya sayang."


"Berarti kamu sudah benar - benar mempersiapkan semuanya sayang." Ucap Merlisa.


"Iya sayang, aku akan mempersiapkan semuanya untukmu asalkan kamu bahagia sayang." Ucap Arga.


"Terima kasih sayang." Sahut Merlisa yang memeluk tubuh kekar Arga.


"Hanya terima kasih aja nih." Goda Arga sambil tersenyum penuh maksud.


"Lalu?"


"Aku ingin itu." Goda Arga sambil melirik area sensitif Merlisa.


"Aahh kau ini." Sahut Merlisa sambil memukul pelan dada Arga.


"Ayo lah sayang." Pinta Arga, dan Merlisa mengangguk malu.


Tanpa menunggu lama Arga segera mencumbui Merlisa, dan terus berlanjut hingga pergumulan panas di bawah selimut.


Pagi hari semua sudah berkumpul di lobi hotel dengan persiapan seadanya, karena keberangkatan yang mendadak.


"Pengantin lawas kemana si lama banget." Kesal Andri yang mulai bosan menunggu kedatangan Arga dan Merlisa.


"Aku sudah menghubungi kak Arga tapi tidak di angkat - angkat kak." Ucap Rafi.


"Elo dimana si dek, gak di angkat juga." Ucap Andri yang menghubungi Merlisa juga tidak di angkat.


"Di susul aja kali kak, takut terjadi sesuatu." Usul Anggi.


"Ya udah kalian tunggu di sini, biar kakak susul mereka." Ucap Andri.


"Saya ikut tuan, takut terjadi sesuatu dengan nona." Sahut Salwa yang di angguki Andri.


Sedangkan orang yang di tunggu - tunggu sedari tadi, ia masih berpelukan di bawah selimut karena lelah dengan acara resepsi dan pekgumulan panas mereka.


"Siapa si pagi - pagi udah ganggu saja." Gumam Arga karena merasa terganggu dengan suara ketukan pintu berkali - kali. ia menyambar celana pendeknya yang tercecer di lantai dan segera memakainya, dan tidak lupa menutupi tubuh Merlisa yang polos dengan selimut.


"Ada apa si ganggu aja pagi - pagi gini?" Ucap Arga saat sudah membuka pintu.

__ADS_1


"Ya ampun ini anak! hei pengantin lawas ini udah siang, dari tadi kami tuh nunggu kalian di lobi ehh kalian masih enak - enakan tidur!" dengus Andri. Sedangkan Salwa memalingkan wajahnya karena melihat Arga yang bertelanjang dada di hadapannya.


"Dan mana adek gue, kalian sama aja ya." Kesal Andri lagi.


"Jangan berani - berani ngintip bro, atau gue gantung loe! adek loe masih tidur. Iya maaf gue lupa bro, ya udah tunggu ya, kami siap - siap dulu." Ucap Arga dan menutup pintu kamar sebelum mendengar Andri berbicara lagi.


"Dasar pengantin lawas gila!" kesal Andri.


"Ya sudah tuan, mari kita tunggu di lobi saja." Sahut Salwa.


"Untung ada kamu, bikin hati abang ini adem kembali." Goda Andri, sedangkan Salwa sudah memutar tubuhnya pergi meninggalkan Andri yang mulai menggombalinya.


"Tunggu aku, masa abang di tinggal si!" teriak Andri.


Di dalam kamar hotel Arga dan Merlisa.


"Sayang bangun, kita sudah di tunggu di lobi, katanya mau pergi kepulau seribu hari ini." Ucap Arga membangunkan Merlisa yang masih enggan membuka matanya.Arga terus menciumi seluruh wajah Merlisa agar terbangun.


"Ya sudah kalau kamu ingin kita tetap di sini, aku akan batalkan perjalanan kita saja." Ucap Arga, dan Sontak Merlisa bangun dari tidurnya.


"Jangan sayang, ayo kita bersiap." Sahut Merlisa, dan cup satu kecupan mendarat di pipi Arga, dan berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Sayang aku ikut masuk ya!" teriak Arga.


"Tidak! pasti kamu akan macam - macam lagi di kamar mandi!" teriak Merlisa di dalam kamar mandi.


"Tidak sayang, paling aku hanya satu macam kok!" Sahut Arga.


"Sayaaaangg!" teriak Merlisa lagi.


"Hahaha iya sayang, aku padamu." Ucap Arga.


Tepat jam 11 siang, Arga dan Merlisa baru keluar dari kamar hotel sambil bergandengan menuju lobi.


"Ini nih pengantin lawas nyebelin baru nongol." Dengus Andri saat Arga dan Merlisa tiba di lobi.


"Tau nih kita sampai berjamur nunggu kalian." Ucap Indri menimpali.


"Udah dari pada kalian ngomel - ngomel, lebih baik kita makan siang dulu yuk laper, setelah itu baru kita berangkat." Ajak Arga.


"Ywdah gue juga udah laper, gara - gara nunggu kalian dari jam 9 pagi." Sahut Andri.


"Hehehe maaf ya kak." Sahut Merlisa yang merangkul lengan Andri.


"Sayaanng!" protes Arga karena Merlisa bergelayut manja di lengan Andri.


"Sana dek jauh - jauh, urusin aja tuh bayi besar kamu dek." Ucap Andri mengejek, Merlisa hanya mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Merekapun akhirnya makan siang terlebih dahulu, sebelum berangkat ke pulauan seribu untuk berlibur.


Bersambung.....


__ADS_2