Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 53


__ADS_3

Setelah bercengkrama bersama mama Wina dan papa Fandi, Arga dan Merlisa pamit untuk pergi mengujungi Kediaman Mahesa, untuk memberi kabar pada papa Hendra akan rencana resepsi yang akan di lakukan oleh Arga dan Merlisa nanti. Yang sebelumnya meraka berjalan - jalan terlebih dahulu menikmati kebersamaan mereka berdua, yang semakin hari semakin harmonis dan tidak ingin terpisahkan.


"Sayang tadi aku di beri sesuatu oleh mama." Ucap Merlisa, saat berada di dalam mobil Arga.


"Di beri apa sayang dengan mama?" tanya Arga masih fokus mengemudi.


"Perhiasan, satu set pula lagi." Ucap Merlisa memperlihatkan satu kotak perhiasan berukuran sedang.


"Terus apa ada yang salah, atau kamu gak suka dengan modelnya? kalau tidak suka aku akan belikan yang jauh lebih bagus dan mahal dari itu" Ucap Arga lagi.


"Bukan begitu sayang, malah aku merasa tidak enak hati dengan mama, ini terlalu berlebihan sayang, apa lagi perhiasan ini dulu pernah nenek yang berikan untuk mama." Ucap Merlisa merasa masih sungkan untuk menerimanya.


"Terima saja sayang, mama ingin kamu yang menyimpan perhiasan dari mendiang nenek, bahkan jika Rafi sudah menikahpun pasti istrinya akan dapat perhiasan seperti ini juga." Ujar Arga.


"Tidak ada kata berlebihan sayang, kau menantu dari keluarga Sebastian, jadi kau juga berhak atas segala yang aku punya." Ucap Arga lagi sambil mengelus sebelah pipi Merlisa. Karena tangan satunya masih memegang kemudi.


Saat berada di lampu merah Merlisa tidak sengaja melihat sosok yang ia kenal sedang bermesraan di dalam mobil.


"Sayang bukannya itu Vanesa?" tanya Merlisa pada Arga, yang tidak mengalihkan pandangannya memastikan sosok yang ia kenal.


Arga menoleh sekilas ke arah tatapan Merlisa, dan kembali melihat depan karena lampu lalu lintas sudah berubah warna.


"Tadi aku tidak salah lihatkan?" tanya Merlisa lagi karena Arga tidak merespon perkataannya.


"Hheeemmm sepertinya." Ucap Arga cuek.


"Apakah kamu kesal suamiku, melihat Vanesa bermesraan dengan pria lain?" tanya Merlisa sambil menaikkan sebelah alisnya. Sebenarnya Merlisa merasa cemburu dengan sikap Arga yang seakan kesal melihat Vanesa bermesraan dengan pria lain.


"Tidak." Ucap Arga singkat.


"Tapi kenapa wajahmu seperti itu, seperti kesal gitu." Ucap Merlisa sambil mengerucutkan bibirnya.


"Untuk apa aku kesal." ucap Arga santai.


"Benarkah?" tanya Merlisa sambil membalikan badannya menghadap Arga yang masih fokus pada jalan di depannya.


Arga menghela nafas berat." Iya istriku, untuk apa aku kesal, aku tidak peduli dengan wanita itu."


"Tapi kenapa, setidaknya Vanesakan pernah hadir dalam hidupmu?" tanya Merlisa masih begitu penasaran dengan perasaan Arga pada Vanesa.


"Tidak kenapa-kenapa, dia hanya masa laluku, jadi untuk apa harus di ingat lagi, bahkan aku pernah melihat dia lebih dari tadi yang ia sedang lakukan. Dan aku bahkan sudah memiliki wanita yang sempurna di sampingku." Ucap Arga.


Apakah ini alasan Arga mengakhiri hubungannya dengan Vanesa, karena Vanesa memiliki pria lain. Batin Merlisa.


"Hei sayang kenapa kamu melamun, hemm." Ucap Arga mengelus pipi Merlisa, dan sontak membuyarkan lamunan Merlisa.


"A aku tidak melamun kok." Ucap Merlisa.

__ADS_1


"Jangan banyak melamun sayang, dan jangan berfikir yang macam - macam, hanya kau wanita yang ada di hatiku." Ucap Arga mencium sebelah punggung tangan Merlisa.


"Sudah sayang fokus dengan jalan, kamu sedang mengemudi." Ucap Merlisa.


35 menit Merlisa dan Arga sudah sampai di kediaman Mahesa, haripun sudah menjelang sore.


"Kak Andri!" teriak Merlisa memeluk Andri saat Andri baru turun dari mobil sepulang dari kantor.


"Eehh kamu dek." tanya Andri membalas pelukan Merlisa, bagi Andri Merlisa tetaplah adik kecilnya.


"Eehhhmm sayang!" Ucap Arga menegur Merlisa yang tengah asyik berpelukan dengan Andri.


"Hehehe lupa." Ucap Merlisa cengengesan sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. Ia masih sering lupa jika bertemu dengan kakaknya Andri, masih suka bermanja-manja dengannya, dan Arga tidak menyukai itu, menurut Arga Merlisa hanya boleh bermanja - manja dengannya saja dan selalu mengandalkannya.


Andri hanya berdecak sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap posesif Arga pada Merlisa.


"Ayo masuk." Ajak Andri, melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah yang di ikuti Merlisa dan Arga.


"Kak apa papa sudah pulang?" tanya Merlisa.


" Sepertinya sudah dek, tadi di kantorpun kakak sudah tidak melihat papa." Sahut Andri.


" Ya udah kalau gitu, aku cari papa dulu kak mungkin ada di kamar." Ucap Merlisa.


Merlisa melangkahkan kakinya menuju kamar papa Hendra. Baru ingin mengetuk pintu kamar papa Hendra, ada suara yang mengejutkan Merlisa.


"Aku dan Arga ingin menyampaikan sesuatu pada papa." Ucap Merlisa.


" Ya sudah sana, nanti aku akan ke sana." Ucap papa Hendra dengan wajah datar.


" Yasudah kalau seperti itu." Ucap Merlisa.


Tidak beberapa lama Merlisa, Arga, Andri dan papa Hendra sudah berkumpul di ruang keluarga,sedangkan Indri sudah tidak tinggal bersama papa Hendra, ia memiliki rumah sendiri bersama Dimas. Arga langsung membicarakan tentang resepsi pernikahannya dengan Merlisa yang akan di laksana sebentar lagi. Seperti biasa papa Hendra akan bersikap manis pada Merlisa jika ada Arga.


Setelah beberapa saat Andri dan Arga asyik berbincang di taman belakang, mengenang masa sekolah mereka, sesekali membicarakan tentang bisnis, dan mereka berencana ingin mengadakan liburan setelah acara resepsi Arga dan Merlisa, Arga menyetujui rencana dari Andri, hitung - hitung melakukan bulan madu yang ke dua untuknya dan Merlisa.


"Ngomong - ngomong si Ica lama banget buatin minuman Ga." Ucap Andri yang baru menyadari kalau Merlisa sudah cukup lama membuatkan minum dan membawa cemilan untuk mereka.


"Iya Dri, gue susul dulu deh takut terjadi sesuatu." Ucap Arga.


Arga menyusul Merlisa menuju dapur, namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari, ia mencari di kamar Merlisa namun tidak ada juga,Arga menghubungi Merlisa namun handphonenya tidak di bawa oleh Merlisa yang di letakkan di atas nakas kamarnya.


"Bro Istri gue gak ada, udah gue cari di dapur di kamarpun tidak ada." Ucap Arga menghampiri Andri.


"Serius elo bro." Ucap Andri.


"Iya masa gue bohong si, buat apa coba." Ucap Arga.

__ADS_1


"Ini anak kemana ngilangnya si, suruh buatin minum malah ngilang gak jelas." Gerutu Andri.


Arga dan Andri cukup lama mencari Merlisa di setiap ruangan yang mereka temui,namun hasilnya nihil mereka belum bisa menemukan keberadaan Merlisa.


"Gimana bro ketemu?" tanya Arga pada Andri saat mereka bertemu di depan rumah.


"Belum Ga, kemana si elo dek, bikin khawatir orang aja si." Kesal Andri.


"Di sini ada cctv nya gk?" tanya Arga.


" Ada, gue sampai lupa bro. Ayo kita ke sana." Ajak Andri pada Arga.


Dan keduanya bergegas menuju ruang cctv.


"Ini anak ngapain ada di situ, suruh buatin minum malah ada di situ." Ucap Andri saat sudah melihat keberadaan Merlisa di layar monitor.


Dasar istriku yang satu ini sungguh menggemaskan, selain menjadi Saras 008, kamu juga titisan dari sun go kong ya. Batin Arga.


" Ada - ada aja tingkah istri barbar gue bro." Ucap Arga menggelengkan kepalanya, Arga dan Andri saling pandang dan tertawa bersama sebelum menyusul Merlisa.


"Sayang sedang apa di situ! ayo turun nanti jatuh" teriak Arga mendongakkan kepalanya, karena saat ini Merlisa sedang asyik memanjat pohon mangga yang berada di halaman belakang.


"Hei anak sun go kong, cepet turun!" teriak Andri juga pada Merlisa.


" Lah kenapa kalian ada di sini?" tanya Merlisa yang masih asyik di atas pohon mangga.


"Ini gara - gara elo dek, kita ada di sini." Dengus Andri.


"Ayo sayang turun, ini sudah menjelang gelap." Ucap Arga.


"Iya iya aku turun." Sahut Merlisa, Merlisa turun perlahan sambil memegang sekantong plastik penuh buah mangga muda.


" Sayang kamu tidak apa - apa? kenapa tidak memberi tahuku, aku tadi sangat khawatir." Ucap Arga memeluk Merlisa.


"Aku tidak apa - apa sayang, lagian aku sudah terbiasa memanjat, bahkan waktu kecil sering memanjat pohon tetangga hehehe." Ucap Merlisa.


"Kakak dengan suamimu udah cape tau gak dek nyari - nyari, eehh yang di cari malah asyik panjat pohon." Kesal Andri


"Hehehe maaf, tadi aku mau buatin minum di dapur, tidak sengaja melihat pohon mangga lebat banget buahnya, entah kenapa aku begitu tergoda dengan buah mangga muda ini." Ucap Merlisa mengangkat sekantong plastik mangga muda.


Lagian sejak kapan elo doyan buah yang asem dek?" tanya Andri, karena Andri tau Merlisa tidak suka dengan buah yang asam meski hanya sedikit.


"Sejak tadi kak." Ucap Merlisa asal.


" Ya udah yuk sayang mandi, nanti tubuhnya pada gatel - gatel lagi." Ajak Arga.


Dan ketiganya masuk ke dalam rumah, karena hari sudah gelap.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2