
" Kau sedang apa Suami? sepertinya asyik sekali" tanya Merlisa menghampiri Arga yang tengah asyik dengan benda pipihnya.
" Aku sedang melihat gadis yang sudah mencuri hatiku." Ucap Arga tersenyum dengan menatap layar handphone nya.
Merlisa cemberut dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
" Sayang apakah sudah selesai pekerjaannya?" tanya Arga.
" Hheeemmm."
" Ayo." Ajak Arga menggenggam tangan Merlisa keluar dari ruang kerja Merlisa.
" Li saya mau pergi dulu, kalau ada kendala di toko segera hubungi saya." Ucap Merlisa.
" Siap mbak Ica." Sahut Lia.
" Dan kamu jangan berpikir macam - macam ya Li, ini perkenalkan suami saya Arga Sebastian." Ucap Merlisa memperkenalkan Arga pada Lia.
Arga hanya tersenyum kecil pada pegawai Merlisa.
" Apa! suami! wahh mbak Merlisa hebat banget ya punya suami ganteng bener, gak pernah bawa cowok ehh tau - taunya langsung punya suami, selamat ya mbak." Sahut Lia antusias.
" Hehehe kamu bisa aja Li, ya sudah saya pergi dulu ya." Ucap Merlisa.
*****
" Sayang untuk apa kita ke sini?" tanya Merlisa saat mobil mereka berhenti di sebuah sorum mobil besar.
" Kita kemari untuk membeli sayur sayang." Sahut Arga Asal.
Merlisa menaikkan sebelah alisnya, masih belum mengerti.
" Sayang kita kemari tentu untuk membeli mobil, memang untuk apa lagi hem!" Ucap Arga mencubit kedua pipi Merlisa.
" Ayo turun." Ajak Arga.
Dan keduanya turun bersama masuk ke dalam sorum.
"Selamat siang pak Arga, ada yang bisa saya bantu." Sapa manager sorum.
" Tolong temani istri saya untuk memilih mobil yang ia suka." Ucap Arga.
" Apa ! untuk aku. Aku tidak membutuhkan suamiku." Tolak Merlisa.
" Sayaaaanngg! aku tidak mau ada penolakan. Pilihlah yang kamu suka." Ucap Arga.
" Ya ya." Ucap Merlisa singkat.
Cukup lama Merlisa berkeliling untuk memilih mobil, namun belum menentukan pilihannya.
" Sayang apa sudah memilih, mobil mana yang kamu mau?" tanya Arga menghampiri Merlisa.
" Belum, aku bingung pilih yang mana semuanya bagus." Ucap Merlisa.
" Ya sudah aku saja yang pilih, kalau kamu yang memilih pasti sampai besok pun tidak akan selesai." Ucap Arga.
" Ya sudah kamu saja yang pilih, sebenarnya aku juga tidak memerlukannya." Ucap Merlisa.
Akhirnya Arga menjatuhkan pilihannya pada mobil BMW M5 berwarna merah maroon seharga lebih dari RP 3 milyar.
" Sudah ayo kita jalan lagi." Ajak Arga.
"Kita mau kemana?" tanya Merlisa.
" Terserah kamu sayang."
" Bagai mana kita ke mall, kita kencan ala rakyat biasa." Ajak Merlisa.
" Emang seperti apa kencan ala rakyat biasa?" tanya Arga.
" Ya jalan - jalan ke mall tanpa membeli apapun hanya sekedar jalan - jalan sambil bergandengan tangan, dan menonton.",Ucap Merlisa.
" Cih sepertinya sangat melelahkan sekali." Sahut Arga.
" Itu sangat menyenangkan sayang." Sahut Merlisa.
" Baiklah aku akan menuruti kencan ala rakyat biasa." Ucap Arga.
" Yee,aku akan ajarimu bagaimana kencan ala rakyat biasa." Ucap Merlisa bersemangat.Arga memutar bola matanya malas.
__ADS_1
" Sayang apakah tidak berlebihan beli mobil semahal itu." Ucap Merlisa tiba - tiba teringat dengan pembelian mobil untuknya.
" Tidak ada kata berlebihan untukmu sayang." Sahut Arga mengelus pipi Merlisa.
" Tapi aku tidak memerlukan mobil itu, karena aku punya banyak mobil dan motor sayang." Ucap Merlisa.
" maksudmu?" tanya Arga mengerutkan keningnya.
" Jaman sekarangkan banyak driver online sayang, tinggal pilih saja kendaraan mana yang kita mau, terus kita mau kemanapun bisa di antar." Sahut Merlisa.
" Hahaha kalau itu si berbeda sayang, kalau kau pakai driver online terus aku jadi tidak tenang, kurang aman untukmu sayang. Besok bodyguard untukmu akan siap bekerja, nanti dia yang akan membawa mobil dan kamu hanya duduk manis saja." Ucap Arga mencolek dagu Merlisa.
"Apa tidak berlebihan sayang, aku merasa tidak nyaman." Ucap Merlisa merajuk.
" Sayang ini demi ke baikkan mu, aku tidak mau kejadian kamu hampir di tabrak dan para kariawan mengganggumu itu terulang kembali." Jelas Arga. " Karena sekarang kamu adalah bagian dari keluarga Sebastian pasti banyak orang yang suka dan tidak suka denganmu. Aku tidak mau kamu kenapa - napa sayang." Ucap Arga lagi.
" Iya aku tahu, terima kasih sudah begitu perhatian denganku." Sahut Merlisa.
" Itu adalah kewajibanku sebagai suamimu sayang." Ucap Arga menggenggam sebelah tangan Merlisa.
" If you need my life at stake, because you are so precious to me dear ( kalau perlu nyawaku sebagai taruhannya, karena kau begitu berharga untukku sayang)" Ucap Arga mencium sebelah punggung tangan Merlisa. Karena sebelah tangan satunya memegang stir kemudi.
" Stop honey i've gotten too much love from you, i'm confused about what to repay ( berhenti sayang, aku sudah mendapatkan terlalu banyak cinta darimu, aku bingung harus membalasnya)." Jawab Merlisa.
"You just reply by serving me on the bed dear ( kau cukup membalasnya dengan melayaniku di atas tempat tidur sayang)." Jawab Arga tersenyum menyeringai.
"You perverted husband ( dasar suami mesum)." Ucap Merlisa mengerucutkan bibirnya.
" Hahaha tidak apa - apa dong mesum dengan istri sendiri." Ucap Arga mencolek dagu Merlisa, Merlisa hanya memutar bola matanya malas.
45 menit perjalanan Merlisa dan Arga sampai di basmant mall XX, Merlisa dan Arga turun dari mobil.
" Tunggu sayang." Ucap Merlisa menahan langkah Arga memegang sebelah lengannya.
" Ada apa istri?" tanya Arga menaikan sebelah alisnya.
" Kan kita mau kencan ala rakyat biasa, masa kamu berpenampilan seperti ini, huh!" protes Merlisa.
" Lalu aku harus pakai apa? ini sudah biasa saja menurutku." Sahut Arga.
Merlisa melihat penampilan Arga seksama, sambil menyubit dagunya sendiri dengan kening berkerut.
" Lepaskan kemejamu." Ucap Merlisa.
" Kamu ngomong apa si." Ucap Merlisa tidak mengerti.
" Lah tadi kamu suruh aku membuka kemejaku, kalau ingin kita bermain di rumah saja jangan di sini." Goda Arga.
" Otakmu itu ya sudah ngeres, aku suruh kamu buka kemeja, kamu pakai t-shirt aja. Dasar suami mesum pikirannya kemana aja." Ucap Merlisa.
" Hahaha aku pikir kamu pingin gituan." Sahut Arga sambil menyatukan kedua jari telunjuknya.
" Kau ini, pakai ini juga." Ucap Merlisa memakaikan topi di kepala Arga.
Sial pakaian biasa aja tapi kenapa terlihat semakin seksi, apa yang ia pakai selalu terlihat sempurna. Batin Merlisa.
Arga hanya memakai t-shirt putih berlengan pendek sehingga memperlihatkan otot - otot lengan Arga dan celana cino hitam dan menggunakan topi berwarna putih.
" Ayo kita masuk." Ajak Merlisa menarik tangan Arga.
Arga dan Merlisa berjalan beriringan, banyak mata wanita tidak berkedip mengagumi ke tampanan Arga.
" Tutupi wajahmu." Kesal Merlisa menarik topi Arga kedepan sampai menutupi wajah Arga.
" Sayang bagaimana aku bisa melihat kalau wajahku di tutupi seperti ini." Protes Arga.
" Aku tidak suka mata para wanita yang melihatmu seperti mau keluar tidak berkedip terus saja menatapmu, huh!" kesal Merlisa.
" Apa kau cemburu sayang?" goda Arga menaik turunkan alisnya.
" Tidak."
" Masa si." ucap Arga.
" Iya, aku tidak cemburu." Ucap Merlisa.
Arga semakin menyukai wajah Merlisa yang cemburu dengannya, ia malah sengaja meladeni para wanita yang ingin meminta berfhoto dengannya.
Merlisa menghentakan kakinya dan berlalu pergi meninggalkan Arga.
__ADS_1
" Sayang tunggu dong!" teriak Arga, namun Merlisa tidak menghiraukannya.
" Sayang kenapa tadi main pergi aja si." Ucap Arga yang sudah mensejajarkan langkah Merlisa.
" Ngapain susulin aku, sana layani wanita - wanita genit itu." Kesal Merlisa.
" Kau cemburu ya." Ucap Arga menggoda Merlisa.
" Aku sudah bilang aku tidak cemburu, aku hanya ...." Ucap Merlisa terhenti.
" Hanya apa hemm." Sahut Arga.
" Tidak apa - apa, sana pergi jangan memperdulikanku." Ucap Merlisa.
Bilang cemburu aja susah banget si, bilang gak cemburu tapi marah - marah. Batin Arga.
Arga membopong tubuh Merlisa di bahunya seperti memanggul sekarung beras.
" Apa yang kau lakukan, turunkan aku !" teriak Merlisa meronta - ronta di tubuh Arga.
" Dia ini istriku, dia lagi merajuk." Ucap Arga saat semua pengunjung mall memperhatikannya.
Arga menurunkan tubuh Merlisa di sudut ruangan. Arga membuang nafasnya secara kasar.
" Kalau kamu masih marah - marah gak jelas gitu, ayo kita pulang saja." Ajak Arga.
" Tidak mau." Sahut Merlisa cepat.
" Terus sekarang mau kamu apa?" tanya Arga.
" Aku tidak suka dengan wanita - wanita itu, mereka menatapmu sampai sebegitunya padahal ada aku di situ." Ucap Merlisa memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
" Dengarkan baik - baik ya sayang, aku tidak bisa melarang orang agar tidak menyukaiku tapi kau harus ingat, hanya kamu wanita spesial di hatiku." Acap Arga memegang bahu Merlisa agar Menatapnya.
" Maafkan aku, aku sudah cemburu denganmu tadi." Ucap Merlisa memeluk Arga.
" Akhirnya kamu mengakui juga kalau kamu cemburu denganku, aku sangat bahagia mendengarnya." Ucap Arga mengeratkan pelukannya.
" Aahh kau ini." Sahut Merlisa memukul pelan dada Arga.
Merlisa dan Arga melanjutkan jalan - jalan ala rakyat biasa di mall XX, keluar masuk toko tanpa berniat membeli apapun, sekedar melihat - melihat saja. Arga sebenarnya sudah cape dan pegal berjalan tanpa ada tujuan tapi demi membuat Merlisa senang akhirnya ia mengikuti ke mauan Merlisa.
" Kita makan yuk laper." Ajak Arga.
" Ayo, tapi aku yang pilih tempat makanannya ya." Ucap Merlisa.
" Iya sayang."
Akhirnya Merlisa dan Arga makan di japanese restaurant.
Sambil menunggu makanan mereka pesan, Arga dan Merlisa berselfi ria, ini kali pertama mereka berfhoto bersama.
" Sayang aku tidak ingat kapan kamu mengambil fhotoku ini?" tanya Merlisa saat melihat hasil fhoto mereka di handphone Arga.
" Waktu kita bulan madu di dalam pesawat kamu tertidur pulas, ya sudah aku fhoto kamu." Jelas Arga.
" Waahh ternyata kamu diam - diam sudah mengagumiku ya." Goda Merlisa.
" Hehehe iya, aku gsk tau pokoknya aku melihatmu bawanya gemes terus sayang." Ucap Arga mencubit kedua pipi Merlisa.
" Aaahh sakit suami." ucap Merlisa. " Sayang bukannya itu kak Indri dengan kak Dimas ya." Ucap Merlisa dengan tidak sengaja melihat sepasang orang yang ia kenal baru masuk ke dalam restaurant.
" Iya itu mereka sayang." Sahut Arga.
Merlisa melambaikan tangannya memanggil Indri dan Dimas. Indri menoleh melihat keberadaan Merlisa yang melambaikan tangannya dan menghampirinya.
"Hai dek, kok bisa ketemu di sini ya." Ucap Indri berbaur memeluk Merlisa.
Sedangkan Dimas dan Arga berjabat tangan.
" Iya kak, ayo sini gabung aja." Ajak Merlisa.
" Apa gak ganggu?" tanya Indri tidak enak hati.
" Tidak sama sekali, lebih ramai lebih seru." Ucap Arga.
Indri dan Dimas bergabung makan bersama dengan Arga dan Merlisa dalam satu meja.
" Sayang sebentar ya ada telpon." Ucap Arga beranjak pergi karena suasana ramai jadi ia mencari tempat yang agak sepi.
__ADS_1
Dan Indripun meminta ijin pergi ke toilet, hanya ada Merlisa dan Dimas di satu meja yang sama.
Bersambung.....