Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku
Bab 46


__ADS_3

" Terima kasih kekasih halalku, terima kasih sudah mau menerima segala kekuranganku." Sahut Arga memeluk erat tubuh Merlisa setelah memakaikan cincin pada jari manis Merlisa.


Cukup lama Merlisa dan Arga berpelukan, menyalurkan kasih sayang di antara ke duanya.


Kkrruuukuukkk suara dari perut Merlisa.


" Sayang kau sudah lapar?" tanya Arga melepas pelukannya.


" Hehehe iya." Sahut Merlisa malu.


Merusak suasana banget si, perut segala bersuara lagi. Haduuhh malunya aku. Gerutu Merlisa dalam hati.


" Ayo sayang kita makan dulu." Ajak Arga menggenggam tangan Merlisa, menuju meja yang tidak jauh dari ke duanya.


"Wow banya banget makanannya." Ucap Merlisa sambil menatap hidangan yang berada di hadapannya. Arga menyiapkan berbagai olahan western dan olahan seafood.


" Kamu suka? aku siapin makanan sebanyak ini karena aku tidak tahu apa makanan favoritmu" Ujar Arga.


" Suka kok, aku pemakan segalanya, gak pilih - pilih makanan asalkan enak di makan." Sahut Merlisa.


" Kamu Omnivora dong" Jawab Arga.


" Memangnya aku hewan, huh!" kesal Merlisa. " Tapi ada yang tidak aku suka." Ucap Merlisa lagi.


" Apa?"


" Batu dan kayu." Ucap Merlisa asal.


" Hahaha kau ini ada - ada saja sayang, ayo di makan istriku kalau perlu habiskan." Ucap Arga.


"Aku bukan kerbau suami, mana bisa aku menghabiskan makanan sebanyak ini." Protes Merlisa. " Kita ajak mereka makan bersama ya, sayang makanan sebanyak ini akan mubajir." Ucap Merlisa lagi, ingin mengajak makan bersama orang - orang yang sudah menyiapkan dinner Merlisa dan Arga.


"Baiklah, kau pilih dulu makanan mana yang mau kamu makan untuk kita." Jawab Arga.


Merlisa memilih beberapa makanan yang ia dan Arga akan makan, sisanya sudah di santap oleh tim sukses yang menyiapkan dinner Arga dan Merlisa.


Merlisa dan Arga saling menyuapi satu sama lain, seulas senyum dari keduanya tidak pernah pudar di bibir mereka.


" Sayang setelah makan, aku masih mau menunjukan sesuatu lagi untukmu." Ucap Arga di sela - srla makannya.


" Apa?"


" Nanti kau akan tau, sekarang makan dulu." Jawab Arga.


" Hheemmm." Sahut Merlisa.


" Istri pintar ." Goda Arga mengelus pucuk kepala Merlisa.


Setelah menyelesaikan makannya Arga menggandeng tangan Merlisa berjalan menuju tanah yang agak berbukit, masih satu kawasan dengan danau tempat Merlisa dan Arga dinner.

__ADS_1


" Suami sebenarnya mau apa kita ke sini?" tanya Merlisa penasaran.


" Sebentar ya, Nanti kamu juga akan tau." Sahut Arga pergi meninggalkan Merlisa.


Merlisa mendudukan tubuhnya di atas hamparan tikar yang sudah di persiapkan, tidak lupa lilin - lilin kecil yang mengelilinginya untuk menerangi gelapnya malam.


Tidak seberapa lama Arga datang membawa sebuket bunga tulip dan beberapa balon.


"Ini untuk mu sayang." Ucap Arga menyerahkan sebuket bunga tulip.


" Terima kasih, kok kamu bisa tau aku suka bunga tulip?" tanya Merlisa, ia mencium bunga tulip yang diberikan Arga.


"Itu semua karena Cinta sayang, jadi aku tau bunga ke sukaanmu." Ujar Arga, padahal sebelumnya ia sudah menanyakan pada Andri.


" Cih, kau ini. Terus balon itu?" tanya Merlisa, karena Arga masih memegang beberapa balon di tangannya.


" Kalau yang ini tulis semua harapanmu di balon - balon ini sayang." Ucap Arga.


" Baiklah." Sahut Merlisa mulai mengambil satu balon dan menuliskan harapannya di balon tersebut menggunakan spidol.


" Sudah kau tulis semua sayang?" tanya Arga, saat ia dan Merlisa sudah menulis beberapa harapan di balon.


" Iya sudah."


" Mari kita lepas semua balonnya." Ajak Arga.


Arga memeluk Merlisa dari belakang, memegang balon bersama Merlisa dan melepaskannya ke langit.


" Iya." Sahut Merlisa singkat, mendongakan kepala melihat balon yang mulai meninggi sambil tersenyum.


" Terima kasih su..." Ucap Merlisa terpotong, karena Arga menempelkan jari telunjuknya di bibir Merlisa. Saat sudah saling berhadapan.


" Jangan berterima kasih dulu, masih ada satu lagi." Ucap Arga tersenyum.


" Ada lagi?" tanya Merlisa.


Arga menepuk tangan mengisyarat memberikan kode.


Ddduuuaaarrrrr dduuuuuarrrr suara petasan kembang api yang saling bersautan di atas langit yang berkelap kelip, di bawah bukit terlihat danau yang bercahaya karena pantulan dari kembang api.


" Kau suka?" tanya Arga.


" Sangat suka, hiks hiks." Sahut Merlisa tidak dapat menahan air matanya.


" Istriku kenapa kau menangis terus, aku melakukan ini untuk membuatmu bahagia bukan untuk menangis." Ucap Arga mengusap air mata Merlisa menggunakan kedua ibu jarinya.


" Karena aku terlalu bahagia tuan sebastian." Sahut Merlisa.


" Tidak boleh ada air mata lagi, aku tidak mau mata indah ini mengeluarkan air mata lagi, hemm." Ucap Arga.

__ADS_1


" Terima kasih sudah mau repot - repot sayang." Ucap Merlisa lirih menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Merlisa.


" Tadi kamu bilang apa istri?" tanya Arga.


" Apa?"


" Tadi kamu bilang apa?" tanya Arga lagi.


" Terima kasih." Sahut Merlisa.


" Bukan yang itu?"


" Sayang." Sahut Merlisa lagi.


" Ya yang itu, ucapkan lagi istri." Pinta Arga lagi.


" Sssaayyyaanngg." Ucap Merlisa.


" Hahaha entah kenapa aku bahagia kamu memanggilku seperti itu kekasih halalku." Ucap Arga memeluk erat tubuh Merlisa, menciumi seluruh wajahnya.


Merlisa dan Arga merebahkan tubuhnya di atas tikar, dengan Merlisa menidurkan kepalanya di atas tangan Arga sebagai bantal. Keduanya menikmati indahnya langit malam yang di hiasi kembang api yang berwarna warni.


"Seeing your smile is happiness for me. meanwhile, having you is the most beautiful gift in my life ( melihat senyummu adalah kebahagiaan bagiku. Sementara, memilikimu adalah hadiah yang paling indah dalam hidupku)." Ucap Arga menatap wajah Merlisa.


Merlisa hanya tersenyum, rasanya suaranya sudah tercekat, sulit untuk mengeluarkan suara. Hatinya menghangat merasakan cinta yang Arga berikan untuknya.


" I love you my wife." Ucap Arga lagi.


" I love you too my husband." Jawab Merlisa.


"Benarkah itu sayang?" tanya Arga, yang di angguki Merlisa.


" Terima kasih sayang, terima kasih sudah mau menerimaku dengan sejuta kekuranganku." Ucap Arga mengeratkan pelukannya.


" Tidak sayang, kau suami yang begitu sempurna. Aku beruntung menjadi pendampingmu." Ucap Merlisa di dalam pelukanan Arga.


" Yang ada aku beruntung kamu menjadi istriku." Elak Arga.


" Ya ya kalau begitu kita sama - sama beruntung." Ucap Merlisa, dan ke duanya saling tertawa bersama.


"Terima kasih untuk malam ini, malam ini tidak akan bisa aku lupakan." Ucap Merlisa lagi.


" Jangan senang dulu, malam ini tidak gratis sayang, aku sudah sangat repot mempersiapkan kan ini semua tau. jadi kau harus membayar." Ucap Arga tersenyum penuh maksud.


" Membayar?" tanya Merlisa menaikkan sebelah alisnya.


" Ya kau harus membayar di atas tempat tidur sayang, tidak akan aku biarkan kau tidur malam ini bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidur." Goda Arga tersenyum miring.


Merlisa hanya mergidik ngeri, mengingat betapa perkasanya Arga saat di tempat tidur. Arga hanya tertawa geli melihat ekspresi wajah Merlisa yang ketakutan akan di makan olehnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2