KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 10


__ADS_3

Siti pun menceritakan kejadian Fatimah yang lututnya bisa berdarah kepada Putri.


"Kak Putri masih ingat nggak dulu aku pernah cerita tentang temen laki laki ku yang suka sama aku?", tanya Siti menunduk.


"Hmm, iya. Kalo nggak salah nama nya Arman bukan?", jawab Putri. Siti pun mengangguk jika apa yang di tebak oleh Putri itu benar.


"Aku kan selalu nurut sama kak Farhan, aku nggak pacaran, aku juga udah nolak Arman, tapi dia selalu ngejar aku kak. Tadi juga aku marah sama dia karena chat aku terus, karena sangking marah nya aku sama dia, aku nggak nyadar kalo Fatimah keluar tanpa sepengetahuan dari aku", cerita Siti menjelaskan.


Putri pun menghela nafas panjang dan menenangkan adiknya yang sedang sedih itu.


"Kakak pinjem hp kamu, biar kakak yang telpon Arman dan bilang ke dia supaya nggak ganggu kamu lagi", ucap Putri sambil mendekat ke Siti.


"Hmm", Siti pun ragu dengan keputusan dari kakak nya.


*---------------*


Pukul 13:45 WIB


Farhan pun bangun dari tidur siang nya dan mengelus kepala Fatimah yang masih tidur di samping nya dan masih memeluk diri nya.


Farhan dengan perlahan melepaskan pelukan dari Fatimah, dan dengan perlahan juga Farhan beranjak dari tempat tidur dan keluar meninggalkan Fatimah yang masih tidur nyenyak.


Karena dirinya belum menunaikan Shalat Dzuhur, Farhan pun segera menuju kamar mandi untuk wudhu.


*------------*

__ADS_1


Di ruang tamu


Farhan melihat Siti dan Putri yang sedang mengobrol


"Kakak", sapa Putri dan Siti.


Farhan tidak menjawab sapaan dari kedua adiknya itu bahkan tersenyum saja tidak. Farhan memalingkan wajahnya dan segera pergi wudhu untuk Shalat Dzuhur.


Putri dan Siti yang dari tadi juga belum Shalat Dzuhur, mereka segera ikut sang kakak untuk berwudhu dan melaksanakan Shalat Dzuhur berjama'ah.


Farhan tidak melarang mereka berdua untuk ikut Shalat Dzuhur berjama'ah bersama nya.


*-----------------*


Putri dan Siti kembali duduk di sofa, Putri masih berusaha membujuk Siti supaya Siti meminjamkan hp nya. Memang dari tadi Siti ragu jika Putri mau menelpon Arman secara langsung.


Dan setelah beberapa menit berfikir, Siti pun menyetujui Putri yang ingin menelpon Arman. Tapi saat Siti ingin memberikan hp nya kepada Putri,,,


"Mana hp kamu?", tanya Farhan yang baru saja keluar dari ruang Shalat dan menghampiri mereka berdua yang duduk di sofa.


Putri dan Siti hanya sedikit terkejut dengan kehadiran dari sang kakak yang tiba tiba sudah berdiri di samping mereka. Tanpa pikir panjang, Siti pun memberikan hp nya kepada sang kakak.


"Ini,, kak", jawab Siti sambil memberikan hp nya dengan masih menunduk. Farhan pun menerimanya dengan perlahan. Farhan langsung ikut duduk di sofa dan memeriksa hp milik Siti.


"Kakak, Putri boleh pinjem hp nya Siti juga nggak?", tanya Putri ragu.

__ADS_1


"Nggak", jawab singkat Farhan tanpa melihat ke Putri dan masih lanjut memeriksa hp Siti.


Setelah itu, Putri tidak berani lagi berbicara kepada sang kakak yang sedang dalam kondisi marah.


*--------------*


Saat Farhan memeriksa isi chat adiknya itu, dia perlahan membaca sebentar chat tersebut.


"Siapa laki laki ini?", tanya Farhan sambil memperlihatkan riwayat chat nya tapi juga tidak melihat ke adiknya.


"Hmm,, i itu", jawab Siti gugup dan makin takut kakak nya marah.


"Kakak tanya sama kamu Siti, siapa laki laki ini?", tanya Farhan lagi.


"Hmm,, itu temen nya Siti kak. Laki laki itu pernah ngungkapin perasaannya sama Siti. Tapi Siti ingat sama perkataan kakak kalo Siti nggak boleh pacaran dulu, ya udah Siti tolak aja. Tapi dia selalu ngejar Siti kak, dia selalu chat Siti", jawab Siti menjelaskan secara detail.


"Kakak sita hp kamu", ucap Farhan.


"Iya kak", jawab Siti lemas.


Farhan pun berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamar nya sambil membawa hp milik Siti.


Siti hanya menghela nafas dan berdo'a supaya kemarahan sang kakak kepada dirinya cepat mereda.


Dari kecil, Siti tidak pernah dimarahi oleh sang kakak. Dan ini pertama kalinya sang kakak marah kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2