KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 22


__ADS_3

Kelima perempuan bercadar itu masih belum pergi juga dari cafe itu, mereka masih membahas hal penting di cafe itu.


Amanda pun menuju ke meja kelima perempuan itu untuk mengambil piring dan gelas yang sudah kosong.


"Mbak", panggil Vina ke Amanda yang sedang mengambil piring dan gelas kotor.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?", jawab Amanda menghentikan aktivitasnya.


"Hmm, pria berpeci itu temen nya mbak nya?", tanya Vina kembali. Amanda pun hanya mengangguk dan tersenyum.


"Kita boleh tanya tanya nggak tentang pria tadi?", tanya Nurma


"Hmm, boleh aja sih. Silahkan mau tanya dari mana dulu?", jawab Amanda sembari duduk bersama kelima perempuan itu.


"Mulai dari yang biasa di tanyakan aja deh mbak, nama pria berpeci tadi siapa?", tanya Mareta.


"Nama nya Farhan, dia udah kenal dan temen nan sama saya udah lama banget", jawab Amanda tersenyum. Mereka berlima pun menggangguk dan senang karena mereka sudah mengetahui nama dari pria bersorban itu.


"Tadi itu, dia sama adiknya ya?", tanya Vina kembali.


"Iya, nama nya Fatimah. Fatimah itu adiknya Farhan yang paling kecil, Farhan punya dua adik perempuan lagi, nama nya Putri dan Siti.", jawab Amanda sedikit menjelaskan.

__ADS_1


"Jadi, Farhan itu anak pertama?", tanya Lina.


"Iya, sekalian aja deh saya ceritakan sedikit tentang Farhan. Farhan dan ketiga adik perempuan nya sudah tidak memiliki orang tua, Farhan sendiri yang membesarkan ketiga adiknya itu, kalian tahu, saat itu Fatimah masih bayi, Farhan pun bekerja keras untuk membelikan susu untuk Fatimah.", jelas Amanda mengingat kerja keras Farhan.


Kelima perempuan bercadar itu langsung terdiam, mereka sangat kagum kepada Farhan. Seorang kakak laki laki bisa membesarkan ketiga adik perempuan nya sendirian tanpa kedua orang tua.


Mereka pun melanjutkan mengobrol, sedangkan Amanda pergi ke dalam untuk mencuci piring dan gelas kotor.


*------------------*


Dalam perjalanan pulang, Farhan teringat untuk membeli kartu perdana baru. Farhan pun menghentikan motor nya di counter dekat perempatan lampu merah.


Setelah membeli kartu perdana baru dan sudah di aktifkan, Farhan pun kembali menghidupkan motor nya dan kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah.


Rumah Farhan


Saat ini Putri sedang sibuk menelfon sang kakak menggunakan hp milik nya, tapi dia belum tau kalau sang kakak telah menggunakan nomor baru. Putri pun mulai cemas karena sang kakak tidak menjawab telfon dari nya.


Saat Putri masih berusaha menghubungi sang kakak, dia mendengar suara motor yang datang dan parkir di depan rumah.


"Itu kakak?", tanya Putri dalam hati.

__ADS_1


Putri langsung bergegas membuka pintu dan mengecek apakah benar sang kakak yang datang. Dan benar saja, Putri melihat sang kakak turun dari motor dan menggendong Fatimah.


"Kakak kok nggak angkat telfon dari Putri?", tanya Putri kepada Farhan yang sedang melepas sandal nya.


"Kamu tadi nelfon?", tanya balik Farhan.


"Iya, Putri tadi udah berkali kali nelfon kakak, tapi nggak di angkat sama kakak.", jawab Putri memasang wajah cemberut.


"Oh iya, kakak sekarang pake nomor baru, kamu hapus aja nomor kakak yang lama itu. Dan simpan nomor baru kakak", ucap Farhan memberikan hp nya kepada Putri.


"Kakak kok ganti nomor, emang nya nomor kakak yang dulu kenapa?", tanya Putri penasaran sambil menerima hp sang kakak.


"Apakah kamu perlu tau?", tanya balik Farhan.


"Hmm, nggak sih kak. Iya iya itu kan urusan pribadi kakak", jawab Putri sedikit panik.


"Ini ada makanan untuk kamu sama Siti, ajak Fatimah makan juga", ucap Farhan memberikan plastik berisi makanan.


"Terima kasih kak, kakak sendiri nggak makan?", tanya Putri menerima makanan dari Farhan.


"Kakak nanti aja, tadi udah makan sedikit di luar, simpen aja yang bagian kakak di dapur", jawab Farhan menurunkan Fatimah.

__ADS_1


"Iya kakak", jawab Putri tersenyum.


Mereka pun segera masuk ke dalam rumah.


__ADS_2