
Karena Fatimah sudah kembali tenang dan tidak bersedih lagi, Vina pun mengajak nya untuk bermain supaya Fatimah tidak sedih lagi ingin bertemu Farhan.
Seperti yang diinginkan, Fatimah sudah kembali ceria lagi saat bermain bersama Vina.
*----------------*
Putri yang sudah selesai mencuci baju dan sekaligus menjemur nya, sekarang menuju ruang tamu untuk bersantai di sofa.
Saat baru keluar dari dapur, Putri melihat Siti sedang bersantai sambil berbalas chat dengan teman nya di sofa, dia juga mendengar suara Fatimah yang sedang tertawa bahagia di teras rumah.
"Fatimah lagi main sama siapa di luar, kayak nya seneng banget?", tanya Putri perlahan duduk di samping Siti.
"Fatimah lagi main sama kak Vina", jawab Siti melihat sekejap ke Putri.
"Kak Vina, kakak yang bercadar itu ya, kapan datang nya?", tanya Putri lagi.
"Kak Vina datang waktu kak Putri nyuci baju tadi, dan waktu itu aku juga baru selesai cuci piring", jawab Siti lagi, dan Putri hanya mengangguk mengerti.
*---------------*
Vina pun menemani Fatimah bermain sampai jam 11 siang, dan setelah itu dia pamit kepada ketiga adiknya Farhan untuk pulang.
"Kamu seneng ya bisa main sama kakak bercadar?", tanya Putri kepada Fatimah. Saat ini mereka bertiga sedang bersantai di sofa.
"Iya kak Putri, nggak tau kenapa waktu Fatimah main sama kakak bercadar rasa nya kayak lagi main sama kak Farhan", jawab Fatimah tersenyum.
__ADS_1
"Jangan bilang kalau Fatimah mau kak Vina dan kak Farhan pacaran", ucap Putri dalam hati sedikit panik.
Putri hanya menggeleng kepala sedikit setelah itu menghidupkan hp nya dan masuk ke game online untuk bermain.
*-----------------*
Sore pun telah tiba, sore ini pukul setengah lima sore tapi Farhan belum kunjung pulang.
Karena kakak laki laki kesayangan nya belum pulang, Fatimah pun menunggu nya di depan teras rumah.
"Kakak kok belum pulang ya, Fatimah kangen sama kakak", ucap Fatimah sedikit sedih.
Tak lama Putri keluar dari dalam dan duduk di kursi teras bersama dengan Fatimah.
"Fatimah lagi nunggu kak Farhan ya?", tanya Putri yang duduk di samping Fatimah.
"Kakak hari ini pulang telat sayang, nggak tau pulang jam berapa", jawab Putri berusaha membuat Fatimah tidak sedih.
*-------------
Akhirnya yang telah di tunggu pun pulang juga, dari kejauhan tampak Farhan sedang mengendarai motor nya dan perlahan menuju ke rumah.
Sesampainya di depan rumah, Farhan pun memarkirkan motornya, segera mematikannya, dan turun dari motor. Baru turun dari motor nya Farhan sudah di peluk dari belakang oleh adik kecil nya, Fatimah.
"Kakak", ucap Fatimah yang sudah memeluk Farhan.
__ADS_1
"Eh adik kesayangannya kakak", jawab Farhan perlahan menggendong Fatimah.
"Kakak kok baru pulang, biasanya kan jam 4 sore kakak udah sampai di rumah?", tanya imut Fatimah di gendongan Farhan.
"Maaf ya sayang hari ini kakak pulang telat, tapi besok pulang nya jam 4 lagi kok. Kenapa, Fatimah kangen ya sama kakak?", tanya balik Farhan
"Fatimah kangen banget sama kakak, tadi pagi kakak juga nggak bangunin Fatimah waktu berangkat kerja", ucap Fatimah memeluk sang kakak.
"Iya sayang, maaf in kakak lagi ya. Kakak liat Fatimah masih capek, ya udah kakak nggak bangunin Fatimah biar Fatimah lanjutin istirahatnya.", jawab Farhan mengelus pelan kepala Fatimah dan memeluk nya. Putri yang duduk di teras hanya tersenyum lucu melihat Fatimah mulai manja kepada kakak laki laki nya.
Perlahan Farhan menurunkan Fatimah dan mengambil sesuatu dari jok motor nya. Ia sedang mengambil boneka yang tidak terlalu besar ukurannya, dan memberikannya ke Fatimah.
"Ini boneka untuk Fatimah kak?", tanya Fatimah menerima boneka dari Farhan.
"Iya ini untuk Fatimah, untuk temen Fatimah main di rumah", jawab Farhan berjongkok di depan Fatimah.
"Terima kakak", ucap Fatimah memeluk sang kakak, Farhan pun juga membalas pelukan dari adiknya.
"Kalo kakak lagi pergi, Fatimah main aja sama boneka ini", ucap Farhan. Karena salah paham dengan ucapan Farhan, Fatimah tiba tiba mulai menangis sedih.
"Kakak mau pergi kemana, kakak ngasih boneka ke Fatimah karena kakak mau pergi ya?", tanya Fatimah menangis di pelukan Farhan.
"Ya Allah Fatimah, kamu dengerin kakak dulu, jangan nangis doong", ucap Farhan menenangkan adiknya. Karena Fatimah sangat nurut dengan Farhan dia pun perlahan berhenti menangis.
"Dengerin kakak ya Fatimah cantik. Maksud kakak itu kalo kakak pergi kerja bukan pergi jauh ninggalin Fatimah. Kalo kakak pergi kerja, kakak pulang telat kayak hari ini, terus Fatimah kangen sama kakak, Fatimah peluk aja boneka ini, bayangin aja kalo Fatimah lagi pelukan sama kakak ya", ucap Farhan menjelaskan kepada Fatimah.
__ADS_1
"Jadi, Fatimah harus jaga boneka ini baik baik ya, udaah jangan nangis lagi, cuup", lanjut Farhan lagi mulai menggendong Fatimah yang masih memegang boneka nya.
"Iya kak", jawab Fatimah sudah berhenti menangis. Karena sudah mengerti dengan ucapan dari Farhan, Fatimah pun sudah tidak sedih lagi. Karena sudah dibelikan boneka oleh kakak laki laki kesayangannya, Fatimah pun akan menjaga baik baik boneka itu.