
Saat ini Putri dan Siti tidak berani menatap wajah sang kakak, mereka berdua tertunduk di hadapan sang kakak sambil masih berdiri. Mereka sangat menyesal telah membuat sang kakak marah pada mereka berdua.
"Kamu juga Siti, bisa bisa nya kamu keluar rumah tapi Fatimah kamu tinggal sendirian di rumah dan pintu nya juga kamu kunci", ucap Farhan ganti memarahi Siti.
"Maafin Siti kak, Siti beneran lupa kalo Fatimah masih tidur di kamar", jawab Siti menunduk takut.
"Apa yang kamu ingat, haa. Sama adik sendiri aja lupa, apalagi sama kakak.", lanjut Farhan.
"Bu bukan gitu maksud Siti kak,, Siti,, hmm", Jawab Siti mulai terdiam.
__ADS_1
Sejenak Farhan terdiam sambil menghela nafas, Fatimah yang sedari tadi masih berada di pangkuan Farhan, saat ini masih duduk sambil memeluk Farhan.
"Kalian itu di rumah enak nggak banyak kerjaan, kakak cuma minta tolong sama kalian untuk ngerjain pekerjaan rumah. Nyapu, ngepel, nyuci piring, nyuci baju, termasuk jagain Fatimah, udah itu aja. Sedangakan kakak kerja di luar nyari uang, itu juga untuk kalian adik adik nya kakak. Kalo semua pekerjaan rumah udah selesai ya udah tinggal santai santai aja, kalian kan bisa ngajak Fatimah main di rumah, atau sesekali ajak Fatimah main ke taman. Tapi kalian malah keluar sendiri sendiri tanpa minta izin ke kakak", Farhan pun mulai menasehati kedua adik nya itu. Farhan mulai melihat ke arah Putri dan Siti yang saat ini sedang berdiri di hadapan nya sambil menunduk takut.
"Siti, kamu tadi kemana?" tanya Farhan ke Siti.
"Tadi,, Siti main ke rumah nya Aisyah kak", jawab Siti.
"Maafin kita berdua kak, kita berdua ngaku salah, kita khilaf, kita janji nggak ngulangin lagi", ucap Putri memberanikan diri untuk meminta maaf kepada sang kakak.
__ADS_1
"Untuk apa minta maaf dan janji kalo pada akhirnya kalian akan mengulang kesalahan yang sama atau bahkan melakukan kesalahan yang lebih besar lagi", jawab Farhan tidak langsung memaafkan kedua adiknya. Seketika itu Putri dan Siti sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, mereka merasa sangat bersalah kepada sang kakak.
"Ya Allah, nggak seharusnya aku buat kakak marah lagi sama aku, seharusnya aku nggak ikut kak Putri untuk keluar rumah", ucap penyesalan Siti dalam hati.
"Ya Allah, seharusnya aku keluar nggak terlalu lama tadi, padahal aku juga udah janji sama Siti kalo keluar cuma sebentar. Dan aku lebih merasa bersalah karena keluar tanpa izin sama kakak, dan sekarang kak Farhan benar benar marah besar sama aku", ucap penyesalan Putri juga dalam hati.
Seketika ruang tamu menjadi hening tanpa ada percakapan lagi, tentu nya Putri dan Siti tidak berani memulai pembicaraan kepada sang kakak, saat ini mereka berdua masih tertunduk takut.
"Ya udah, besok keluar aja lagi nggak usah izin sama kakak ya, terserah kalian mau kemana aja, dan terserah mau pulang kapan aja. Atau nanti malam mau keluar lagi, silahkan saja dan nggak usah pulang sekalian"
__ADS_1
"Jangan kak,, tolong jangan gitu, Siti minta maaf sama kakak, Siti nggak akan keluar rumah lagi tanpa seizin dari kakak", ucap Siti mulai menangis. Siti sangat ingin menangis dihadapan sang kakak, ia tidak pernah dimarahi oleh sang kakak sampai seperti ini.
Setelah itu, Farhan tidak mengucapkan sepatah kata pun. Farhan langsung berdiri dan menggendong Fatimah lalu masuk ke dalam kamar meninggalkan Putri dan Siti yang masih diam berdiri sambil menunduk.