KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 39


__ADS_3

Malam setelah Shalat Isya' berjama'ah, Farhan sedang bersantai di teras rumah nya, seperti biasanya dia bersantai sambil meminum secangkir teh jahe buatan Putri.


Saat Farhan sedang bersantai, Putri keluar dari dalam dan ikut duduk bersama dengan nya.


"Kamu kenapa keluar?", tanya Farhan tanpa melihat ke arah Putri.


"Hmm, Putri mau santai aja sama kakak. Kakak kan sering santai sendiri di teras, Putri temenin aja deh", jawab Putri tersenyum ke Farhan.


"Oh iya kak, tadi pagi waktu kakak kerja, kakak bercadar main ke sini, yang nama nya Vina, tapi dia sendiri nggak sama saudaranya", lanjut Putri.


"Terus, kenapa kamu cerita ke kakak?", tanya Farhan masih belum melihat ke arah Putri.


"Kakak kok galak gitu sih, dengerin dulu dong kakak ku sayang. Waktu Fatimah bangun dari tidur nya tadi pagi dia nangis nyari kakak. Terus kak Vina yang nenangin Fatimah, dan nggak tau kenapa Fatimah langsung diem dan nyaman gitu sama kak Vina", Putri pun menceritakan sedikit kejadian tadi pagi. Mendengar cerita dari Putri, perlahan Farhan pun baru melihat ke arah Putri.


"Apa bener yang kamu ceritakan itu?", tanya Farhan.

__ADS_1


"Iya kak, aku sama Siti liat sendiri tadi pagi. Fatimah seneng banget waktu di ajak main sama kakak bercadar itu.", jawab Putri mengangguk.


"Oh, ya udah", ucap Farhan cuek dan kembali membuang muka.


"Astaghfirullah hal'adzim Ya Allah, kakak bener bener cuek banget kalo aku cerita tentang perempuan, nggak ada terharu nya gitu sama kak Vina yang udah nenangin Fatimah?", ucap Putri dalam hati.


Farhan dan Putri pun saling diam tanpa ada pembicaraan lagi, sesekali Putri melihat sekilas ke arah sang kakak.


"Walau kakak selalu cuek sama perempuan tapi dia selalu membantu perempuan yang sedang kesusahan yang pernah dia temui. Walau kakak nggak terlalu peduli sama perempuan tapi dia selalu peduli sama ketiga adiknya. Aku bersyukur punya kak Farhan, dia yang membiayai sekolah ku sampai aku lulus. Kakak juga selalu memenuhi kebutuhan ku.", ucap haru Putri dalam hati sambil memandangi sang kakak yang melihat bintang malam.


"Kamu kenapa tiba tiba meluk kakak gini?", tanya Farhan dengan suara lembut sambil memeluk Putri. Belum menjawab pertanyaan dari Farhan, tiba tiba Putri langsung menangis di pelukan sang kakak.


"Astaghfirullah, kamu kenapa sih aneh gini Putrii?. Kamu tiba tiba aja mendekat ke kakak, terus sekarang kamu nangis di pelukan kakak. Kakak nggak marah ke kamu lo Putri", tanya Farhan berusaha menenangkan Putri yang sedang menangis.


"Kakak,, terima kasih ya kakak udah mau ngerawat dan membesarkan Putri sampai sekarang ini, kakak juga udah kerja keras dari dulu untuk membiayai sekolah Putri sampai Putri lulus", ucap Putri menangis di pelukan Farhan. Farhan hanya tersenyum kepada Putri dan mengehela nafas sejenak.

__ADS_1


"Putri adik ku sayang. Dengerin kakak mu ini ya, kamu itu adik nya kakak, jadi sudah seharus nya kakak yang ngerawat dan membesarkan kamu, apalagi ayah dan mama udah nggak ada waktu Fatimah masih bayi, jadi kakak yang bertanggung jawab untuk membesarkan dan merawat kalian bertiga. Udah dong jangan nangis lagi, cuup", jawab Farhan sambil membersihkan air mata Putri.


"Udah doong, jangan nangis terus, malu di liat Siti sama Fatimah nanti.", ucap Farhan lagi. Setelah bujukan dari Farhan, perlahan Putri berhenti menangis tapi masih memeluk erat sang kakak.


*-------------*


Saat malam kejadian, waktu kedua orang tua Farhan dan adiknya di bunuh, ketiga adik nya Farhan sedang tidur di kamar, dan hanya Farhan sendiri yang melihat kejadian waktu kedua orang tua nya di bunuh.


Malam itu Farhan tidur bersama dengan ketiga adik nya, dia terbangun dari tidur nya karena haus, dia pun beranjak bangun tanpa membangunkan ketiga adiknya yang tertidur.


Saat di dapur, setelah meminum air untuk menghilangkan haus nya Farhan pun segera menuju ke kamar lagi. Tapi dia melihat kedua orang tua nya masih menonton tv, saat Farhan ingin menghampiri ayah dan ibu nya, tiba tiba ada bayangan hitam yang berdiri di belakang ayah dan ibu nya yang sedang duduk di sofa menonton tv.


Dan bayangan itu memegang pisau di tangan nya dan langsung menikam kedua orang tua Farhan, Farhan hanya terdiam membatu menyansikan hal itu. Tanpa menimbulkan suara Farhan bergegas menuju kamar.


Farhan langsung membangunkan Putri dan Siti dan langsung menggendong Fatimah kecil yang tertidur, dia langsung mengajak mereka untuk segera pergi dari rumah itu.

__ADS_1


Sampai saat ini, Farhan tidak pernah menceritakan bahwa kedua orang tua mereka di bunuh oleh orang jahat, dia sendiri yang merahasiakan hal itu dari ketiga adiknya. Farhan tidak mau melihat ketiga adiknya sedih dan terpikirkan hal mengerikan itu.


__ADS_2