
Saat Farhan dalam pertengahan Shalawat nya, kelima perempuan bercadar itu langsung mengambil hp mereka masing masing dari dalam tas dan mulai merekam Farhan yang masih melantunkan Shalawat itu.
Beberapa menit kemudian Farhan pun telah selesai melantunkan Shalawat, kelima perempuan bercadar itu juga sudah selesai merekam.
Fatimah pun langsung memeluk sang kakak dengan penuh kasih sayang dan mencium pipi nya. Farhan juga membalas pelukan Fatimah juga membalas ciuman dari sang adik tercinta.
"Kakak, Fatimah juga pengen Shalawatan sama kakak, Fatimah juga pengen suara bagus kayak kakak", ucap Fatimah ke Farhan yang duduk di pangkuan nya sambil memeluk nya.
"Iya sayang ku, nanti kakak ajarin Shalawatan. Nanti kita Shalawatan bareng sama kedua kakak kamu yang ada di rumah ya", jawab Farhan juga memeluk Fatimah.
"Iya kakak sayang", balas Fatimah sedikit manja di pangkuan sang kakak.
"Vin, kamu mau pemuda berpeci itu nggak, kalo kamu nggak mau buat aku aja", ucap Mareta menggoda Vina.
"Hmm, apa sih ret?", balas Vina tiba tiba menunduk malu.
Setelah itu Farhan mengajak Amanda mengobrol kembali dan Amanda juga membuatkan Farhan minuman. Kelima perempuan bercadar itu juga kembali melanjutkan menyantap hidangan mereka.
*----------*
Pukul 10:30 WIB
Farhan masih mengobrol bersama Amanda dengan santai, Fatimah yang bosan pun meminjam hp Farhan untuk menonton video you tube.
Kelima perempuan bercadar itu juga belum pergi dari cafe Amanda walau hidangan dan minuman mereka sudah habis, mereka masih mengobrol dan sedang mendiskusikan sesuatu.
__ADS_1
"Amanda, aku pesan makanan favorit ku waktu sering ke sini dulu, masih ingat kan?", ucap Farhan kepada Amanda
"Masih ingat kok Farhan", balas Amanda berdiri.
"Tapi bungkus ya, aku pesan tiga", pinta Farhan.
"Siap!", balas Amanda tersenyum dan segera pergi ke dapur untuk membuat pesanan nya Farhan.
"Vina, kamu berani nggak deketin pemuda itu, nanti minta nomor wa nya, terus aku minta", ucap Nurma ke Vina.
"Aku,, nggak berani nur. Aku kan nggak berani deket sama laki laki asing", balas Vina canggung.
Seketika itu, kelima perempuan bercadar itu melihat ke arah Farhan dengan sekejap, setelah itu kembali mengobrol lagi.
*---------------*
Amanda keluar dari dapur sambil membawa pesanan dari Farhan, dan langsung memberikan nya.
"Total nya berapa?", tanya Farhan ke Amanda sembari mengeluarkan dompet
"Nggak usah Farhan, kamu datang main ke sini sama Fatimah, terus ngobrol santai sama aku, bercanda bareng lagi, kamu tadi juga udah Shalawatan, sekarang aku kasih kamu gratis untuk makanan ini", jawab Amanda perlahan duduk bersama Farhan kembali.
"Kamu sebutkan harga nya, kalau kamu tetap ngasih aku gratis. Aku akan berikan semua isi dompet ini ke kamu", ucap Farhan meletakkan dompet nya di atas meja.
"Ja,, jangan dong Farhan, iya iya total nya 30 ribu", jawab Amanda panik.
__ADS_1
"Nah gitu dong", lanjut Farhan dengan tersenyum, Farhan segera mengeluarkan uang dari dompet dan langsung memberikannya ke Amanda.
"Licik banget sih kamu Farhan", ucap Amanda dalam hati. Amanda juga perlahan menerima uang nya Farhan.
"Fatimah, ayo pulang sayang. Salim dulu sama kak Amanda", ucap Farhan ke adiknya.
"Iya kak", jawab Fatimah. Fatimah juga mengembalikan hp sang kakak dan segera salim sekaligus berpamitan kepada Amanda.
Setelah itu, Farhan pun berdiri, menggendong Fatimah dan tak lupa membawa pesanan nya. Farhan juga berpamitan kepada Amanda.
Saat Farhan melewati para perempuan bercadar itu,,,
"Maaf mas", ucap Vina memberanikan diri untuk memanggil Farhan.
"Iya mbak?", jawab Farhan menghentikan langkah nya dan melihat ke arah perempuan yang memanggil diri nya.
Tiba tiba saja Vina sangat grogi dan canggung, dia tidak dapat berkata kata lagi.
"Ada apa ya mbak, mbak tadi manggil saya dan sekarang mbak diem aja", lanjut Farhan mengajak bicara Vina.
"Vina", panggil ke empat teman nya Vina, mereka mengisyaratkan Vina supaya segera berbicara kepada pria berpeci itu.
"Hmm, kayak nya mbak lagi sariawan, lain kali aja ya mbak. Saya permisi dulu, mari mbak mbak bercadar semua", ucap Farhan berpamitan kepada kelima perempuan bercadar tersebut dan keluar dari cafe.
"Iih Vina, kok nggak di lanjutin sih, dia nya kan jadi pergi", ucap sebal Anisa kepada Vina.
__ADS_1
"Yaa maaf, aku beneran grogi. Aku nggak pernah ngomong sama laki laki selain ayah dan saudara aku", jawab Vina masih grogi.
Mereka pun sedikit kecewa karena tidak berhasil mendapatkan nomor wa si pria berpeci itu.