
Besok nya
Pagi ini Farhan sudah mulai masuk kerja kembali, dia berangkat pukul 6 pagi tadi.
Sekarang sudah pukul 7 pagi, Putri sedang mencuci baju dan Siti sedang mencuci piring, sedangkan Fatimah masih belum bangun dari tidur nya di kamar kakak laki laki nya.
Sebelum berangkat kerja tadi, Farhan sudah bilang kepada kedua adiknya mungkin hari ini Farhan akan pulang lebih lama dari biasa nya. Farhan berpesan kepada Putri dan Siti supaya menjaga Fatimah dengan baik selama Farhan kerja.
*---------------*
Baru saja Siti selesai mencuci piring, tiba tiba ada suara salam dari luar rumah. Siti pun menjawab salam tersebut dan segera keluar untuk menemui siapa yang datang.
"Pagi Siti", sapa sang tamu yang ternyata adalah Vina seorang diri.
"Eh kak Vina, pagi juga kak", jawab sopan Siti. Siti pun mengundang Vina untuk masuk ke dalam, dan Vina dengan senang hati pun menjawab undangan tersebut.
Siti mempersilahkan Vina untuk duduk dulu di sofa, Siti sendiri langsung pamit ke belakang dan segera membuatkan mimuman untuk Vina.
Tak berapa lama Siti sudah keluar dari dapur dengan membawa secangkir teh untuk Vina, dia segera duduk bersama Vina dan menyuguhkan teh tersebut untuk nya.
"Silahkan di minum kak", ucap Siti menawarkan teh.
"Iya Siti, terima kasih", jawab Vina ramah.
__ADS_1
Dengan perlahan Vina pun meminum beberapa teguk teh tersebut. Dan setelah itu menaruh teh itu di meja dan memulai pembicaraan.
"Rumah kok sepi, pada kemana?", tanya Vina.
"Kak Farhan pagi ini udah berangkat kerja lagi kak, pulang nya mungkin agak telat. Terus kak Putri lagi cuci baju, sedangkan Fatimah masih tidur", jawab Siti tersenyum. Saat Vina ingin memulai pembicaraan lagi, terdengar suara Fatimah yang memanggil kakak laki laki nya.
"Kak Farhan", suara Fatimah dari kamar Farhan.
"Baru di omongin, Fatimah nya udah bangun. Sebentar ya kak, aku samperin Fatimah dulu", ucap Siti kepada Vina, ia segera masuk ke dalam kamar Farhan dan menenangkan Fatimah.
*-----------*
"Fatimah udah bangun ya, tau aja kalo ada kakak bercadar main ke sini", ucap Siti kepada adik nya dan duduk di pinggir kasur.
"Kakak tadi pagi udah berangkat kerja sayang", jawab Siti tersenyum sembari membersihkan kotoran yang ada di mata Fatimah
"Kakak kok nggak bangunin Fatimah, Fatimah kan mau liat wajah kak Farhan sebelum berangkat kerja", ucap Fatimah sedikit sedih.
"Kak Farhan nggak tega bangunin Fatimah tadi, kata kak Farhan Fatimah masih capek, ya udah deh kakak nggak bangunin Fatimah", jawab Siti mengelus pelan kepala Fatimah.
Karena Fatimah tidak bertemu kakak laki laki nya pagi ini, dia pun mulai menangis dan ingin bertemu kakak laki laki nya.
"Kakak, Fatimah mau ketemu sama kak Farhan", ucap Fatimah mulai menangis. Siti pun mulai panik karena adik nya menangis, dia pun berusaha menenangkan Fatimah.
__ADS_1
"Ya Allah Fatimah, kakak kan lagi kerja, masa kak Farhan di suruh pulang", jawab Siti mulai menggendong Fatimah.
Siti pun menggendong Fatimah dan mengajak nya keluar dari kamar, dia juga masih berusaha menenangkan adik kecil nya itu.
*-----------*
Siti pun duduk di sofa bersama dengan Vina, dia juga memangku Fatimah yang masih menangis di pelukan nya.
"Ya Allah, Fatimah kenapa nangis sayang?", tanya Vina mengelus kepala Fatimah.
"Fatimah mau ketemu sama kak Farhan, tadi pagi kak Farhan emang nggak bangunin Fatimah karena kata kakak Fatimah masih kecapekan", jawab Siti.
"Ya Allah kasian Fatimah, sini sama kakak yuk", ucap Vina kepada Fatimah. Fatimah pun sekejap berhenti menangis dan melihat ke arah Vina.
Vina pun perlahan mengangkat Fatimah dan menggendongnya, Fatimah sendiri juga tidak menolak saat diri nya di gendong oleh Vina.
"Udah, cup cup. Fatimah kan anak shalehah, jadi jangan nangis lagi ya", ucap Vina kepada Fatimah yang seperti ingin kembali menangis.
Aneh saja, tiba tiba Fatimah pun perlahan berhenti menangis di gendongan Vina. Dia malah nyaman saat di gendong oleh kakak bercadar itu, dan mulai memeluk erat Vina.
Fatimah merasakan diri nya saat di gendong oleh Vina, dia merasa seperti di gendong oleh kakak laki laki nya. Dia sangat nyaman di gendong oleh Vina, Vina sendiri juga senang kalau Fatimah nyaman bersama diri nya.
"Alhamdulillah, Fatimah udah nggak sedih dan nangis lagi", ucap senang Siti dalam hati.
__ADS_1